Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Minhajul Abidin

Kesimpulannya, jika Anda mau merenungkan dengan baik Anugerah-anugerah besar yang diberikan oleh Allah kepada Anda, pertolongan yang mulia dan tidak bisa dihitung oleh hati, tidak terjangkau angan-angan, sampai akhirnya berhasil melewati tahapan-tahapan berat, berhasil menemukan pengetahuan dan terbukanya mata hati. Anda juga terbebas dari dosa-dosa kecil Yan dosa-dosa besar, bisa mengatasi rintangan dan godaan yang datang kemudian, menemukan pendorong-pendorang untuk melakukan ibadah dan selamat dari hal-hal yang menjadikan cacat.

Berapa banyak pekerti mulia yang berhasil Anda perbuat. Berapa banyak derajat tinggi dan megah yang berhasil Anda peroleh. Pertama kali yang Anda dapatkan adalah kewaspadaan dan makrifat kepada Allah. Sedangkan puncaknya adalah kedekatan dan kemuliaan di sisi-Nya.

Kemudian Anda merenungkannya sesuai kapasitas akal dan taufik yang Anda miliki. Anda juga bersyukur kepada Allah semampunya dengan cara menyibukkan lisan Anda untuk memuji dan menyanjung-Nya. Anda juga memenuhi hati dengan keagungan dan kemegahan-Nya yang mengantarkan Anda sampai ke tempat yang menjadi penghalang antara Anda dan kedurhakaan kepada-Nya. Hal itu juga mendorong Anda untuk melayani-Nya semampu Anda atau dengan seluruh kemampuan yang Anda miliki seraya mengakui keterbatasan Anda dalam memenuhi hak kenikmatan dan kebaikan (yang diberikan)-Nya.

Jika suatu saat Anda lupa mensyukurinya, merasa kendor (saat beribadah) ataupun melakukan kesalahan, sebaiknya Anda segera kembali mengulang, bersungguh-sungguh dan merendahkan diri kepada-Nya. Sebaiknya Anda juga bertawassul dan berdoa:

Artinya: “Ya Allah, ya Tuhanku. Seperti halnya Engkau mengawali kebaikan kepadaku dengan anugerah-Mu tanpa menuntut hak, maka sempurnakanlah kebaikan itu dengan anugerah-Mu juga tanpa menuntut hak.”

Kemudian Anda memanggil-Nya seperti panggilan yang diucapkan oleh para kekasih-Nya, yakni orang-orang yang telah menemukan mahkota hidayah dan merasakan manisnya makrifat sehingga mereka merasa takut bila harus terusir dan terhina. Merasakan duka cita berjauhan (dengan kekasihnya), tersesat, merasakan pahitnya putus hubungan dan kehilangan. Kemudian mereka merendahkan diri di hadapan-Nya, memohon pertolongan, menjulurkan tangan seraya merendah dan memanggilmanggil dalam kesepian untuk meminta pertolongan:

Artinya: “Ya Tuhan kami! Janganlah Engkau condongkan hati kami (dari kebenaran) setelah Engkau memberi petunjuk kepada kami. Dan berikanlah rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Memberi.” (Q.S. Ali Imran: 8)

Uraian dari ayat ini adalah: Sesungguhnya kami telah menemukan kenikmatan dari-Mu dan mengharap nikmat lain (yang akan Engkau berikan) karena hanya Engkau yang Maha Pemurah lagi Maha Memberi. Maka seperti pada awalnya Engkau memberikan kelebihan nikmat kepadaku, berikanlah rahmat kesempurnaan pada akhirnya.

Tidakkah Anda mendengar bahwa doa yang pertama kali diajarkan oleh Penguasa alam semesta kepada -hamba-Nya yang muslim, yakni orang-orang yang dipilih di antara makhlukNya adalah doa (firman Allah) sebagai berikut:

Artinya: “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.” (Q.S. Al Faatihah: 6)

Atau yang dimaksudkan adalah: Tetapkanlah kami pada jalan itu dan kekalkanlah jalan itu untuk kami.

Demikiankah hendaknya seorang hamba merendahkan diri di hadapan Allah, karena kekhawatiran yang ada sangatlah besar.

Ada yang mengatakan bahwa para hukama merenungkan musibah yang menimpa orang alim serta ujian untuknya, dan mereka mengembalikan semua itu pada lima hal: (Tertimpa) suatu penyakit di perantauan, miskin di usia tua, kematian di usia muda, kebutaan sesudah dapat melihat, dan ketidakjelasan setelah mengetahui (dengan pasti).

Lebih bagus lagi gubahan seorang penyair di bawah ini:

Segala sesuatu jika kau tinggalkan akan datang penggantinya.

Tapi jika yang kau tinggalkan adalah Allah, maka tidak ada yang bisa menggantikan-Nya.

Penyair lain mengatakan:

Jika dunia masih menetapkan seseorang pada agamanya,

maka apapun yang hilang dari dunia itu tidak akan membuatnya melarat.

Begitu juga dengan setiap kenikmatan yang diberikan-Nya kepada Anda dan bantuan yang diberikan untuk bisa melewati tahapan-tahapan ini. Memohonlah agar Dia menetapkan apa yang telah diberikan. Dan memohonlah agar Dia memberi tambahan lebih dari apa yang Anda inginkan serta Anda harapkan.

Bila telah melakukan semua itu berarti Anda telah meninggalkan (melewati) tahapan yang sangat mengkhawatirkan ini. Anda mendapatkan dua harta simpanan yang mulia, yakni istiqamah dan istizadah (tambahan). Nikmat yang telah ada dan diberikan kepada Anda menjadi kekal. Anda tidak akan takut kehilangan nikmat tersebut dan Dia akan memberikan tambahan berupa kenikmatan yang dahulu hilang, yakni kenikmatan yang tidak diberikan karena Anda tidak memintanya dengan baik. Jadi Anda tidak takut kehilangan tambahan tersebut.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker