Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Minhajul Abidin

Allah memperlihatkan jalan kekuasaan dan menyamakan keadaannya dengan para malaikat. Allah mengangkatnya dari tingkatan hewan dan orang lain pada umumnya dengan kemuliaan tersebut.

Renungkanlah inti yang penting ini niscaya insya Allah Anda memperoleh keuntungan yang banyak dan agung.

Aku (Al-Ghazali) menambahkan: “Mungkin Anda akan berkata bahwa dalam membahas masalah rezeki ini terlalu berlebihan sehingga melenceng dari tujuan utama kitab ini.”

Menurutku, demi Sifat Hayat Allah, apa yang Anda katakan terlalu berlebihan ini sangatlah sedikit dibanding kebutuhan segi kebutuhannya. Sebab masalah ini sangat diperlukan dalam beribadah, bahkan menjadi pusat urusan dunia dan peribadatan. Siapa saja yang menganggap penting masalah ibadah hendaklah berpegang teguh dengan keterangan ini serta memelihara hakhaknya. Jika tidak, tentu ia semakin menjauh dari tujuan.

Termasuk hal yang menunjukkan kewaspadaan para ulama akhirat yang telah mencapai kedudukan makrifat billah adalah bahwasanya mereka membangun urusan di atas rasa tawakal kepada Allah, meluangkan waktu khusus untuk beribadah kepada Allah dan menyingkirkan semua rintangan. Banyak di antara mereka yang menyusun kitab dan tidak sedikit pula yang meninggalkan wasiat. Lalu Allah mengirim beberapa pembantu berupa pemimpin-pemimpin dan para sahabat sehingga kebaikan yang murni mengalir begitu saja bagi mereka, yaitu melakukan kegiatan yang tidak bisa dilakukan oleh sekelompok imam yang zahid dari aliran Kiramiyah, karena mereka membangun mazhab di atas dasar yang tidak lurus.

Kemuliaan kita takkan hilang selama masih berpijak pada jalan para imam yang keluar (telah lulus) dari tempat-tempat ibadah dan madrasah kita. Di antara mereka ada yang menjadi pemuka di bidang pengetahuan seperti Al-Ustadz Abu Ishaq, Abu Hamid, Abu Ath-Thayyib, Ibnu Faurak, guru kita Abu Bakr AlWarraq, dan pemuka-pemuka yang lain. Ada ulama yang tekun beribadah seperti Abu Ishag Asy-Syairazi, Abu Sa’id Ash-Shuffi, Naser Al-Muqaddasi dan imam-imam lain yang lebih unggul dalam ilmu dan kezuhudannya hingga sampai pada orang-orang berhati lemah dan berlumur ketergantungan seperti kita, yang bahayanya lebih banyak ketimbang manfaat yang ditimbulkannya.

Akhirnya urusan agama semakin mundur, cita-cita menjadi Pupus, keberkahan pergi melayang, rasa lezat dan manisnya ibadah hilang musnah, dan seseorang nyaris tidak memiliki ibadah yang bersih atau berhasil mendapatkan ilmu dan hakekat.

Seberkas sinar yang nampak pada diri kami saat ini tak lain berasal dari orang yang masih berpijak pada jalan ulama-ulama salaf dan guru-guru kami terdahulu seperti Harts Alk-Muhaasibi, Muhammad bin Idris Asy-Syafi ‘i, Imam Muzani, Harmalah, dan pemuka-pemuka agama yang lain rahimahumullah.

Seperti dikatakan seorang penyair, mereka (para ulama) adalah:

Mereka tidak bersahabat dengan hari kecuali tetap menjaga diri dan tidak dapat menjauh dari kecintaan Tuhan mereka.

Mereka adalah orang-orang yang mulia, terpercaya dan banyak mendapat petunjuk.

Mereka menjadikan Tuan segala tuan (Tuhan) sebagai tujuan.

Ikatan kesabaran akan terurai bagi orang yang bersabar.

Dan tak satupun ikatan hari-hari mereka yang terurai.

Pada awalnya kita menjadi raja, lalu berubah menjadi rakyat. Mula-mula kita penunggang kuda, lalu berubah menjadi pejalan kaki. Semoga saja kita sama sekali tidak terputus dari jalan Allah.

Hanya Allah tempat memohon pertolongan, dalam menghadapi berbagai musibah. Dia-lah tempat meminta. Semoga Dia tidak mencabut sisa ilmu ini. Ssungguhnya Dia Maha Pemurah, Maha Mulia, Maha Pemberi anugerah, dan Maha Pengasih. Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan

Allah yang Maha Luhur dan Maha Agung.

Adapun tafwidh (penyerahan diri), maka renungkanlah dua hal penting di dalamnya.

Pertama, Anda harus tahu bahwa memilih itu tidak layak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang sudah mengetahui sebuah perkara dari segala sisi, baik lahir maupun batin, keadaan ataupun akibatnya. Jika tidak, tentu dia tidak tahu bahwa dirinya telah memilih kerusakan dan kehancuran serta meninggalkan hal yang berisi kebaikan dan kemaslahatan.

Apakah Anda tidak melihat bagaimana seandainya diri Anda berkata kepada seorang penduduk desa atau penggembala kambing: “Tolong pilihkan dirham-dirham ini dan bedakan antara yang baik dan buruk untukku!” Orang tersebut pasti tidak bisa membedakannya. Kalaupun Anda mengatakan hal itu kepada seorang pedagang pasar yang tidak terbiasa menukar uang, terkadang ia pun kesulitan membedakannya. Kalau begitu Anda tidak merasa tenteram selain menyerahkan pekerjaan itu kepada penukar uang yang tahu benar dengan emas dan perak serta ciri masing-masing.

Pengetahuan yang lebih mencakup semua hal dari segala segi seperti ini tidak pantas dimiliki oleh selain Penguasa alam semesta.. Jadi, tak seorangpun berhak memilihkan dan mengatur selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya.

Oleh karena itu Allah berfirman:

Artinya: “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihkannya. sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka.” (Q.S. Al-Qashash: 69) Kemudian Dia melanjutkan:

Artinya: “Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (di dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.” (Q.S. Al-Qashash: 69)

Dikisahkan bahwa seorang saleh menerima ilham dari Allah: “Mintalah! Pasti kamu diberi.” Dania termasuk orang yang mendapat taufik. Oleh karena itu dia berkata. “Sesungguhnya Dzat yang lebih mengetahui segalanya berfirman kepada orang yang tidak tahu apa-apa.” Allah berfirman: “Mintalah! Pasti kamu diberi.” ia menjawab: “Aku tidak tahu apa yang baik agar kupmta, tapi pilihkanlah hal itu untukku.”

Camkan hal ini baik-baik.

Kedua, apa yang Anda katakan bila ada seorang lelaki yang berkata pada Anda: “Aku akan menyelesaikan semua urusanmy dan mengatur kebaikan-kebaikan yang kamu butuhkan. Karena itu serahkanlah semua urusanmu kepadaku dan sibukkan dirimu dengan sesuatu yang dapat menolongmu.” Lelaki tersebut adalah orang yang terpandai di antara orang banyak pada zaman Anda, paling bijaksana, paling kuat, paling belas kasih, paling terjaga, paling benar (terpercaya) dan paling setia (memenuhi janji) di antara mereka. Apakah Anda tidak mengambil kesempatan itu dan menganggapnya sebagai kenikmatan paling agung, sebagai sebuah anugerah terbesar dan mengucapkan terimakasih yang setimpal serta menyanjungnya dengan pujian terbaik?

Kemudian, jika ia memilihkan sesuatu yang Anda lihat tidak ada baiknya, Anda tidak merasa jemu bahkan lebih percaya dan lebih mantap pada pengaturannya. Anda pun tahu bahwa ia tidak akan memilihkan sesuatu kecuali yang terbaik dan tidak akan melihat selain kebaikan pada diri Anda. Apa yang terjadi setelah semua urusan Anda serahkan kepadanya dan ia mau menjamin hal itu?

Lalu kenapa Anda tidak menyerahkan segala urusan kepada Allah Penguasa alam semesta. Sedangkan Dia adalah Dzat yang mengatur segala urusan dari langit sampai bumi. Dia terpandai di antara para ilmuan, paling mampu di antara orang-orang yang mampu, lebih kasih sayang di antara para pengasih, dan terkaya di antara orang-orang kaya, agar Dia memilihkan untuk Anda dengan kelembutan ilmu-Nya dan kebaikan (kerapian) cara pengaturnya, sesuatu yang tidak tersentuh oleh pengetahuan Anda dan tidak terlintas dalam pikiran Anda. Setelah itu sibukkanlah diri Anda dengan pekerjaan yang dapat menolong Anda di hari esok.

Jika Dia memilihkan untuk Anda sesuatu yang belum Anda ketahui rahasianya, hendaknya Anda merelakan hal itu dan merasa tenang kepadanya apapun yang terjadi, sebab pilihan Allah tentu yang terbaik. Karena itu, renungkanlah! Semoga Anda mendapat petunjuk. Hanya Allah tempat memohon taufik.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker