Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Minhajul Abidin

Telah diceritakan bahwa murid-murid Sufyan Ats-Tsauri membicarakan beliau tentang apa yang mereka lihat seperti ketakwaan, kesungguhan dan keadaan buruk beliau. Mereka berkata: Wahai ustadz! Seandainya Anda mengurangi semua iri insya Allah Anda tetap mendapatkan apa yang Anda inginkan.” Sufyan menjawab: “Bagaimana aku tidak bersungguh-sungguh, sementara aku telah mendengar bahwa para pemilik (penghuni) surga berada di tempat tinggal mereka, lalu tampak cahaya menerangi kedelapan surga. Mereka menyangka bahwa itu adalah cahaya dari sisi Tuhan. Mereka pun menyungkur seraya bersujud. Lalu mereka diperintahkan agar mengangkat kepala, karena yang kalian sangka Tuhan itu adalah cahaya seorang wanita penghuni Surga yang tersenyum di hadapan suaminya.”

Kemudian beliau (Sufyan Ats-Tsauri) bersyair:

Orang yang memiliki tempat tinggal di surga firdaus tidak merasa rugi

dengan beban yang ditanggungnya seperti kesengsaraan dan kekurangan harta. Kamu melihatnya berjalan menuju masjid dengan perasaan susah, khawatir dan takut. Ia berjalan dengan pakaian usang.

Hai nafsu! Kamu tidak akan tahan dengan api yang menyala-nyala.

Sudah saatnya menghadap surga setelah kamu membelakanginya.

Kalau begitu keadaannya, maka menurutku (Al-Ghazali) urusan ibadah itu berkisar pada dua hal, yaitu berbuat taat dan menjauhkan diri dari maksiat. Keduanya tidak akan sempurna dengan adanya nafsu yang selalu mengajak berbuat buruk di sisinya kecuali dengan targhiib (iming-iming) dan tarhiib (menakut-nakuti), memberi harapan dan memberi rasa takut. Sebab hewan tunggangan yang beringas membutuhkan seorang penuntun yang mengarahkannya dan seorang penggiring yang memberinya semangat. Jika ia nyaris masuk ke  kadang ia harus dicambuk dengan cemeti di satu sisi dan di sisi lain diperlihatkan pada gandum sampai ia bangkit dan selamat dari apa yang akan menimpanya.

Anak kecil yang membandel tidak akan pergi ke sekolah kecuali dengan harapan yang diberikan oleh orang tuanya dan rasa takut yang diberikan oleh seorang guru. Begitu juga dengan nafsu. Ja adalah kendaraan beringas (nakal) yang hampir jatuh ke jurang dunia. Khauf (rasa takut) adalah cemeti dan penuntunnya sedangkan raja’ (harapan) adalah gandum dan penggiringnya.

Nafsu bagaikan anak kecil yang nakal, dibawa ke sekolah, ibadah dan takwa. Sedangkan menyebutkan neraka dan siksaan adalah untuk membuatnya takut dan menyebutkan surga beserta pahalanya adalah harapan dan iming-iming baginya.

Begitu juga seorang hamba yang ingin beribadah dan melatih diri harus merasakan dua hal pada nafsunya, yaitu khauf (rasa takut) dan raja’ (harapan). Jika tidak, maka jangan harap nafsu mau menolong ibadah Anda.

Dalam hal ini Al-Qur’an selalu mendatangkan dua hal yang berkumpul di satu tempat seperti janji yang menjadi satu dengan ancaman dan iming-iming yang menjadi satu dengan hal yang menakutkan. Allah mendatangkan keterangan yang berlebihan. Dia menggambarkan pahala dengan sesuatu yang setiap orang tidak sabar ingin meraihnya dan menggambarkan neraka dengan sesuatu yang setiap orang tidak mampu mengalaminya.

Kalau begitu keadaannya, maka hendaklah Anda selalu berpegang teguh pada dua hal (raja’ dan khauf) ini, niscaya akan Anda dapatkan keinginan untuk beribadah dan merasa ringan menanggung beban yang berat.

Hanya Allah yang menguasai taufik dengan anugerah dan rahmat-Nya.

Jika Anda berkata: “Apa hakekat raja’ dan khauf serta bagaimana hukum keduanya?”

Ketahuilah! Menurut ulama kita khauf dan raja’ ini kembali pada gerakan hati (khanthir). Sedangkan seorang hamba hanya mampu menguasai muqaddimah (tahapan awal)nya saja. Mereka berkata: “ Khauf adalah gemuruh di dalam hati yang muncul karena menyangka akan mengalami (mendapatkan) sesuatu yang tidak disukai.

Khasyyah (takut) juga hampir sama dengan khauf, akan tetapi perasaan ini menghendaki semacam pengagungan dan rasa kagum. Lawan kata “khauf” adalah “jara’ah” (berani), tapi bisa juga dengan kata “rasa aman” seperti orang yang mengatakan “penakut” sebagai lawan kata dari “orang yang merasa aman” atau “takut” dan “aman”. Sebab orang yang merasa aman adalah orang yang berani (menentang) kepada Allah. Jadi, yang benar lawan kata “khauf’ adalah “jara’ah” (keberanian).

Mukadimah (tahapan awal) dari khauf ada empat:

  1. Mengingat banyaknya dosa yang telah lalu dan banyaknya musuh, yaitu orang-orang yang terus menerus berbuat zalim. Sedangkan Anda sudah tergadai dan tidak mungkin bisa terlepas setelah itu.
  2. Mengingat pedihnya siksaan Allah Swt. yang tidak mampu Anda tanggung.
  3. Mengingat kelemahan diri Anda saat harus menanggung siksaan.
  4. Mengingat kekuasaan Allah terhadap diri Anda, kapan dan di mana Dia menghendaki.

Sedangkan raja’ adalah perasaan senang di dalam hati setelah mengetahui anugerah Allah dan mencari kesenangan pada keluasan rahmat-Nya. Dan raja’ semacam ini termasuk gerak hati yang tidak dikuasai seorang hamba.

Ada lagi raja’ yang mamnu dikuasai oleh seorang hamba, yakni mengingat anugerah Allah dan keluasan rahmat-Nya.

Mengharapkan sesuatu yang mengkhawatirkan dengan disertai pengecualian juga bisa dinamakan raja’.

Yang diinginkan dalam bab ini adalah yang pertama, yaitu ingatan yang sesuai dengan perasaan senang dan mengharapkan kesenangan.

Kebalikan (lawan) kata “raja” adalah “ya’s” (putus asa), yaitu mengingat hilangnya rahmat Allah dan anugerah-Nya serta memutuskan harapan di dalam hati. Putus asa ini termasuk kemaksiatan yang murni.

Raja’ menjadi wajib bila seorang hamba tidak memiliki jalan lain untuk mencegah keputusasaan. Jika ia memiliki jalan lain maka raja’ ini menjadi sunat baginya setelah meyakini anugerah dan keluasan rahmat Allah secara global.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker