Mukadimah raja’ ada empat:
- Mengingat anugerah Allah yang diberikan kepada Anda semenjak dahulu tanpa adanya amal yang mendahului serta orang yang menolong.
2 Mengingat anugerah yang dijanjikan allah berupa pahala yang berlimpah dan kemuliaan yang agung, yang diukur dengan anugerah dan kemuliaan-Nya, tidak diukur dengan hak yang Anda miliki karena suatu amal. Sebab jika anugerah tersebut diukur sesuai amal, tentu anugerah itu sangat sedikit dan sangat kecil.
- Mengingat banyaknya kenikmatan Allah yang diberikan kepada Anda berupa urusan agama dan dunia dengan seketika seperti bermacam pertolongan dan kelembutan yang diberikan tanpa menuntut hak dan memintanya.
- Mengingat keluasan rahmat Allah yang mengalahkan kemurkaan-Nya. Dan sesungguhnya Dia Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kaya, Maha Mulia dan mengasihi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Jika Anda senantiasa mengingat dua hal ini, maka ingatan tersebut akan membawa Anda pada perasaan raja’ dan khauf dalam segala keadaan.
Hanya Allah yang menguasai taufik dengan karunia dan anugerah-Nya.
Pada tahapan ini hendaknya Anda melewatinya dengan sangat berhati-hati, menjaga diri dan menggunakan batas-batas aturan yang ada. Sebab tahapan ini sangat sulit ditempuh dan penuh bahaya karena jalan tersebut berada di antara dua jalan yang menakutkan dan merusak, yaitu rasa aman dan putus asa. Raja’ dan khauf adalah jalan tengah di antara dua persimpangan.
Jika perasaan raja’ lebih mendominasi diri Anda sehingga tidak merasa takut sama sekali berarti Anda telah tergelincir ke jalan “rasa aman”. Padahal tidak ada yang merasa aman dari makar (tipu daya) Allah melainkan orang-orang yang merugi.
Jika perasaan khauf lebih mendominasi diri Anda sehingga tidak memiliki harapan (raja’) sama sekali berarti Anda telah tergelincir ke jalan “putus asa”. Padahal tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Allah selain orang-orang kafir.
Jika Anda berjalan di antara khauf dan raja’ serta menjaga diri dari keduanya, itulah jalan tengah yang lurus, yaitu jalan yang dilalui para wali (kekasih) Allah dan orang-orang pilihan-Nya, yakni orang-orang yang Dia sifati dengan firman-Nya:
Artinya: “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan baik dan mereka pun berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyuk kepada Kami.” (Q.S. Al Anbiya’: 90)
Dengan begitu, tampak jelas bagi Anda bahwa tahapan ini memiliki tiga jalan:
- Rasa aman dan berani (kepada Allah).
- Putus asa.
- Takut dan berharap, yang terbentang di antara keduanya.
Jika Anda selangkah menyimpang ke kanan atau ke kiri, maka Anda telah terjerumus ke jalan yang membinasakan dan akan binasa bersama orang-orang yang binasa.
Kemudian yang harus diperhatikan adalah bahwa jalan menyimpang yang membinasakan itu lebih luas diameternya, lebih banyak hal yang menarik perhatian dan lebih mudah ditempuh ketimbang jalan tengah yang lurus. Sebab jika Anda melihat ke arah rasa aman, Anda akan melihat keluasan rahmat Allah, anugerah yang banyak, dan kemurahan yang teramat Sangat. Sesuatu yang sedikitpun tidak meninggalkan rasa takut Sehingga Anda mengandalkan hal itu dan merasa aman.
Jika Anda melihat ke arah khauf, maka Anda akan melihat besarnya kekuasaan Allah, pengaturan-Nya, banyaknya kemegahan, kejelian dan ketelitian-Nya terhadap para kekasih dan pilihan-Nya sehingga nyaris tidak ada harapan lalu Anda berputus asa.
Saat itulah Anda tidak hanya perlu melihat keluasan rahmat Allah sehingga mengandalkan hal itu dan merasa aman. Atau melihat kebesaran, kehebatan dan ketelitian Allah saja sehingga berputus asa. Akan tetapi Anda juga perlu melihat keduanya secara keseluruhan, mengambil sebagian dari yang satu dan sebagian lagi dari yang lain, menapak jalan kecil yang rumit di antara keduanya, kemudian berjalan di atasnya agar selamat.
Jalan nya’ yang murni itu mudah, lebar dan lapang (datar), tapi akhirnya mengantar Anda ke tempat rasa aman dan kerugian. Jalan khauf yang murni juga lebar dan lapang tapi akhirnya mengantar Anda pada kesesatan. Sedangkan jalan tengah antara keduanya, yaitu jalan khauf dan raja’ meskipun kecil dan sulit ditempuh, namun jalan itu yang membuat selamat, jalan lurus yang mengantar Anda kepada ampunan dan kebaikan, kemudian sampai ke surga dan keridaan serta bertemu dengan Raja yang Maha Pengasih. Apakah Anda tidak mendengar firman Allah tentang orang-orang yang menempuh jalan ini yang berbunyi:
Artinya: “Sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan mengharap.” (Q.S. As-Sajdah: 16)
Kemudian Dia juga berfirman:
Artinya: “Dan seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah:17)
Camkanlah semua keterangan ini dengan sungguh-sungguh. singsingkan lengan baju dan ingatlah segala sesuatunya karena itu bukanlah hal mudah. Hanya Allah tempat memohon taufik.
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Anda tidak bisa melewati jalan ini sambil membawa nafsu yang nakal, malas berbuat baik dengan cara menjauhi kesenangannya dan berusaha menjalankan ketaatan yang dirasanya berat kecuali dengan memelihara tiga hal pokok dan selalu mengingatnya secara terus menerus serta sedikitpun tidak boleh berhenti atau lengah.
Pertama, mengingat firman-firman Allah yang berisi hal-hal menyenangkan (iming-iming) dan hal yang menakutkan.
Kedua, mengingat pekerjaan yang dilakukan Allah pada saat menyiksa dan mengampuni.
Ketiga, mengingat balasan yang diberikan-Nya untuk para hamba di hari kiamat berupa pahala dan siksaan.
Perincian setiap pasal dari ketiganya membutuhkan lembaran-lembaran yang teramat banyak. Untuk itu kami telah menyusun sebuah kitab bernama “Tanbrih Al-Ghaafiliin.”









One Comment