Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Minhajul Abidin

Ketahuilah bahwa rincian keterangan ini sungguh teramat panjang dan tidak akan muat di dalam kitab ini. Akan tetapi para ulama akhirat berupaya dengan sungguh-sungguh untuk bisa menerangkan hal itu dan menyusun kitab yang tak lain hanya menerangkan urusan hati ini.

Dalam hal ini mereka menerangkan sekitar 90 hal terpuji dan 90 hal tercela sebagai bandingannya. Kemudian mereka menerangkan sekitar 90 langkah yang wajib dan 90 langkah terlarang, lengkap dengan perinciannya.

Sumpah demi hidupku. Sesungguhnya orang yang memperhatikan urusan agama, bangkit dari tidur orang-orang lupa dan melihat dirinya sendiri, jika mendapat taufik dari Allah, tentu tidak akan keberatan mencari dan mengamalkan semua ini.

Kami telah menerangkan sedikit tentang itu di dalam kitab “Keajaiban Hati” yang ada di dalam kitab Ihya Ulumiddin dan menerangkan semuanya disertai berbagai rincian dan cara merawatnya di dalam kitab Asraari Mu’aamalat Ad-Diini, yaitu sebuah kitab berbentuk kecil tapi manfaatnya besar. Manfaat kitab tersebut tidak bisa diambil selain oleh ulama-ulama besar yang berpengetahuan sangat dalam.

Sedangkan tujuan kitab ini adalah agar bisa digunakan, baik oleh para pemula ataupun orang yang telah mencapai puncak, orang yang kuat maupun yang lemah. Oleh karena itu, kami berpikir tentang hal-hal pokok yang harus diterangkan dalam upaya merawat hati dan yang sangat dibutuhkan dalam ibadah.

Kemudian di dalamnya kami menemukan empat hal yang sering menyebabkan para ahli ibadah tergelincir dan menjadi penyakit para mujtahid. Semua itu merupakan fitnah bagi hati dan bencana untuk nafsu, yang akan menghalangi, memperburuk, merusak dan menghancurkan.

Kami juga menemukan empat hal sebagai imbangannya, yaitu hal yang bisa menyebabkan para hamba mengatur peribadatan dan memperbagus hati.

Keempat penyakit tersebut adalah:

  1. Khayalan (ngelantur, panjang angan-angan)
  2. Tergesa-gesa
  3. Dengki
  4. Takabbur

Sedangkan keempat kebaikan (sifat baik) tersebut adalah:

  1. Pendek angan-angan
  2. Tenang dalam mengerjakan berbagai hal
  3. Memberi nasehat kepada (sesama) makhluk
  4. Tawadhuk dan khusyuk (merendahkan diri)

Inilah pokok-pokok kebaikan hati dan kerusakannya serta faedah yang samar dan menjadi sentral pembahasan. Oleh karenanya, hedaklah kita mengerahkan kekuatan penuh untuk memelihara diri dari penyakit-penyakit dan berhasil mendapatkan kemuliaan seperti ini, agar Anda tidak perlu mengeluarkan biaya banyak dan memperoleh apa yang Anda inginkan. Insya Allah.

Kami akan menerangkan penyakit-penyakit tesebut dalam bahasa yang ringkas tapi penuh makna.

  1. Khayalan (Panjang Angan-angan) | Khayalan merupakan perintang seorang hamba dari segala macam kebaikan dan ketaatan. Ia juga menjadi penarik untuk melakukan segala macam keburukan dan fitnah. Ia adalah penyakit parah yang akan menjerumuskan seseorang ke dalam berbagai macam bencana.

Ketahuilah bahwa jika angan-angan Anda sudah melantur, maka dari diri Anda akan muncul empat hal.

  1. Meninggalkan ketaatan dan perasaan malas.

Dalam hal ini Anda akan mengatakan: “Nanti saja kukerjakan. hari masih panjang dan hal itu pasti takkan lepas dariku (sempat kukerjakan).”

Benar sekali Dawud Ath-Thaai yang berkata: “Barangsiapa takut ancaman, maka menurutnya sesuatu yang jauh menjadi dekat. Dan barangsiapa panjang angan-angan (suka berkhayal) maka amalnya menjadi buruk.

Yahya bin Muadz Ar-Raazi berkata: “Angan-angan (khayalan) akan memutuskan segala kebaikan. Dan ketamakan akan menghalangi perkara hag. Kesabaran membawa keberuntungan, dan nafsu mengajak melakukan segala macam kejahatan.

  1. Meninggalkan tobat dan menundanya. Anda akan mengatakan: “Nanti saja aku bertobat. Hari-hari masih panjang, sementara umurku masih muda. Umurku sedikit, sedangkan tobat berada di depan mata. Aku bisa melakukannya kapanpun aku mau.”

Kadang orang semacam ini diterkam kematian. Maka kematian pun menyambarnya sebelum ia sempat memperbaiki amal.

  1. Rakus untuk mengumpulkan harta dan sibuk dengan urusan dunia serta melupakan akhirat. Anda akan mengatakan: ” Aku khawatir miskin di usia senja. Kadang aku tak mampu bekerja dan mau tidak mau harus memiliki simpanan yang kupersiapkan bila sakit, sudah renta atau miskin.

Perasaan ini dan yang sejenisnya termasuk hal yang menggerakkan Anda untuk mencitai dunia dan rakus terhadapnya. Anda juga akan mementingkan rezeki. Anda akan mengatakan: “Apa yang akan kumakan? Apa yang akan kuminum? Apa yang akan kupakai? Sekarang musim dingin. Sekarang musim panas. Sementara aku tidak memiliki apa-apa. Siapa tahu umurku panjang dan membutuhkan semua itu? Padahal memenuhi kebutuhan di waktu tua amatlah sulit. Sementara itu, aku harus makan dan tidak meminta-minta pada orang lain.”

Perasaan seperti ini dan yang sejenisnya akan menggerakkan Anda untuk mencari dunia, mencintai, menumpuk dan menimbunnya. Hal ini paling tidak akan membuat hati Anda sibuk, menyia-nyiakan umur, menambah keprihatinan dan kesedihan Anda yang tiada berguna. Seperti apa yang diceritakan dari Abu Dzarr r.a. Beliau berkata: “Aku telah . terbunuh oleh keprihatinan terhadap suatu hari yang tak pernah kutemui.”

Ada yang bertanya: “Bagaimana bisa demikian wahai Abu Dzarr! Beliau menjawab: “Karena angan-anganku melebihi batas umurku.”

  1. Hati menjadi keras dan melupakan akhirat. Sebab jika berkhayal akan berumur panjang, pasti Anda tak lagi mengingat kematian dan alam kubur seperti yang dikatakan oleh Ali bin Abu Thalib r.a.: “Sesungguhnya sesuatu yang paling kukhawatirkan menimpa kalian semua adalah dua hal, yaitu panjang anganangan (berkhayal) dan mengikuti hawa nafsu. Ingatlah bahwa sesungguhnya khayalan itu akan melupakan ahkirat dan mengikuti hawa nafsu akan mencegah seseorang dari sesuatu yang haq.”

Kalau sudah begitu, tentu pikiran atau yang Anda pentingkan adalah membicarakan dunia, hal yang menyebabkan bisa hidup, bergaul dengan masyarakat dan sebagainya. Kemudian hati Anda akan menjadi keras karenanya. Sedangkan yang membuat hati menjadi lunak danjernih adalah mengingat kematian, alam kubur, pahala, siksaan dan hal ihwal urusan akhirat. Jika dari ini semua tak satupun yang terdapat di hati Anda, maka bagaimana mungkin hati menjadi lunak dan jernih?

Allah berfirman:

Artinya: ” Kemudian berlalulah masa panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras.” (Q.S. Al-Hadid: 16)

Dengan begitu jika Anda melanturkan angan-angan (berkhayal), maka sedikit sekali kataatan yang Anda kerjakan, tobat Anda tertunda, maksiat menjadi banyak, kerakusan makin menjadi-jadi, hati menjadi keras, dan Anda menjadi orang yang terlalu melupakan akibat yang akan didapatkanya di ahkirat. Akhirnya hilanglah ahkirat Anda. Lalu apa kejadian yang lebih buruk dari ini? Kerusakan apakah yang lebih besar dari ini? Semua ini disebabkan oleh khayalan (angan-angan yang melantur).

Adapun jika Anda memendekkan angan-angan, mendekatkan diri pada kematian (selalu mengingatnya), mengingat kawankawan dan saudara-saudara Anda yang dikejutkan oleh kematian pada saat yang tidak mereka perhitungkan, Anda akan sadar bahwasiapa tahu Anda sendiri mengalami hal yang sama dengan mereka. Maka waspadalah hai nafsu! Ingatlah apa yang dikatakan oleh Auf bin Abdullah: “Dan berapa banyak orang yang hidup di suatu hari dan tak sempat menyempurnakannya. Berapa banyak orang yang menunggu pagi dan tidak sempat menjumpainya.”

Jika Anda melihat batas umur dan perjalanannya niscaya Anda akan membenci khayalan dan tipuan yang dibuatnya.

Tidakkah Anda mendengar perkataan Isa bin Maryam a.s. bahwa dunia ini terbagi menjadi tiga:

  1. Hari kemarin yang telah berlalu, dan Anda tidak mendapat apa-apa darinya.
  2. Hari esok yang Anda sendiri tidak tahu bisa menjumpainya atau tidak.
  3. Hari yang sedang Anda jalani (hari ini). Karena itu ambillah keuntungan darinya.

Kemudian ingatlah perkataan Abu Dzar Al-Ghifari berikut ini: ” Dunia ini terbagi menjadi tiga kesempatan.

  1. Kesempatan yang telah berlalu.
  2. Kesempatan yang sedang Andajalani saat ini.
  3. Kesempatan yang Anda sendiri tidak tahu bisa menjumpainya atau tidak (kesempatan setelah ini).”

Jadi, pada hakekatnya Anda hanya memiliki satu kesempatan. Kematian terus menunggu dari waktu ke waktu.

Selanjutnya ingat pula perkataan guru kami Abu Bakar rahimahullah: “ Dunia ini bagaikan tiga tarikan nafas:

  1. Nafas yang telah berlalu. Yaitu nafas yang Anda pergunakan untuk mengerjakan apa saja.
  2. Nafas yang sedang Anda jalani.
  3. Nafas yang Anda sendiri tidak tahu bisa menjumpainya atau tidak. Sebab betapa banyak orang yang menarik nafas satu kali, lalu ia dikejutkan oleh kematian sebelum sempat menarik nafas kedua kalinya.

Pada hakekatnya Anda hanya memiliki satu tarikan nafas, bukan sehari ataupun satu jam. Karena itu, dengan satu tarikan nafas ini bersegeralah menjalankan ketaatan sebelum kesempatan itu hilang. Segeralah bertobat. Siapa tahu pada tarikan nafas yang kedua Anda sudah mati. Jangan terlalu mementingkan rezeki, karena bisa saja Anda tak lagi hidup dan membutuhkannya. Kalau itu yang diutamakan, waktu Anda menjadi sia-sia dan keprihatinan Anda juga tiada gunanya.

Untuk apa seseorang mementingkan rezeki yang hanya dibutuhkan untuk sehari, satu jam, atau satu tarikan nafas? Tidakkah ia mengingat sabda Nabi Saw. tentang Usamah? Beliau bersabda:

Artinya: “Tidakkah kalian merasa heran kepada Usamah yang membeli dengan tempo sebulan? Sesungguhnya Usamah telah berkhayal. Demi Allah aku tidak meletakkan satu telapak kaki dan berpikir bisa mengangkatnya kembali. Aku tidak pernah menyuap satu suapan dan berpikir bisa menelannya sampai kematian menyusulku. Demi Dzat yang nyawaku berada dalam “genggaman” – Nya. Sesungguhnya apa yang telah dijanjikan pada kalian pasti akan datang. Dan kalian takkan dapat melemahkan Allah.”

Jika Anda mengingat peringatan-peringatan ini dan tekun menjalaninya dengan cara mengulang-ulang, maka angan-angan Anda pasti menjadi pendek dengan izin Allah. Saat itu diri Anda akan terlihat bersegera menjalankan ketaatan dan bertobat. Dengan begitu Anda gugur dari kemaksiatan, berzuhud dari dunia dan usaha untuk mencarinya. Lalu perhitungan (hisab) dan tanggung jawab Anda menjadi ringan. Hati Anda memasuki suasana mengingat akhirat dan hal-hal menakutkan yang ada di dalamnya. Semua itu hanya karena dari satu nafas ke nafas berikutnya, ia berjalan menuju ke sana dan melihatnya satu persatu. Kemudian kekerasan hati akan hilang dan nampaklah kelembutan serta kejernihan. Saat itulah Anda akan merasa takut kepada Allah, istiqamah dalam beribadah, memiliki harapan kuat untuk mempersiapkan diri Anda dari kematian dan meraih apa yang Anda inginkan di akhirat. Semua itu didapat karena satu hal, yaitu angan-angan yang pendek setelah mendapatkan anugerah dari Allah.

Diceritakan bahwa setelah Zararah bin Aufa wafat, beliau ditanya seseorang di dalam mimpinya: ” Amal apa yang lebih tepat menurut Anda?”

Beliau menjawab: “Rida dan pendek angan-angan (tidak berkhayal).”

Wahai saudaraku! Lihatlah dirimu. Kerahkan seluruh kemampuan untuk pokok agama yang penting ini. Sebab hal itu memang sesuatu yang paling penting untuk mencapai kebaikan hati dan diri seseorang.

Hanya Allah yang menguasai taufik dengan anugerah dan rahmat-Nya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker