Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Minhajul Abidin

Allah tidak miskin, tidak lemah dan tidak ada yang tersembunyi dari semua itu. Maha Suci Allah. Dia lebih kaya dari prang-orang kaya, lebih mampu dari orang-orang yang mampu, febih pandai dari para ulama dan lebih pemurah dari para pemurah.

Maka dengan semua itu Anda benar bahwa sesungguhnya Dia tidak akan mencegah Anda kecuali karena hal itu baik dan menjadi pilihan-Nya. Bagaimana tidak jika Dia telah berfirman: 

Artinya: “Dia menciptakan untukmu semua yang ada di bumi.” (Q.S. al-Baqarah: 29)

Bagaimana tidak jika Dia bermurah hati dengan memberi kemakrifatan pada Anda, sesuatu yang dapat merusak dunia dengan berbagai rahasianya?

Dalam sebuah hadis diterangkan:

Artinya: “Sesungguhnya Allah berfirman, “Sungguh Aku melindungi kekasih-kekasih-Ku dari kenikmatan dunia seperti halnya penggembala yang penuh kasih melindungi ontanya dari tempat kurap berkembang biak.”

Tika Dia menguji Anda dengan sebuah kesulitan maka Yakinlah bahwa Dia tidak memerlukan ujian dan cobaan Anda. Dia Maha Tahu keadaan Anda, Maha Melihat kelemahan Anda dan Dia lebih mengasihi Anda. Apakah Anda tidak mendengar Nabi Saw. pernah bersabda:

Artinya: “Sesungguhnya Allah lebih mengasihi hamba-Nya yang beriman dibanding dari seorang ibu yang penuh kasih terhadap anaknya.”

Jika telah mengetahui maka Anda pasti mengerti bahwa Dia tidak menurunkan sesuatu yang tidak menyenangkan ini kecuali karena adanya kebaikan, akan tetapi Anda tidak mengetahui kebaikan tersebut sedangkan Dia tahu akan hal itu. Karenanya Anda melihat Dia sering memperbanyak.ujian untuk kekasih pilihan-Nya, yakni hamba-Nya yang paling mulia. Sampai-sampai Nabi Saw. bersabda:

Artinya: “Apabila Allah mencintai suatu kaum tentu Dia menguji mereka.”

Beliau juga bersabda:

Artinya: “Sesungguhnya manusia yang paling banyak menerima cobaan adalah para nabi, lalu para rasul, kemudian orang yang sederajat dengan mereka, dan seterusnya.”

Jika Anda melihat Allah menahan dunia dari Anda atau memperbanyak kesulitan dan cobaan kepada Anda, maka ketahuilah bahwa Anda sungguh mulia di hadapan-Nya dan menempati kedudukan tinggi di sisi-Nya. Dia menempatkan Anda pada jalan yang dilalui para kekasih-Nya. Dia Melihat Anda dan tidak membutuhkan semua itu.

Apakah Anda tidak mendengar firman-Nya:

Artinya: “Dan bersabarlah menunggu keputusan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami.” (Q.S. AthThuur: 48)

Lihatlah anugerah yang diberikan-Nya kepada Anda dan kebaikan yang dipelihara-Nya untuk Anda. Dia juga memperbanyak pahala dan menempatkan Anda pada derajat orang-orang baik dan mulia di hadapan-Nya. Anda pun melihat kesudahan yang terpuji dan pemberian yang agung.

Hanya Allah yang menguasai taufik dengan anugerah-Nya.

Secara singkat, jika Anda sudah tahu dan merasa yakin bahwa Allah-lah Dzat yang secara penuh menjamin rezeki yang mau tidak mau Anda perlukan untuk kelestarian hidup Anda dan pelaksanaan ibadah kepada-Nya. Dia mampu melakukan apa yang Dia kehendaki apapun yang diinginkan-Nya. Dia Maha Melihat kebutuhan Anda, keadaan demi keadaan dan waktu demi waktu. Maka Anda pun percaya dengan jaminan-Nya yang nyata, pada janji-Nya yang tepat dan hati Anda pun tenang karenanya. Anda juga berpaling, tidak mengingat berbagai ketergantungan dan penyebab serta ketergantungan hati kepada berbagai penyebab. Karena ketergantungan tersebut tidak bisa mencukupi Anda tanpa adanya Allah Swt., karena Dia-lah yang dah kita memakan dan meminumnya. Kemudin Allah jualah yang membuatnya terasa enak dan membuat nyaman. Dia juga Dzat yang mempertemukan Anda dengan kekuatan dan tannya, menolak keberatan dan bahaya-Nya. Dia-lah yang memperkaya dan mencukupi Anda dengannya jika Dia menghendaki. Dengan demikian segala sesuatu kembali kepadaNya, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu, bertawakallah kepada-Nya, jangan bertawakal kepada yang lain.

Di samping itu Anda juga tidak usah merancang semua urusan Anda. Serahkan semuanya kepada Allah, Dzat yang mengatur langit dan bumi. Kosongkan diri Anda dari sesuatu yanp tidak terjangkau pengetahuan dan pikiran Anda, yakni urusan yang terjadi esok pagi. Juga dari pemikiran tentang sesuatu yang akan ditemui atau tidak di keesokan hari, dan bagaimana hal itu akan terjadi.

Hendaknya mencukupkan diri, tidak berangan-angan dan berandai-andai, karena hal itu hanya membuat hati Anda sibuk dan menyia-nyiakan waktu yang mulia di dalamnya. Boleh jadi Anda menemukan sesuatu yang sama sekali tidak terbersit dalam benak Anda. Maka apa yang telah Anda pikirkan, Anda rancang, waktu Anda yang mahal terbuang percuma di dalamnya sama sekali tidak berguna, tidak bermanfaat, bahkan menjadi suatu kerugian yang akan Anda sesali. Anda juga rugi karena telah menyibukkan hati dan menyia-nyiakan umur di dalamnya.

Seorang ulama yang zuhud bersyair sehubungan dengan arti seperti di atas:

Telah terdahulu keputusan dan kepastian dari Allah. Istirahatkan (kosongkan) hatimu dari kata ‘kalau’ dan kata ‘seandainya.’

Ulama yang lain berkata:

Apa yang sudah ditetapkan akan terjadi pada waktunya.

Orang-orang bodoh bersusah payah dan bersedih hati.

Mungkin sesuatu yang kamu takutkan tidak terjadi dan mungkin

Juga apa yang kamu harapkan tidak terwujud.”

Lalu dengan cepat Anda berkata pada diri sendiri: “Wahai diriku! Tidak mungkin ada sesuatu yang menimpa kita selain apa yang telah ditakdirkan Allah untuk kita. Dia-lah Tuhan kita. Dia yang mencukupi kita dan Dia-lah sebaikbaik Dzat untuk memasrahkan diri, karena Dia Maha Kuasa dan kekuasaan-Nya tidak terbatas. Dia Maha Bijaksana dan kebijaksanaan-Nya tidak terbatas, dan Maha Pengasih yang tiada batasnya.

Orang yang mempunyai sifat-sifat seperti di atas benar-benar telah bertawakal kepada Allah dan menyerahkan segala urusan kepada-Nya. Oleh karena itu, hendaklah Anda selalu berserah diri.

Begitu pula Anda seharusnya memantapkan hati bahwa apa yang telah diputuskan oleh Allah itulah yang paling cocok dan terbaik walaupun hal itu tidak terjangkau pemikiran kita, bagaimana caranya dan apa rahasianya. Lalu Anda berkata pada diri sendiri: “Wahai diriku! Apa yang telah ditakdirkan pasti terjadi. Karena itu tiada gunanya merasa benci. Pilihan tetap jatuh pada apa yang dibuat Allah dan tiada jalan untuk membencinya. Bukankah kamu pernah berkata: ‘Aku rela Allah menjadi Tuhanku. Kenapa kamu tidak rela dengan keputusan (takdir)Nya? Padahal takdir termasuk urusan ketuhanan dan.itu adalah hak ketuhanan (Allah). Karena itu relakanlah.”

Begitu juga jika Anda tertimpa musibah dan mengalami hal yang tidak menyenangkan sebaiknya Anda menahan nafsu dan membatasi hati agar tidak sampai mengeluh. Jangan menampakkan pengaduan dan kesedihan apalagi saat pertama kali mengalaminya. Karena segala sesuatu tergantung pada saat semuanya dimulai, sementara pada saat itu nafsu selalu tergesa-gesa dengan kebiasaannya mengeluh.

Kemudian Anda berkata pada diri sendiri: “Wahai diriku! Semua ini telah terjadi. Tidak ada upaya yang bisa mencegahnya, Allah telah mencegah bahaya yang lebih besar darinya, karena sesungguhnya bentuk cobaan yang berada dalam gudang simpanan-Nya lebih banyak. Semua ini akan berakhir, tiada abadi, la bagai mendung yang akan terkuak, karena itu bertahanlah. Hai diriku! Sedikit musibah yang kau alami akan membuahkan kebahagiaan panjang dan pahala yang agung setelah kamu tidak menemukan tempat untuk mencegahnya.”

Tiada gunanya mengeluh. Sebenarnya tidak ada bencana (musibah) jika ia dihadapi dengan hati yang puas dan kesabaran. Kemudian mulut Anda sibuk dengan istirja’ dan hati Anda sibuk mengingat pahala yang diterima dari Allah. Lalu Anda mengingat bagaimana sabarnya para nabi yang tabah menerima musibahmusibah besar dan para wali (kekasih) yang mulia di hadapan Allah.

Jika pada suatu saat Anda tertahan dari dunia, katakanlah pada diri Anda sendiri: “Wahai diriku! Dia lebih tahu keadaanmu, lebih mengasihimu dan lebih Mulia. Dia-lah Dzat yang memberi makan pada anjing yang hina dan memberi makan orang kafir yang memusuhi-Nya. Sedangkan aku adalah hamba-Nya, mengenal-Nya dan mengesakan-Nya. Apakah aku tidak pantas ditukar dengan sepotong roti? Suatu hal yang mustahil. Karena itu, ketahuilah bahwa Dia tidak akan menahan hal itu kecuali karena ada manfaat yang lebih besar. Dan Allah akan menjadikan kemudahan setelah adanya kesulitan. Oleh karena itu, bersabarlah sebentar pasti kau akan melihat keajaiban dari kelembutan ciptaanNya. Adakah kau tidak mendengar seorang penyair berkata:

Nantikanlah apa yang diperbuat Tuhanmu, nanti akan datang apa yang kamu inginkan berupa jalan keluar (dari-kesulitan) yang dekat.

Jangan berputus asa jika menemui suatu musibah,

karena banyak kejadian alam gaib yang ajaib dan menakjubkan.

Ungkapan penyair lain yang hampir sama sebagai berikut:

Ingatlah wahai orang yang direpotkan sebuah keprihatinan.

Jika kesulitan itu telah memuncak menimpamu

maka pikirkanlah surah “Alam Nasyrah.”

Satu kesengsaraan di antara dua kesenangan.

Jika kamu mau mengulangnya pasti akan gembira.

Jika Anda telah menjalankan perintah-perintah ini dan semisalnya, kemudian dengan berkesinambungan Anda mengulang dan melatih diri, maka sungguh hal itu akan mempermudah diri Anda dalam waktu yang singkatjika memang memiliki keinginan kuat dan kesungguhan dalam hati. Dengan begitu Anda benar-benar telah mencegah empat macam rintangan ini dari diri Anda dan menyingkirkan bahayanya. Di hadapan Allah Anda termasuk orang-orang yang bertawakal, berserah diri, rela dengan takdir-Nya dan sabar menerima cobaan-Nya. Anda juga berhasil mendapatkan kenyamanan hati dan badan di dunia, mendapatkan keagungan pahala dan simpanan di akhirat. Mendapatkan derajat mulia dan kecintaan di hadapan Allah Penguasa alam semesta. Lalu Anda pun mengumpulkan dua kebaikan, yakni dunia dan akhirat.

Jalan ibadah Anda terbentang lurus karena tidak ada lagi rintangan dan kesibukan. Saat itulah Anda berhasil melewati satu tahapan yang sulit.

Hanya Allah tempat meminta. Semoga Dia berkenan membantu Anda dan kita semua dengan kebaikan taufik-Nya, karena segala sesuatu berada di bawah kekuasaan-Nya. Dia Maha Pengasih di antara para pengasih. Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker