Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Minhajul Abidin

Apabila Anda tiba-tiba merasa tidak mampu melakukan zuhud seperti itu dan berusaha mendapatkan dunia, maka niatilah pencarian dunia itu sebagai persiapan dan mencari kekuatan untuk beribadah, bukannya menuruti keinginan syahwat dan mencari kelezatan. Sebab jika Anda niatkan untuk persiapan dan mencari kekuatan untuk ibadah, maka pencarian dan keinginan tersebut pada hakekatnya adalah kebaikan dan mencari akhirat, bukan mencari dunia. Dan hal itu tidak akan mengurangi kedudukan zuhud Anda.

Pahamilah keterangan ini! Semoga Anda mendapat petunjuk.

  1. Rintangan Kedua: Makhluk .

Hendaklah Anda menyendiri dari masyarakat. Hal itu harus dilakukan karena dua hal:

Pertama, Lingkungan masyarakat akan membuat Anda sibuk dan melupakan ibadah kepada Allah sesuai dengan apa yang diceritakan seorang ulama bahwa beliau berkata: “ Aku berjalan dan menemukan sekelompok orang yang sedang memanah. Sementara itu ada seseorang yang duduk agak jauh dari mereka dan aku bermaksud mengajaknya berbicara. Akan tetapi ia berkata: “Aku lebih tertarik mengingat (dzikir) Allah ketimbang pembicaraanmu.’ Aku berkata: “Apakah Anda sendirian? Dia menjawab: ‘Aku bersama Tuhan dan dua malaikat (pencatat amal)ku’ Aku bertanya: Siapa yang menang di antara mereka? ia menjawab: ‘Orang yang diampuni Allah. Aku bertanya: ‘Di mana jalan untuk mendapatkannya? Dia menunjuk dengan tangannya ke arah langit dan meninggalkanku seraya bergumant ‘Kebanyakan makhluk telah melupakan-Mu. ”

Dengan demikian, masyarakat akan membuat Anda sibuk dan meninggalkan ibadah, menghalangi Anda atau bahkan menjerumuskan ke dalam perbuatan buruk dan merusak yang dikatakan oleh Hatim Al-Asham rahimahullah: “ Aku berusaha mendapatkan lima hal dari masyarakat tapi tidak bisa menemukannya. Aku berusaha agar mereka berbuat taat dan berzuhud tapi mereka tidak melakukannya. Aku berkata: “Jika kalian tidak melakukannya, maka tolonglah agar aku bisa melakukannya” dan mereka pun tidak melakukan hal itu. Lalu aku berkata: “Relakan kalau aku melakukan hal itu.” Mereka juga tidak merelakanku. Aku berkata: “Jangan mencegahku menjalani keduanya.” Mereka malah mencegahku. Aku berkata: “Jangan mengajakku melakukan sesuatu yang tidak diridai oleh Tuhan yang Maha Agung dan jangan memusuhi bila aku tidak mengikuti kalian”. Mereka juga tidak melakukannya. Maka aku pun meninggalkan mereka dan sibuk mengurusi diri sendiri secara khusus.

Ketahuilah wahai saudarakuseagama! Sesungguhnya nabimu Muhammad Saw. telah menggambarkan masa ‘uzlah, menerangkan sifat-sifatnya dan juga sifat-sifat orang menjalaninya serta memerintahkan agar mengasingkan diri pada masa itu. Tak diragukan lagi bahwa beliau lebih tahu yang terbaik dan lebih memberi nasehat kepada kita dibanding diri kita sendiri.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami masa seperti yang telah diterangkan, maka ikutilah perintah beliau dan terimalah nasehatnya. Jangan ragu! Beliau adalah orang yang lebih mengerti apa yang terbaik buat Anda di masa yang Anda alami. Jangan membuat alasan yang tidak benar dan membohongi diri sendiri. Jika tidak, maka Anda akan binasa dan tidak lagi memiliki alasan.

Gambaran di atas adalah keterangan yang terdapat di dalam hadis riwayat Abdullah bin Amr bin “Ash r.a. Beliau berkata: “Suatu saat kami berada di sekeliling Rasulullah Saw. ketika membahas masalah fitnah. Beliau bersabda:

Artinya: “(Masa itu akan datang) jika kalian telah melihat manusia mengumbar janji, meremehkan kepercayaan dan sudah seperti ini (beliau menjalin kedua tangannya). Abdullah bertanya, “Apa yang harus kuperbuat di masa itu?” Beliau menjawab, ‘Teteplah tinggal di rumah, kendalikan pembicaraanmu, ambil apa yang telah kau ketahui sisi baiknya dan tinggalkan apa yang kau ingkari. Hendaklah kamu mengurus yang khusus (diri sendiri) dan meninggalkan urusan orang lain.”

Dalam hadis lain diterangkan bahwa beliau bersabda:

Artinya: “Masa tersebut adalah hari-hari yang penuh pertikaiat Ada yang bertanya, “Apakah yang dimaksud dengan hari-har! pertikaian?” Beliau bersabda:, “Yaitu hari ketika seseorang tidak merasa aman dari teman duduknya.”

Ibnu Mas’ud menerangkan bahwa dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Al-Harits bin ‘Umairah beliau Saw. Bersabda:

Artinya: “Jika kamu dianugerahi umur panjang, maka akan datang padamu masa yang ketika itu benyak tukang pidato tapi sedikit yang berilmu, banyak orang yang meminta tapi sedikit yang memberi. Dan pada saat itu hawa nafsu menjadi penarik dalam menuntut ilmu.”

Al-Harits bertanya: “Kapan itu terjadi ya Rasulullah?

Beliau bersabda:

Artinya: “Nanti ketika salat berjamaah telah dimatikan (ditinggalkan), (uang) suap telah diterima dan agama dijual dengan harga murah. Kalau sudah begitu maka carilah keselamatan. Kasihan kamu! Carilah keselamatan.”

Semua yang disebut dalam hadis ini sudah Anda lihat dengan mata kepala pada zaman di mana Anda hidup. Karena itu, kasihanilah diri Anda.

Para salafash-shaalih telah sepakat untuk memelihara diri dari zaman mereka yang penuh fitnah dan orang-orang yang hidup di zaman itu, memilih nengasingkan diri, menganjurkannya dan saling mengingatkan tentang (zaman) itu.

Tak diragukan lagi bahwa mereka adalah orang-orang yang lebih waspada dan pemberi nasehat. Dan lagi masa setelah mereka tidak akan menjadi lebih baik dari sebelumnya bahkan lebih buruk dan lebih pahit.

Pendapat ini kuambil dari apa yang dikatakan oleh Yusuf Al. Ashbath. Beliau berkata: “Aku mendebgar bahwa Sufyan Ats. Tsauri mengatakan: ‘Demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Telah dihalalkan ‘uzlah (menyendiri) di masa sekarang ini.”

Menurutku jika ‘uzlah telah dihalalkan di zaman beliau, maka di zaman kita sekarang ini tentu telah menjadi suatu kewajiban. Diceritakan dari Sufyan Ats-Tsauri juga bahwa beliau menulis surat kepada Abbad Al-Khawash rahimahullah: “Amma ba’du. Sesungguhnya kamu (hidup) di suatu zaman yang diminta oleh para sahabat Rasulullah agar mereka tidak mengalaminya. Menurutku mereka memiliki pengetahuan yang tidak kita miliki. Lalu bagaimana dengan kita jika harus mengalaminya, sementara pengetahuan, kesabaran dan orang yang menolong kebaikan kita hanya sedikit. Dunia kita semakin keruh dan manusia semakin rusak. Dan sesungguhnya sahabat Umar Al-Khaththab telah mengatakan bahwa ‘uzlah membuat kita merasa nyaman danjauh dari pergaulan buruk.’ ”

Dalam hal ini ada penyair yang mengatakan:

Masa sekarang adalah masa yang kita semua

telah diingatkan darinya dalam ucapan Ka’ab dan Ibnu mas’ud,

suatu masa yang pada saat itu seluruh kebenaran ditolak

sedangkan kezaliman dan perampasan hak tak lagi ditolak.

Saat itu kebutaan dan ketulian bercampur menjadi satu.

Iblis naik dan turun.

Jika masa ini terus berlanjut dan tidak berganti dengan masa yang baru,

niscaya tidak ada orang menangis saat ada kematian dan bahagia saat ada kelahiran.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker