Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Minhajul Abidin

Ujub

Tentang ujub ini sebaiknya kami menerangkan beberapa pokok:

Pertama, pekerjaan seorang hamba menjadi berharga karena berada dalam keridaan Allah dan diterima oleh-Nya. Jika tidak, tentunya Anda pernah melihat seorang buruh yang bekerja sepanjang hari hanya mendapatkan upah dua dirham. Sedangkan seorang satpam (penjaga malam) yang tidak tidur semalaman mendapatkan dua keping uang (dinar). Sama halnya dengan orang yang memiliki perusahaan dan pekerjaan. Semuanya bekerja siang malam dan upah yang mereka dapatkan hanya beberapa hutungan dirham.

Jika Anda mengalihkan pekerjaan tersebut untuk mendapatkan kerelaan Allah seperti berpuasa karena Allah selama satu hari, maka puasa tersebut tidak ternilai harganya jika Allah meridai dan menerimanya.

Allah Swt. berfirman:

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang bersabar dicukupkan pahalanya tanpa batas.(Q.S. Az-Zumar: 10)

Dalam sebuah hadis qudsi diterangkan:

Artinya: Aku (Allah) menyediakan bagi orang-orang yang berpuasa, sesuatu (pahala) yang belum pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbersit di dalam hati manusia.

Hari ini adalah hari yang cuma seharga dua dirham, sementara Anda harus menanggung kepayahan yang teramat sangat. Semua itu bisa berubah menjadi lebih berharga dengan menunda makan siang sampai sore hari. Jika Anda mau beribadah semalam karena Allah dan memurnikan ibadah tersebut karenanya, maka perbuatan tersebut tidak ternilai kemuliaan dan keindahannya.

Allah berfirman:

Artinya: Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu bermacam kenikmatan yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan dari apa yang telah mereka kerjakan.(Q.S. As-Sajdah: 17)

Seperti inilah pekerjaan yang semula berharga dua keping uang atau dua dirham menjadi begitu mahal. Bahkan seandainya Anda mempergunakan waktu sebentar karena Allah dengan melakukan salat dua rakaat yang singkat, atau bahkan satu tarikan nafas yang Anda pergunakan untuk membaca Laa Ilaaha Illallah pasti harganya juga mahal.

Allah berfirman:

Artinya: Dan barangsiapa mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan sedangkan ia dalam keadaan beriman maka mereka akan masuk surga. Mereka diberi rezeki tanpa hisab di dalamnya.(Q.S. Ghaafir: 40)

Seperti ini hanya satu tarikan nafas di antara nafas-nafas Anda yang tidak berharga sedikitpun menurut ahli dunia dan menurut Anda sendiri. Berapa banyak nafas-nafas seperti itu yang Anda Sia-siakan untuk sesuatu yang tidak berguna. Berapa lama masa yang berlalu dari Anda tanpa guna. Semua ini bisa menjadi mulia karena diridai oleh Allah. Setelah itu kedudukannya menjadi tinggi dan harganya menjadi mahal karena anugerah dari Allah. Dengan begitu orang yang berakal harus melihat keremehan amalnya dan kurangnya kemampuan yang dimilikinya dibanding dengan Allah. Dan hendaklah ia tidak melihat kecuali karunia yang diberikan Allah kepadanya sehubungan dengan kemulyaan yang setara dengan amalnya dan lebih besar dari pahala yang Dia berikan. Dan hendaklah ia memelihara pekerjaannya jangan sampai tergelincir ke tempat yang tidak sepantasnya bagi Allah serta tidak menempati keridaan-Nya yang menyebabkan hilangnya nilai yang Anda dapatkan, lalu kembali kepada asalnya. Yakni nilai paling rendah semisal beberapa dirham atau beberapa keping uang, atau bahkan lebih rendah dari itu semua.

Satu contoh: Setangkai anggur dan sekuntum bunga, di pasaran hanya seharga satu keping uang. Tapi jika oleh seseorang dihadiahkan kepada seorang raja, meskipun harganya murah tapi hati sang raja merasa senang. Boleh jadi raja tersebut akan memberinya seribu dinar, karena hadiah itu menempati keridaan atau kesenangan sang raja. Dengan begitu, satu biji anggur bernilai seribu dinar. Tapi jika raja itu tidak merasa senang dan mengembalikan hadiah tersebut kepadanya, maka barang itu kembali pada nilainya semula yang rendah, yakni sebiji atau sekeping uang.

Begitu juga apa yang sedang kita bicarakan di sini. Karena itu ingatlah, lihatlah anugerah dari Allah dan peliharalah perbuatan Anda dari sesuatu yang mengotorinya di hadapan Allah.

Kedua: Seperti Anda ketahui bahwasanya seorang raja di dunia ini jika memberikan sesuatu baik makanan, minuman, pakaian, uang (dirham) atau dinar yang bisa dihitung dan bisa rusak, tentu dia akan menjadikan orang tersebut sebagai pelayannya sepanjang malam dan siang dalam keadaan hina dan nista. Lalu ia berdiri di atas kepalanya sampai kedua kakinya lelah. Diajuga berjalan kaki di depan sang raja saat raja tersebut naik kendaraan. Kadang ia harus berdiri di depan pintu rumah sang raja sebagai penjaga sepanjang malam. Kadang ia melihat musuh sang raja. Maka ia pun harus melawan musuh tersebut. Dia juga menyerahkan nyawanya yang tidak memiliki ganti kepada raja tersebut. Semua pengabdian, beban berat, kekhawatiran dan bahaya seolah hanya untuk mendapatkan manfaat yang menyusahkan dan sangat remeh. Padahal pada hakekatnya manfaat tersebut berasal dari Allah Swt. Raja tersebut dalam hal ini hanya menjadi penyebab. Jadi, Tuhanlah yang menciptakan Anda yang waktu itu tidak bisa apa-apa, memelihara dan mendidik Anda dengan baik. Setelah itu Allah memberikan kerukmatan kepada Anda baik yang tampak maupun yang tidak nampak seperti dalam urusan agama, diri, dan dunia Anda. Sesuatu yang tdak bisa dicerna oleh akal dan pikiran Anda.

Allah Swt. berfirman:

Artinya: Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.(Q.S. An-Nahl: 18)

Kemudian Anda melaksanakan salat dua rakaat yang memiliki cacat dan kekurangan, sementara Anda tahu apa yang telah dijanjikan Allah untuk keduanya di masa mendatang seperti pahala yang baik dan berbagai macam kemuliaan. Anda menganggap keduanya sebagai suatu keagungan dan Anda juga mengaguminya. Jika Anda mau merenung maka yang demikian itu bukanlah sikap orang yang memiliki akal.

Camkanlah keterangan ini dengan baik.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker