Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Minhajul Abidin

  1. Rintangan Keempat: Nafsu

Hai orang-orang yang beribadah! Hendaknya Anda senantiasa berhati-hati dalam menjaga nafsu yang selalu memerintah kepada hal-hal buruk. Ia adalah musuh yang paling berbahaya, cobaannya teramat berat, paling sulit diobati, penyakit yang ditimbulkanya teramat rumit dan pangobatanya juga amat sulit. Hal itu harus dilakukan karena dua hal:

  1. Nafsu adalah musuh yang datang dari dalam tubuh

Jika seorang pencuri berasal dari dalam rumah, maka jalan untuk menyiasatinya sangat sulit dan kerugian yang ditimbulkan juga besar.

Benar sekali apa yang dikatakan oleh seorang penyair:

Nafsuku senantiasa mengajakku pada hal-hal yang membahayakan dan memperbanyak penyakitku.

Bagaimana caranya menghindar dari musuh jika ia berada di antara tulang igaku.

  1. Ia adalah musuh yang disukai

Biasanya seseorang tidak melihat kekurangan yang ada pada kekasihnya. Hampir ia sama sekali tidak melihat kekurangannya. Seperti yang dikatakan oleh seorang penyair:

Dan kamu tiada melihat kekurangan pada kekasih dan saudaram, Bahkan sebagiannya saja tidak kau lihat jika telah merasa senang Tatapan mata yang senang menutupinya dari segala kekurangan, Tapi tatapan mata yang benci akan menampakkan berbagai keburukan.

Kalau sudah seperti itu seseorang tentu menganggap baik segala keburukan dari kekasihnya. Ia nyaris tidak melihat kekurangannya. Sementara ia (nafsu) masih tetap dalam permusuhan dan penggodaannya. Tidak berapa lama nafsu akan menjerumuskannya ke dalam cemoohan dan kerusakan. Orang itu tidak akan merasa kecuali bila Allah memeliharanya dengan anugerah-Nya, dan memberinya pertolongan untuk mengalahkan nafsu dengan rahmat-Nya.

Kemudian renungkanlah sebuah arti penting yang cukup memuaskan. Yaitu jika Anda perhatikan, pasti akan tahu bahwa pangkal segala fitnah, cemoohan, kehinaan, kerusakan, dosa dan afat yang menimpa seorang makhluk Allah, dari dulu hingga esok hari kiamat adalah nafsu ini. Kadang dengan nafsu itu sendiri, dan kadang dengan bantuan yang diberikannya.

Maksiat kepada Allah yang pertama kali, dilakukan oleh Iblis. Penyebabnya selain takdir yang sudah ditetapkan adalah nafsu. Dengan kesombongan dan kedengkian, nafsu menjerumuskannya ke dalam lautan kesesatan setelah ia beribadah menurut sebuah pendapatselama 80.000 tahun. Maka ia pun tenggelam untuk selamanya, karena di sana tidak ada dunia, orang lain dan setan. Yang ada hanya nafsu bersama kesombongan dan kedengkiannya yang akan memperlakukan Iblis sekehendaknya.

Lalu dosa Nabi Adam a.s. dan Hawa. Keduanya dijatuhkan oleh keinginan nafsu dan kerakusannya terhadap keabadian tinggal di surga hingga terbujuk rayuan Iblis. Kemudian dengan bantuan nafsu terjadilah perbuatan tersebut sehingga ia terlempar dari sisi Allah, sampai ke dunia yang hina, sulit, fana dan merusak ini. Keduanya mengalami apa yang harus ia alami. Dan keturunannya juga mengalami hal serupa dari hari itu hingga selamanya.

Lalu disusul denpan kisah Oabil dan Habil. Dosa yang mereka Inkukan disebabkan oleh kedengkian dan sifat kikir.

Lalu kisah dosa Harut dan Marut. Penyebabnya adalah syahwat. Demikian seterusnya sampai hari kianat.

Anda tidak akan menemukan fitnah yang menimpa seorang makhluk, cemoohan, kesesatan dan kemaksiatan selain berpangkal dari nafsu dan keinginannya. Jika tidak, tentu seluruh makhluk akan selamat dan berbuat baik.

Jika ada musuh yang mendatangkan bahaya seperti apa yang kusebutkan ini, maka sudah sepantasnya orang yang berakal sangat memperhatikanya.

Hanya Allah yang menguasai petunjuk dan taufik serta anugerah-Nya.

Jika Anda berkata: “Lalu upaya apa yang harus kami tempuh untuk menghadapi musuh yang seperti ini dan bagaimana cara menyiasatinya? Tolong terangkan masalah itu kepada kami.”

Ketahuilah! Di depan telah kami terangkan bahwa urusan nafsu memang teramat sulit, sebab kita tidak mungkin mengalahkanya dengan satu langkah seperti musuh-musuh yang lain, karena ia memang kendaraan dan peralatan kita.

Diceritakan bahwa ada seorang pedalaman yang mendoakan seseorang dengan kebaikan. Maka ia berdoa: “Semoga Allah membuat kalah semua musuh Anda selain nafsu.”

Ia juga tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena sangat berbahaya. Karenanya, dibutuhkan jalan tengah di antara keduanya, yaitu mendidik dan memberinya kekuatan sekedar agar ia kuat melakukan bermacam kebaikan. Ia juga harus diperlemah dan dikekang sebatas tidak sampai melampaui batas. Karena itu, dalam mengurusnya Anda harus benar-benar merawat dan memperhatikanya dengan teliti.

Kami juga pernah nenerangkan bahwa ia harus dikendalikan dengan kendali “takwa” dan “wara” agar bisa memperoleh dua manfaat sekaligus.

Jika Anda berkata: “Nafsu ini memang sama dengan hewan tunggangan yang liar, bertabiat buruk dan tidak mau dikendalikan. Lalu bagaimana caranya agar kami bisa menguasainya?”

Ketahuilah bahwa apa yang Anda katakan itu benar adanya,

Adapun cara mengendalikan nafsu adalah merendahkannya sehingga bisa dikendalikan.

Para ulama kita mengatakan: “Cara untuk merendahkan nafsu dan membatalkan keinginannya ada tiga:

  1. Menahan hal yang disenanginya, sebab hewan tunggangan yang liar akan menjadi jinak jika makanannya dikurangi.
  1. Membebankan ibadah-ibadah yang berat kepada-Nya. Sebab bila seekor keledai ditambah muatannya dan dikurangi jatah makannya, tentu ia akan tunduk dan menurut (jinak).
  1. Memohon pertolongan kepada Allah dan merendahkan diri agar Dia berkenan menolong Anda. Dan jika tidak memohon pertolongan, maka Anda tidaklah selamat. Bukankah Anda pernah mendengar perkataan Nabi Yusuf a.s.:

Artinya: “Sesungguhnya nafsu selalu mengajak berbuat buruk kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanku.”

Bila Anda melakukan tiga hal ini secara rutin, pasti dengan izin Allah nafsu Anda akan tunduk secara total. Saat itulah Anda harus segera menguasainya dan menghindar dari keburukanya.

Jika Anda berkata: “Kalau begitu sekarang terangkan arti ketakwaan agar kami bisa mengetahuinya.”

Mula-mula sebaiknya Anda mengetahui bahwa takwa adalah tempat menyimpan harta-harta yang sangat indah. Dan bila Anda mendapatkanya maka pasti akan menemukan berbagai permata yang amat mulia dan barang-barang yang sangat elok, banyak kebaikan, rezeki yang mulia, keuntungan yang sangat besar, keberuntungan yang mulia, dan istana yang megah. Seolah-olah semua kebaikan dunia dan akhirat dijadikan satu dan kesemuanya itu digantungkan kepada satu hal, yakni takwa.

Renungkan juga firman Allah di dalam Al-Qur’an yang membicarakan tentang takwa. Berapa banyak kebaikan yang Ia gantungkan padanya. Berapa banyak janji pahala dan ancaman siksa yang digantungkan padanya. Berapa banyak keberuntungan yang Dia sandarkan padanya.

Di sini kami akan menyebutkan dua belas hal tentang itu.

Pertama, pujian dan sanjungan.

Allah berfirman:

Artinya: “Apabila kamu sekalian bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya hal itu termasuk bagian dari urusan yang diutamakan.” (Q.S. Ali Imran: 186)

Kedua, terpelihara dari musuh.

Firman Allah:

Artinya: “Dan jika kamu sekalian sabar serta bertakwa maka tipudaya mereka sedikitpun tidak membahayakan mereka.” (Q.S. Ali Imran: 120)

Ketiga, kekuatan dan pertolongan.

Firman Allah:

Artinya: “Sesungguhnya Allah nenyertai orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. An-Nahl: 128)

Dan firman Allah:

Artinya: “Dan Allah Dzat yang mengasihi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Jaatsiyah: 19)

Keempat, selamat dari bahaya dan mendapat rezeki halal.

Allah berfirman:

Artinya: “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan menjadikan untuknya jalan keluar (dari kesulitan) dan memberinya rezeki secara tidak disangka-sangka.” (Q.S. Ath-Thalaaq: 2-3)

Kelima, kebaikan dalam amal.

Allah berfirman:

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar, niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal kalian.” (Q.S. Al-Ahzaab: 70-71)

Keenam, ampunan dari dosa-dosa.

Allah berfirman:

Artinya: “Dan dia akan mengampuni dosa-dosa kalian. (Q.S. Al-Ahzab:71)

Ketujuh, kecintaan Allah.

Allah berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. “(Q.S. At-Taubah: 4)

Kedelapan Diterima amalnya.

Allah berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari: orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Maidah: 27)

Kesembilan, kemuliaan.

Allah berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang paling mulia di antara kamu sekalian adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. (Q.S. Al-Hujuraat: 13)

Kesepuluh, kabar gembira menjelang kematian.

Firman Allah:

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan bertakwa, Mereka mendapat kabar gembira di dunia dan ahirat.”(Q.S. Yunus: 63-64)

Kesebelas, bebas dari api (neraka).

Firman Allah:

Artinya: “Kemudian kami selamatkan orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Maryam: 72)

Dan firman Allah:

Artinya: “Dan ia (neraka) dijauhkan dari orang-orang yang bertakwa.” (Q.S.Al-Lail: 17)

Kedua belas, abadi di dalam surga.

Artinya: “Surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S.Ali Imran: 133)

Inilah keterangan kebaikan dan keberuntungan di dunia dan ahkirat yang digantungkan pada ketakwaan.

Karena itu,jangan lupa bagian Anda, hai orang-orang yang jantan.

Dari semua ini yang khusus diberikan kepada orang-orang yang bertakwa dalam kaitannya dengan ibadah ada tiga macam.

  1. Taufik dan pertolongan yang pertama kali khusus diberikan orang-orang yang bertakwa. Firman Allah:

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. At-Taubah: 76)

  1. Perbaikan amal dan penyempurnaan kekurangan. Allah berfirman:

Artinya: “Niscaya Allah akan memperbaiki amal-amal kalian.” (Q.S. Al-Ahzaab: 71)

  1. Diterima amalnya. Firman Allah:

Artinya: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Al-Maidah: 27)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker