Pokok ketiga, makhluk yang Anda tuju dengan amal dan selalu diharapkan kerelaannya itu, jika ia mengetahui bahwa Anda beramal karenanya, tentu ia akan merasa marah, tidak suka, menghina dan meremehkan Anda.
Bagaimana mungkin seseorang yang memiliki akal bekerja untuk seseorang yang jika ia tahu bahwa dirinya diharapkan kerelaaannya akan membenci orang tersebut dan menghinanya?
Hai orang yang perlu dikasihani! Bekerjalah untuk Dzat yang jika Anda bekerja untuk-Nya, menginginkan-Nya dengan perbuatan itu seta mengharapkan kerelaan-Nya dengan perbuatan tersebut, niscaya Dia akan mencintai, memberi dan memuliakan Anda sampai-sampai Dia merelakan dan mencukupi Anda dari segala kebutuhan.
Perhatikan keterangan ini dan pikirkanlah jika Anda seorang yang berakal.
Pokok keempat, sesungguhnya orang-orang yang telah berhasil menjalani hal-hal yang bisa digunakan untuk mencari kerelaan raja yang agung di dunia, kemudian dia masih mencari kerelaan tukang sapu yang diremehkan orang banyak, maka hal itu menjadi bukti ketololan dan kerendahan daya pikirnya serta buruknya bagian yang ia dapatkan. Pantas bila ditanyakan apa perlunya mencari kerelaan tukang sapu ini, sementara Anda mampu mendapatkan kerelaan dari sang raja lalu Anda kehilangan semuanya?
Seperti inilah keadaan orang yang berbuat riya. Kemudian apa perlunya Anda mencari kerelaan makhluk yang remeh, lemah dan terhina, sementara Anda mampu mendapatkan kerelaan Allah Tuhan semesta alam yang mencukupi segala kebutuhan? Jika keinginan Anda lemah dan kewaspadaan Anda kurang serta terpaksa mengharapkan kerelaan makhluk, maka jalan yang terbaik adalah memurnikan keinginan dan langkah Anda karena Allah Swt. Sebab hati dan ubun-ubun manusia berada dalam genggaman-Nya. Dia-lah Dzat yang membuat hati manusia cenderung pada Anda serta mengumpulkan diri mereka untuk Anda. Allah juga memenuhi mereka dengan rasa cinta kepada Anda sehingga dari semua itu Anda mendapatkan apa yang tidak bisa diperoleh dengan kesungguhan dan tujuan Anda.
Jika Anda tidak melakukan itu semua dan menginginkan kerelaan para makhluk selain Allah swt. dengan amal Anda, maka Dia akan memalingkan hati mereka dari Anda, membuat diri mereka menjauh dari Anda, dan semua makhluk memarahi Anda. Dengan begitu Anda mendapatkan murka dari Allah dan manusia sekaligus. Ingatlah hai orang-orang yang merugi dan terhalang dari rahmat Allah.
Telah kami ceritakan bahwa Hasan Al-Bashri berkata: Ada seseorang yang mengatakan Demi Allah. Aku akan benar-benar menyembah Allah dengan ibadah yang membuatku selalu diingat.Lalu dia menjadi orang yang pertama kali masuk ke dalam masjid dan terakhir kali orang yang keluar darinya. Tak seorangpun yang melihatnya kecuali ia sedang salat, berpuasa tapi tidak berbuka dan duduk di kalangan orang yang sedang zikir. Dia melakukan semua itu selama tujuh bulan. Lalu setelah itu dia tidak berjalan di muka umum kecuali orang-orang mengatakan Semoga Allah melakukan sesuatu kepada orang yang riya iri.
Kemudian orang itu memaki dirinya sendiri dan berkata kepadanya: Sungguh aku melihat diriku tidak akan mendapat apaapa. Sungguh. Aku akan menjadikan semua amalku karena Allah.Lalu dia tidak menambahkan amal sedikitpun dari apa yang dulu telah dikerjakannya. Hanya saja niatnya telah berubah menjadi baik.
Setelah itu dia berjalan di muka orang banyak dan mereka mengatakan Semoga Allah memberikan rahmat kepada si fulan karena sekarang dia telah berubah menjadi baik.
Lalu Hasan Al-Bashri membaca ayat:
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, maka Allah yang Maha Pengasih akan membuatkan rasa cinta untuk mereka.(Q.S. Maryam: 96)
Hasan Al-Bashri berkata: Allah mencintai mereka dan membuat mereka mencintai orang-orang mukmin.
Benar sekali apa yang dikatakan oleh seorang penyair:
Hai orang-orang yang mencari pujian dan pahala
di dalam amal. Kamu mencari sesuatu yang mustahil.
Allah akan menyia-nyiakan orang-orang yang riya
Serta membatalkan langkah dan keletihannya.
Barangsiapa mengharapkan bertemu dengan Tuhan,
tentu ia akan memurnikan pekerjaannya karena merasa takut kepada-nya.
Kekekalan dalam neraka berada dalam genggaman Allah,
karena itu perlihatkanlah amalmu kepada-Nya, niscaya Dia akan memberimu anugerah.
Sedangkan manusia tidak memiliki sesuatu,
lalu untuk apa engkau memperlihatkan amal di hadapan mereka?









One Comment