Dikisahkan bahwa Nabi Yusuf a.s. menulis surat jawaban kepada Nabi Ya Qub a.s.: “Sesungguhnya nenek moyangmu adalah orang-orang yang bersabar dan mereka memperoleh apa yang mereka inginkan. Karena itu bersabarlah seperti mereka, niscaya akan kau dapatkan keinginanmu seperti mereka juga mendapatkan apa yang mereka inginkan.”
Hal ini juga sesuai dengan arti ungkapan sebuah syair:
“Sungguh. Janganlah kamu berputus asa meski pencarian teramat panjang. Jika bersabar akan kau temukan jalan yang lebar.
Sudah sepantasnya orang yang bersabar diberi apa yang dibutuhkannya,
dan orang yang mengetuk pintu bisa masuk rumah.
Keuntungan yang lain adalah lebih maju dari orang lain dan menjadi seorang pemimpin. Allah berfirman:
Artinya: “Dan Kami jadikan mereka pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah dari Kami karena mereka bersabar.” (Q.S. As-Sajdah: 24)
Keuntungan yang lain adalah pujian (sanjungan) dari Allah. Allah Swt. berfirman:
Artinya: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang bersabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (Q.S. Shaad: 44)
Keuntungan lain berupa kabar gembira dengan datangnya rahmat dari Allah. Dia berfirman:
Artinya: “Dan berikanlah kabar gembira untuk orang-orang yang bersabar.” (Q.S. al-Baqarah: 155)
sampai pada firman:
Artinya: “Mereka itulah orang-orang yang mendapat keberkahan sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka.” (Q.S. al-Baqarah: 157)
Keuntungan lain berupa kecintaan Allah. Dia berfirman:
Artinya: “Dan Allah mencintai orang-orang yang bersabar.” (Q.S. Ali Imran: 146)
Keuntungan lain berupa derajat tinggi di surga. Allah berfirman:
Artinya: “Mereka itulah orang-orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (di dalam surga) karena kesabaran mereka.” (Q.S. Al Furqaan: 75)
Keuntungan lainnya adalah kemulian yang agung. Allah berfirman:
Artinya: “Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.” (Q.S. Ar-Ra’d: 24)
Keuntungan lain berupa pahala tanpa batas dan tiada habisnya yang berada di luar jangkauan angan-angan, hitungan, dan apa yang dicapai oleh semua makhluk. Allah berfirman:
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Q.S. Az-Zumar: 10)
Maha Suci Dzat, Tuhan, Tuan yang Maha Pemurah. Sungguh menakjubkan kemuliaan-Nya. Segala kemuliaan di dunia dan akhirat ini Dia berikan kepada hamba-Nya karena kesabaran yang hanya sesaat. Kemudian jelaslah bagi Anda bahwa kebaikan dunia dan akhirat terletak di dalam kesabaran.
Nabi Saw. bersabda:
Artinya: “Tak seorangpun diberi suatu pemberian yang lebih baik dan luas ketimbang kesabaran.”
Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. Beliau berkata: “Segala kebaikan orang-orang mukmin bersatu dalam kesabaran.”
Sungguh indah gubahan seorang penyair berikut ini:
Kesabaran adalah kunci semua harapan.
Dan segala kebaikan bisa terwujud karenanya.
Bersabarlah walau malam terlalu panjang.
Kuda yang beringaspun kadang menjadi jinak (karena kesabaran).
Kadang sesuatu yang dikatakan tak mungkin
terjadi bisa diperoleh dengan kesabaran.
Penyair lain berkata:
Aku telah bersabar dan itu bagian dari kepribadianku.
Dan cukuplah bagimu bahwa Allah menyanjung kesabaran.
Aku akan terus bersabar hingga Allah rhemberi kepastian antara kita,entah menuju kemudahan ataukah menuju kesukaran.
Oleh karenanya, hendaklah Anda berusaha mendapatkan Perilaku yang mulia dan terpuji ini serta mengerahkan seluruh kemampuan di dalamnya. Dengan begitu Anda termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.
Hanya Allah yang menguasai taufik.
Jika Anda bertanya: “Apakah arti sabar yang sebenarnya dan bagaimana hukumnya?”
Ketahuilah bahwa kata “ash-shabru” dilihat dari scgi bahasa adalah menahan diri. Allah Swt. berfirman:
Artinya: “Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru pada Tuhannya.” (Q.S. Al-Kahfi: 28)
Artinya tahanlah hidupmu bersama mereka.
Allah Swt. juga bersifat sabar. Artinya Dia menahan siksaan orang-orang yang berdosa. Karena itu Dia tidak tergesa-gesa memberikan siksaan kepada mereka.
Kemudian pekerjaan yang dilakukan oleh hati juga dinamakan sabar, karena iajuga menahan diri dari keluh-kesah.
Menurut pendapat para ulama, keluh-kesah adalah menyebutkan kegoncangan hati dalam menghadapi kesulitan.
Ada ulama yang berkata: “Keluh-kesah adalah keinginan untuk keluar dari kesulitan secara pasti. Sedangkan sabar adalah tidak menginginkan hal (keluar dari kesulitan) ini.
Benteng untuk menjaga kesabaran adalah mengingat sampai sejauh mana kesulitan tersebut dan seberapa lamanya. Kesulitan tersebut tidak akan bertambah, berkurang, maju ataupun mundur. Dan tidak ada gunanya mengeluh. Bahkan hal itu berbahaya dan sangat mengkhawatirkan.
Yang melindungi benteng ini adalah mengingat kebaikan yang akan diberikan oleh Allah sebagai gantinya. Juga simpanan pahala besar yang ada di sisi-Nya sebagai imbalan.
Pahami dan camkanlah hal ini.
Tahapan yang sulit dan menjadi penghalang ini suhah seharusnya Anda lalui dengan menyingkirkan rintangan yang empat macam (rezeki, kekhawatiran, qada, dan bencana) sekaligus membersihkan penyakitnya. Karena bila tidak, rintangan tersebut tidak akan membiarkan Anda untuk mengingat tujuan beribadah dan memikirkannya, apalagi sampai melaksanakan dan bisa berhasil (satu hal yang tidak mungkin). Karena masing-masing rintangan memiliki sesuatu yang menyibukkan baik di masa sekarang ataupun di masa mendatang.
Kemudian, di antara keempat rintangan tersebut yang paling berat dan sulit adalah urusan rezeki dan pengaturannya. Urusan rezeki adalah ujian yang besar sekali bagi kebanyakan orang. Ujian yang melelahkan diri mereka, menyibukkan hati, menambah kesedihan, menyita waktu, memperbesar kesalahan dan dosa mereka. Membuat mereka berpindah dari pintu Allah dan melayani-Nya menuju pengabdian kepada dunia dan makhluk lain. Lalu mereka hidup di dunia dalam keadaan lalai, gelap, payah, sulit, terhina dan tercela. Dan mereka datang ke akhirat dalam keadaan bangkrut, dihadapkan pada perhitungan dan siksaan, jika tidak mendapatkan rahmat dari Allah dengan anugerah-Nya.









One Comment