Di samping itu, ia juga memakai pakaian orang-orang yang bertawadhuk dari bahan wool dan sebagainya serta berpura-pura telah mati (nafsunya).
Semua ini tidak sesuai dengan keangkuhan dan kesombongan serta tidak menjadikannya baik, bahkan malah bertentangan. Akan tetapi orang yang buta tak pernah melihat.
Diceritakan bahwa Fargad As-Sabkhi masuk kepada Hasan Al-Bashri dengan memakai pakaian, sementara Hasan memakii pakaian lengkap. Kemudian Hasan Al-Bashri berkata: Apakah kamu tidak melihat pakaianku ini? Ini adalah pakaian ahli surga, sementara pakaianmu adalah pakaian ahli neraka. Aku memang telah mendengar bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah orang-orang yang memiliki pakaian usang.Lalu Hasan berkata: Mereka menempatkan zuhud pada pakaian dan menempatkan kesombongan di dalam dada mereka. Demi Allah sebagai sumpahku. Sungguh salah satu di antara kalian lebih sombong ketimbang orang yang memiliki kain lurik dan memakainya.
Karena artian semacam inilah Dzun-Nuun Al-Mislri bersyair:
Ia memakai pakaian tasawuf dan membanggakan pakaian bulunya karena bodoh,
sementara sebagian orang memakainya sambil bercanda.
Ia memperlihatkan kehinaan dan kesombongan kepadamu.
Dan kesombongan bukanlah sesuatu sama dengan kehinaan dini.
Ia berlagak sufi agar dikatakan sebagai orang yang terpercaya,
dan kesuftannya tidak berarti apa-apa selain kepercayaan.
Ia tidak menginginkan keridaan Tuhan dengannya
tapi hanya mencari jalan untuk berkhianat.”
Oleh karenanya, hendaklah Anda menjaga diri dari empat macam kerusakan yang telah kami sebutkan ini, lebih-lebih dalam hal kesombongan. Sebab tiga hal yang pertama adalah sebuah jalan licin yang jika Anda tergelincir di dalamnya pasti Anda akan terjerumus ke dalam kemaksiatan. Sedangkan kesombongan adalah sebuah jalan licin yang seandainya Anda tergelincir pasti akan terjerumus ke dalam lautan kufur dan kedurhakaan.
Jangan lupa bagaimana kisah Iblis dan fitnahnya. Ia menolak dan bersikap sombong. Lalu ja menjadi bagian dari orang-orang kafir.
Marilah kita kembali kepada Allah. Semoga Dia berkenan memelihara kita semua dengan kebaikan pandangan-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Murah lagi Maha Mulia.
Kesimpulannya adalah: Jika Anda merenungkan dengan pikiran jernih, Anda akan tahu bahwa dunia ini tidak ada yang abadi. Manfaatnya tidak sebanding dengan bahaya dan semua hal yang menjadi akibatnya seperti badan lelah, hati yang sibuk berpikir, siksa yang pedih dan perhitungan yang lama di akhirat serta tidak mampu Anda tanggung.
Jika Anda benar-benar telah mengetahui hal itu, tentu Anda tidak akan terpancang oleh kelebihannya. Anda tidak akan mengambil darinya kecuali apa yang mau tidak mau harus diambil sebagai sarana beribadah kepada Tuhan. Anda tidak akan bersenang-senang dan bernikmat-nikmat sampai mendapatkan surga, tempat tinggal abadi, tempat bermukim di sisi Penguasa alam semesta, Maha Raja, Maha Kuasa, Maha Kaya, dan lagi Maha mulia.
Anda juga tahu bahwa semua makhluk itu tidak setia. Kesengsaraan yang mereka timbulkan lebih banyak daripada pertolongan mereka yang bermanfaat bagi Anda. Anda juga tidak akan bergabung dengan mereka kecuali dalam hal yang memang telah menjadi keharusan bagi Anda. Anda memanfaatkan kebaikan mereka dan menjauhi bahaya yang mereka timbulkan.
Anda bersahabat dengan Dzat yang tidak membuat rugi jika berteman dengan-Nya. Anda tidak akan kecewa bila melayaniNya. Dia menghibur Anda dengan kitab-Nya dan kerutinan (ibadah) Anda kepada-Nya. Dalam keadaan apapun Dia tetap ada untuk Anda. Dari-Nya Anda akan melihat semua keindahan dan keutamaan. Anda akan menemukan-Nya setiap kali bahaya mengancam, baik di dunia maupun di akhirat, seperti yang dikatakan oleh Rasulullah Saw. dalam hadisnya:
Artinya: Peliharalah (keagungan) Allah. Niscaya kamu akan menemukan-Nya di manapun kamu berada
Anda juga tahu bahwa setan itu brengsek. Dia selalu berusaha memusuhi Anda. Oleh karena itu, mohonlah perlindungan dari Tuhanmu yang Maha Kuasa, Maha Mengalahkan, dari anjing yang dilaknat ini. Jangan sampai lengah dari tipu daya dan perangkapnya. Usirlah ia dengan dzikir kepada Allah Swt. Jangan mempedulikannya, karena hal itu teramat remeh.
Dengan begitu Anda akan menjadi lelaki sejati seperti yang difirmankan Allah:
Artinya: Ia tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan berserah diri kepada Allah.(Q.S.An-Nahl: 99)
Benar sekali apa yang dikatakan Abu Hazim: Apakah dunia itu? Dan apa itu Iblis?
Dunia. Yang telah berlalu adalah mimpi, dan yang akan datang adalah lamunan. Adapun setan, demi Allah. Dia benarbenar telah dijadikan sebagai panutan, tapi ia tidak memberi manfaat. Dia juga ditentang, tapi tidak membahayakan. Anda pun mengetahui kebodohan nafsu dan perlawanannya dengan mencari sesuatu yang membahayakan dan menghancurkannya. Anda melihatnya dengan kasih sayang seperti pandangan orangorang berakal dan para ulama, yaitu orang-orang yang memandang pada hakekat sesuatu yang nampak. Tidak seperti pandangan orang-orang bodoh dan anak kecil, yaitu orang yang hanya memandang sekilas tanpa memikirkan rasa sakit dikemudian hari. Berlari dari obat yang terasa pahit. Lalu Anda mengendalikannya (nafsu) menggunakan kendali dengan cara mencegahnya dari sesuatu yang benar-benar tidak dibutuhkan seperti omong kosong, memandang dan makan. Sekali-kali Anda terpengaruh perbuatan yang buruk seperti berandai-andai (thuulul amal), tergesa-gesa, iri terhadap orang Islam, takabur tidak pada tempatnya atau makan semata-mata karena syahwat dan rakus.
Anda memberikan kepadanya sesuatu yang baginya tidak harus dan Anda tidak khawatir mendapat bahaya darinya, karena tidak ada alasan untuk berlebih-lebihan. Allah telah memperluas segala persoalan bagi hamba-hamba-Nya dengan rahmat-Nya, memperkaya mereka dari sesuatu yang membahayakan dalam urusan agama. Apalagi yang dibutuhkan? Karena menurut seorang ulama saleh sesungguhnya ketakwaan itu sesuatu yang paling mudah. Bila meragukan sesuatu, maka aku akan meninggalkannya. Sebab nafsu itu akan tenang dan terbiasa selama Anda membiasakannya.
Sebagaimana dikatakan oleh seorang penyair bahwa nafsu adalah:
Nafsu akan merasa senang bila kau senangkan.
Dan bila kau kembalikan ia pada sesuatu yang sedikit, maka ia akan menerima.
Penyair lain berkata:
Dialah nafsu. Apapun yang kau bebankan kepadanya ia pasti mampu memikulnya.
Dan diceritakan bahwa bila engkau membiasakannya pasti ia akan terbiasa.
Penyair yang lain lagi berkata:
Aku menahan diri dari kelezatan sampai nafsuku berpaling.
Aku memaksanya untuk bersabar dan iapun senantiasa bersabar.
Nafsu itu tak lain mengikuti apa yang dilakukan oleh seorang pemuda.
Jika diberi makan maka iapun menginginkannya. Tapi bila tidak, maka iapun merasa puas.
Apabila Anda telah mengetahui ciri-ciri yang kusebutkan tadi, maka Anda akan menjadi bagian dari orang-orang yang berzuhud dari dunia dan mencintai akhirat.
Ketahuilah bahwa yang disebut dengan orang yang berzuhud sama saja dengan diberi seribu nama yang terpuji. Dan Anda termasuk orang-orang yang mengucilkan diri dan memutuskan hubungan dengan masyarakat untuk beribadah kepada Allah Swt., yaitu orang-orang yang merasa tenteram dan berkhidmat kepada Penguasa alam semesta.
Anda pun menjadi orang yang seperti dikatakan oleh seorang penyair berikut ini:
Sekelompok orang merasa sibuk dengan urusan dunia mereka.
Dan sekelompok orang yang lain menyepi untuk Tuhan mereka.
Lalu Allah mengharuskan mereka untuk diam di pintu keridaanNya.
Dan Dia mencukupkan mereka dari seluruh makhluk.
Mereka membariskan telapak kaki di malam hari
dan pandangan Dzat yang Maha Melihat selalu menjaganya. Maka beruntung sekali mereka itu. Dan sungguh mereka sangat beruntung
dengan penghormatan yang diberikan Allah pada mereka.
Anda juga menjadi bagian dari orang-orang yang berzuhud di hadapan Allah, menjadi orang yang istimewa di antara para hamba Allah. Yakni orang-orang yang difirmankan Allah:
Artinya: Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, tidak ada kekuasaan bagimu atas mereka.(Q.S. Al-Hijr: 42)
Anda juga termasuk orang-orang yang bertakwa, yaitu orangorang yang memiliki keberuntungan dunia dan akhirat. Saat itulah Anda menjadi pertolongan-Nya yang baik serta kemudahan-Nya. Dia-lah Dzat yang mencukupi semua perkara penting. Semoga Allah memberi pertolongan dalam segala kesukaran. Di tangan-Nya tergenggam segala urusan makhluk. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Inilah yang ingin kami kemukakan dalam bab ini.
Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung.









One Comment