Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Minhajul Abidin

Tahapan Keenam CACAT (KEKURANGAN)

Kemudian setelah Anda melihat jalan dengan jelas dan langkah Anda telah lurus, hendaknya Anda membedakan dan memeliharanya dari hal-hal yang merusak dan membuat langkah (amal) tersebut sia-sia. Anda harus melakukan hal itu dengan cara merasa ikhlas, mengingat karunia Allah dan menjauhi kebalikan dari dua hal tersebut karena adanya tujuan sebagai berikut:

Untuk mendapatkan faedah yang ada di dalamnya, yakni penerimaan yang baik dari Allah dan memperoleh pahala (keikhlasan). Jika tidak, maka amal tersebut akan ditolak dan pahalanya juga hilang, baik secara keseluruhan maupun sebagian, sesuai dengan hadis yang populer dan diriwayatkan dari Nabi Saw.:

Artinya: “Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, “Aku tidak membutuhkan sesuatu dari orang lain. Barangsiapa mengerjakan suatu amal dan menyekutukannya kepada selain Aku, berarti bagianku dimiliki oleh sesuatu yang lain itu. Jadi aku tidak akan menerima amal selain yang murni (ikhlas) untuk-Ku.

Dikatakan juga bahwa sesungguhnya Allah berkata pada hamba-Nya kelak di hari kiamat saat ia meminta pahala amalnya: “Tidakkah telah diluaskan majelis-majelis bagimu? Tidakkah kamu menjadi pemimpin saat di dunia? Tidakkah telah dimurahkan jual belimu? Tidakkah kamu telah dimuliakan?”

Hal semacam ini adalah sesuatu yang mengkhawatirkan dan berbahaya.

Menurutku (Al-Ghazali) di antara bahaya riya adalah terbukanya dua aib dan timbulnya dua musibah.

  1. Dua Aib yang Terbuka
  2. Aib yang terbuka secara samar, yakri terbuka di hadapan para malaikat. Hal ini didasarkan pada sebuah hadis yang menceritakan bahwa para malaikat terbang membawa amal seorang hamba ke hadapan Allah dengan gembira. Lalu Allah berfirman:

Artinya: “Lemparkan amal tersebut ke neraka Sijjin, karena sesungguhnya dia tidak menghendaki Aku dengan amalnya (tidak ikhlas karena Allah).” Hamba tersebut dipermalukan di hadapan para malaikat.

  1. Aib yang terbuka secara terang-terangan, yakni di hadapan semua makhluk kelak di hari kiamat, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dari Nabi Saw. bahwa beliau bersabda:

Artinya: Sesungguhnya orang yang berhati riya kelak di hari kiamat akan dipanggil dengan empat sebutan (nama), yaitu hai “Kafir,”hai Penjahat,hai “Pendusta, dan hai “Orang yang merugi. Amalmu salah jalan (tersesat), pahalamu telah musnah, dan hari ini tidak ada bagian untukmu. Mintalah pahala kepada orang yang kamu beramal karenanya hai penipu!

Diceritakan pula bahwa ia (orang yang berhati riya) dipanggil oleh penyeru di hari kiamat dengan seruan yang didengar oleh semua makhluk: Di mana orang-orang yang menyembah manusia? Ambillah pahala dari orang-orang yang kamu sekalian beramal karenanya, sebab Aku tidak akan menerima amal yang bercampur dengan sesuatu (selain Aku).

  1. Dua Musibah

Musibah pertama, kehilangan surga, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan dari Nabi Saw.:

Artinya: Sesungguhnya surga bisa berbicara dan berkata, Diriku haram bagi orang yang kikir dan riya.’”

Hadis di atas mengandung dua arti.

  1. Yang dimaksud dengan bakhildi sini adalah orang yang enggan mengucapkan kata terbaik, yakni ucapan Laa ilaaha illallaah, Muhammadur Rasulullaah”(Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah).

Yang dimaksud dengan riyadi sini adalah orang yang memamerkan sesuatu yang paling keji, yakni berbuat munafik. Dia memamerkan keimanan dan pengesaan-Nya.

Berarti pendapat seperti ini memberikan sebuah harapan.

  1. Jika ia tidak menghentikan perasaan kikir, riya, dan juga tidak memelihara nafsunya, maka ia pun memiliki dua hal yang mengkhawatirkan:

Yang pertama bertemu dengan keburukan rasa kikir, terjerumus ke dalam kekufuran, dan yang kedua ia sama sekali tidak mendapatkan surga. Kami berlindung kepada Allah dari murka dan kekerasan kemarahan-Nya.

Musibah Kedua, masuk ke dalam neraka,

Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. dari Nabi Saw. Beliau bersabda:

Artinya: Pada hari kiamat, pertama kali orang yang dipanggil adalah orang yang hapal Al-Qur’an, orang yang berjuang di jalan Allah dan orang yang banyak harta.

Allah bertanya kepada orang yang hapal Al-Qur’an: Bukankah Aku telah mengajarimu dengan apa yang telah Aku turunkan kepada rasul-Ku?Ia menjawab: Benar wahai Tuhanku.Allah bertanya: “Apa yang telah kau perbuat dengan pengetahuanmu itu?Ia menjawab: Dengannya aku telah bangun beribadah di tengah malam dan di senja hari.”Allah berfirman: Kamu berdusta!Para malatkat berkata: Bohong kamu!Allah berfirman: “Kamu hanya ingin agar dikatakan Si fulan adalah orang yang (fasih) membaca (Al-Qur’an) dan itu telah terucapkan.

Lalu orang yang banyak memiliki harta dihadapkan dan Allah bertanya kepadanya: Bukankah Aku telah memberikan kelebihan harta kepadamu sampai kamu sama sekali tidak membutuhkan orang lain?Ia menjawab: Anda benar, wahai Tuhanku.”Allah berfirman: Bohong kamu.Para malaikat pun berkata: Bohong kamu.Allah berfirman: Apa yang telah kau perbuat dengan harta yang telah Kuberikan padamu?Ia menjawab: Hara itu kupergunakan untuk silaturrahim dan bersedekah.Allah berfirman: Kamu berdusta!Para malaikat berkata: Bohong kamu!Allah berfirman: Kamu melakukan semua itu hanya karena ingin dikatakan sebagai seorang dermawan, dan itu telah terucapkan.

Setelah itu orang yang terbunuh saat berperang di jalan Allah dihadapkan dan Allah bertanya: Apa yang telah kamu lakukan?In menjawab: Aku diperintahkan untuk berjuang di jalan-Mu. Aku pergi berperang hingga mati terbunuh.Allah berfirman: “Kamu berdusta!Para malaikat berkata: Bohong kamu!Allah berfirman: Kamu melakukan semua itu hanya karena ingin orang-orang mengatakan ‘Si fulan adalah seorang pemberani, dan itu telah terucapkan.

Kemudian Rasulullah menepukkan tangan di atas lututku seraya berkata: Hai Abu Hurairah! Merekalah orang yang pertama kali dibakar dengan api jahannam.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. Beliau berkata bahwa Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda:

Artinya: Sesungguhnya neraka dan para penghuninya berteriak karena orang-orang suka berbuat riya. Lalu ada orang bertanya, ‘Kenapa mereka berteriak wahai Rasulullah?”Rasulullah menjawab, ‘Karena panasnya api yang digunakan untuk menyiksa mereka.

Dengan terbukanya aib semacam ini orang-orang yang memiliki kewaspadaan bisa mengambil pelajaran.

Hanya Allah yang menguasai petunjuk dengan anugerah-Nya.

Jika Anda berkata: Sekarang terangkanlah kepadaku apa hakekat ikhlas dan riya, hukumnya, serta pengaruh (bekas) yang ditimbulkan keduanya sehubungan dengan ilmu!

Ketahuilah bahwa menurut ulama kita, ikhlas itu terbagi menjadi dua: Ikhlas dalam beramal dan ikhlas mencari pahala.

Ikhlas dalam beramal artinya keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengagungkan (menjalani) perintah-Nya dan memenuhi panggilan-Nya. Pendorong keinginan seperti ini adalah keyakinan yang sehat.

Kebalikan dari ikhlas semacam ini adalah kemunafikan, yaitu mendekatkan diri kepada selain Allah.

Guru kami (Abu Bakar) rahimahullah berkata: Kemunafikan yaitu keyakinan yang salah (rusak). Sesuatu yang dimiliki oleh orang yang munafik tentang Allah.

Keyakinan semacam ini tidak termasuk iradah, karena adanya cacat seperti yang telah kami terangkan di dalam babnya.

Adapun ikhlas dalam mengharap pahala adalah keinginan mendapatkan manfaat di akhirat dengan sarana kebaikan yang sama sekali tidak bisa ditolak dengan sebuah alasan, jika ia mengharapkan kemanfaatan darinya.

Kami telah menjelaskan syarat-syarat ikhlas semacam ini.

Orang-orang Hawariyyin berkata kepada Nabi Isa bin Maryam a.s.: Siapakah orang yang ikhlas beramal?Nabi Isa menjawab: Orang yang beramal karena Allah dan tidak merasa senang jika dipuji oleh seseorang.

Ungkapan semacam ini hanya himbauan untuk meninggalkan riya, Nabi Isa hanya menyebutkan hal itu karena riya adalah penyebab terkuat yang mengganggu keikhlasan.

Imam Al-Junaid berkata: Ikhlas adalah membersihkan diri dari kotoran-kotoran.”

Fudhail bin ‘Iyadh berkata: Keikhlasan adalah selalu muragabah dengan Allah dan melupakan semua keinginan dirinya sendiri.

Inilah keterangan yang sempurna.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker