Ketahuilah bahwa kitab ini tidak bisa menampung penjelasan dari apa yang telah kuketahui tentang kenikmatan. Dan seandainya aku menulis sejuta halaman tentang hal itu tentu pengetahuanku masih lebih tinggi di atasnya. Sementara aku juga tahu bahwa apa yang telah kuketahui bila dibandingakan dengan hal-hal yang tidak kuketahui bagaikan sekali ludahan yang dibandingkan dengan lautan dunia dengan berbagai rahasia yang ada di dalamnya.
Adakah Anda tidak mendengar firman Allah kepada pemimpin para utusan, Muhammad Saw. berikut ini:
Artinya: “Hai Muhammad! Engkau tidak tahu apa itu kitab dan apa itu iman.” (Q.S. Asy-Syuuraa: 52)
Sampai dengan firman Allah:
Artinya: “Dan Allah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan anugerah Allah kepadamu sangat besar.” (O.S. An-Nisaa’: 113)
Allah berfirman pada suatu kaum:
Artinya: “Sebaliknya Allah memberikan anugeruh kepada kalun setelah Allah memberi petunjuk untuk beriman.” (Q S. Al-Hujuraat: 17)
Apakah Anda tidak mendengar sabda Rasulullah Saw. setelah beliau mendengar seorang lelaki mengucapkan “Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya engkau telah memuji Allah atas nikmat yang besar.”
Ketika datang pemberi kabar gembira kepada Nabi Ya gub a.s. beliau berkata: “Apakah agama yang dipeluk (Yusuf) saat kamu meninggalkannya?” Pembawa kabar itu menjawab: “Dia memeluk agama Islam.” Nabi Ya’gub berkata: “Sekarang sempurnalah nikmat Allah (untukku).”
Ada yang mengatakan: “Tidak ada satu kalimat yang lebih dicintai oleh Allah dan lebih sempurna di hadapan-Nya dalam masalah syukur selain ucapan seorang hamba “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kenikmatan kepada kami, dan menunjukkan kami kepada agama Islam.”
Berhati-hatilah! Jangan lupa mensyukuri nikmat Islam dan tertipu dengan apa yang sedang Anda peluk saat ini seperti Islam, makrifat, taufik dan pemeliharaan. Karena dengan semua itu tidak ada tempat untuk merasa aman dan lengah, karena setiap sesuatu memiliki akibat.
Sufyan Ats-Tsauri berkata: “Tak seorangpun merasa aman di atas agamanya selain agama itu akan dicabut darinya.”
Guruku mengatakan: “Jika Anda mendengar keadaan orang-orang kafir dan keabadian mereka di dalam neraka maka Anda tidak akan merasa tenteram memikirkan diri Anda, karena segala sesuatunya sangat mengkhawatirkan, dan Anda tidak tahu akibat apa yang akan diperoleh dan apa yang telah ditetapkan oleh Allah di alam gaib. Janganlah Anda tertipu dengan kebersihan waktu, karena dibawahnya terdapat penyakit-penyakit yang tidak terlihat.”
Seorang ulama berkata: “Wahai orang-orang yang tertipu dengan pemeliharaan Allah! Ingatlah bahwa di bawah meliharaan tersebut terdapat berbagai siksa. Allah menghiasi iblis dengan berbagai macam pemeliharaan, sedang di hadapanNyaia benar-benar dilaknati. Allah menghiasi Bal am bin Ba’uraa dengan cahaya-cahaya kewalian, tapi sebenarnya dia adalah musuh Allah.”









One Comment