DO’A-DO’A YANG PENUH BERKAH Diantara do’a-do’a yang penuh berkah, manakala ditekuni akan mewariskan “husnul-khotimah” pada masa yang telah mendahului dan pada masa akhir hayat. Do’a itu juga biasa diamalkan pada malam nishfu sya’ban , dimans pada malam itu segala urusan-urusan yang penuh hikmat antara lain ketentuan Allah mengenai ajal, rizki dll. dicatat sebagaimana yang telah dibenarkan oleh hadits Rasulullah SAW.
Do’a ini telah dikutip oleh Asy Syaikh Abul Khair Asy Syarji, in telah berkata : “Do’a itu ditulis oleh Alfagih Al ‘Alim Shalih Abi Bakar bin Ahmad Da’siin (rahimahullah) Ta’ala ia berkata : “Aku imla’kan (diktekan) do’a itu kepada Sdr. Al Fagih Al ‘”Alaamah Abdullah bin As’ad Al Yaaf” diperjalanan ke Madinah Rasul SAW. tahun 733 : “Inilah do’a itu”
Artinya : “Ya Allah Yang Maha Besar Lagi Maha Pemurah, Yang memiliki kekayaan dan keni’matan, tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Engkau, empat orang-orang yang berlindungan dan Pelindung bagi orang-orang Yang memohon perlindungan dan tempat keamanan bagi orang-orang yang merasa takut”
Ya Allah, andaikan Engkau tetapkan aku didalam Ummil Kiab (Lahul -Mahfuzh) sebagian orang yang celaka, atau terlarang, atau sempit rizkinya, maka hapuskanlah dari Ummil Kitab kecelakaanku, keterlaranganku, dan kesempuan rizkiku. Dan tetapkanlah aku disisi-Mu sebagai orang yang berbahagia, dianugerahi rizki, memperoleh taufik untuk segala kebajikan. Maka sesunggulnya, Engkau telah berfirman didalam Kitab Suci-Mu yang telah Engkau turunkan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus : “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menctapkan (apa yang Dia kehendaki), dan disisi-Nya-lah terdapar Ummul-Kitah” OS. Ar Ra’du : 39).
Hendaklah diketahui oleh orang yang sangat berkeinginan untuk memperoleh kebahagiaan ketika menjalani kematian yaitu : 2 (dua) kalimah syahadat, sewantiasa melaksanakan perintah-perintah yang fardhu, seperti shalat yang lima waktu, shaum, zakat dan hajji.
Adapun dzikrullah, juga termasuk salah satu kewajiban yang amat penting yang seharusnya dilaksanakan setiap saat sesuai keadaan.
Sedang dzikir yang diucapkan ketika akan tidur (sebelum merebahkan diri) adalah : senyebut nama-Mu Ya Allah, aku hidup dan aku mati”.
“Maha Suci Allah” 33x :
“Segala Puji Bagi Allah” 33x:
“Allah Maha Besar” 33x :
dan pada bilangan yang ke 100 disempurnakan dengan ucapan :
“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Dia Pemilik kerajaan dan bagi-Nya segala puji, Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Kemudian membaca :
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami, telah mencukupi dan melindungi kami, maka berapa banyak orang yang tidak mempunyai pemberi kecukupan dan pemberi perlindungan”. Kemudian membaca :
(Qul huwallahu ahad, Alfalaq dan Qul a’uudzu birabbinas). Lalu ditiupkan kepada kedua telapak tangan dan diusapkan pada seluruh bagian tubuhnya dari kepala hingga ujung kakinya 3x. kemudian merebahkan dirinya seraya mengucapkan:
“Dengan menyebut asma-Mu, wahai Tuhanku, aku letakkan lambungku, dan dengan asma’-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan diriku, maka ampunilah diriku dan jika Engkau melepas diriku, maka peliharalah diriku, dengan apa yang telah Engkau pelihara hamba-hambaMu yang saleh”. (HR. Al-Jama’ah).
Hendaklah posisi tidumu miring ke kanan dengan telapak tangan berada dibawah pipimu yang kanan pula, sambil mengucapkan do’a :
“Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari Engkau bangkitkan hamba-hamba-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku serahkan diriku kepadaMu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan segala urusanku kepada-Mu dan aku perlindungkan punggungku kepada-Mu, karena mengharapkan (ridha) dan takut (dari murka) kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat keselamatan dari-Mu kecuali (berlindung) kepada-Mu. Aku telah beriman dengan kitab-Mu (Al Our’an) yang Engkau turunkan dan aku beriman pula dengan Nabi-Mu (Muhammad SAW) yang Engkau utus”.
Selanjutnya mengucapkan istighfar 3x
“Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan Kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi Kekal terus menerus mengurus makhlukNya, dan aku bertobat kepada-Nya”.
Dan apabila terbangun ditengah malam, hendaklah mengucapkan :
“Maka ia akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih dilautan”.
Dari Abdullah bin Umar ra. ia telah berkata kepada Abdullah bin Muthi’ bahwasanya tidak ada seorang hamba muslim yang mengucapkan ketika terbangun dari tidurnya :
“Maha Suci Allah Yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”, kecuali ta akan ditalginkan (dibimbing) ketika kebangkitannya, dan tiada seorang yang ditalginkan (dibimbing) ketika kebangkitannya (dari kuburnya) kecuali ia akan selamat dari bencana hari kumat. Dan apabila ra bangun (dari tidurnya), maka yang pertama menjalar dilidahnya dan hatinya adalah dzikir kepada Allah SWT. Ia seketika itu pula mengucapkan :
Yang artinya : “Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, Dia yang memiliki kerajaan dan bagi-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha suci Allah, dan segala Puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar, dan tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Maha Suci Engkau Ya Allah, Ya Tuhan kami dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon ampun kepada-Mu atas dosaku dan aku mohon rahmat-Mu. Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmuku, dan janganlah Engkau sesatkan hatiku, setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan anugerahilah dari sisi-Mu rahmat, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami, setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah kami akan kembali. Kami telah berada di waktu pagi, dan kerajaan adalah milik Allah, dan segala puji bagi Allah, keAgungan, Kekuasaan, Kemuliaan, dan Kekuasaan milik Allah Tuhan Pemelihara alam semesta”.
Kami berada diwaktu pagi atas fitrah Islam, dan kalimat ikhlas, sebagai pemeluk agama Nabi kami Muhammad SAW. dan pengikut millah bapak kami Ibrahim sebagai muslim dan bukanlah dia termasuk orang-orang yany musyrik. Kami ridha Allah sebagai Tuhan kanu, Islam sebagai agama kamu dan Muhammad SAM. sebagai Nabi kami dan Rasul Allah untuk kanu. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan, dan kami telah patuh mengikuti Rasul (Muhammad SAW), karena itu masukkan kami kedalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang ke-esaan Allah).
Kemudian ia membaca :
KEUTAMAAN MENCINTAI PARA NABI PARA WALI DAN PARA SHALIHIIN
Diantara yang mewariskan “husnul-khotimah” termasuk ketentuan yang baik yang diridhai Allah, baik dimasa lalu maupun dimasa datang, adalah husnudzdzan (berbaik sangka), agidah (keyakinan) yang benar, kecintaan yang ikhlas lahir batin dihati dan diluar kepada para nabi, para utusan Allah, sahabatsahabat mereka, dan para wali Allah yang didekatkan kepada-Nya. Begitu pula kepada orang-orang mu’min yang saleh, para ulama yang mengamalkan ilmunya, dan secara umum kepada seluruh kaum muslimin / muslimat. “Barang siapa yang mencintai suatu kaum, maka akan dihimpun | bersama mereka (dihari kiamat), walaupun tidak beramal dengan amalamal mereka”. (Hadits dalam Shahih Bukhari).
“Telah berkata seseorang kepada Abi Yazid : “Tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang dapat mendekatkan aku kepada Allah”. Dia (Abu Yazid) berkata: “Cintailah wali-wali Allah, agar mereka mencintaimu. Maka sesungguhnya Allah akan melihat kedalam hati mereka. semoga Allah melihat namamu dihati wali-Nya (yang karenanya) Allah akan mengampunimu”.
Sebahagian mereka berkata : “Berbaik sangka kepada orang-orang saleh akan mewariskan “husnul-khotimah”. Maka berhati-hatilah wahai saudaraku dari berprasangka kepada kekasih-kekasih Allah, maka jika engkau berperasangka (buruk) kepada mereka, engkau akan jatuh dalami pandangan Allah dan layak memperoleh murka-Nya. Karena Dia telah berfirman : “Siapa yang memusuhi wali-Ku, Aku izinkan ia diperangi”.
Karena itu, hendaklah engkau mencintai para wali Allah dan mencari sebab-sebabnya dan itulah yang dituntut. Dan aku memperingatkan agar tidak melalaikannya, karena ta adalah suatu keberuntungan bagi orang yang diber! saufig oleh Allah Ta’ala. Allah Yang Maha Pemurah berfirman : “Mereka itu akan bersama-sama orang-orang yang dianugerahi ni’mal oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para Shiddigiih, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh, dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya”. (QS. An Nisaa’ : 69).
Adapun kecintaan kepada mereka adalah pembenaran atas ketinggian magaam (derajat) mereka, mendekati mereka, berkhidmat kepada mereka, menyayangi mereka dengan sempurna dan berkorban dengan jiwa.dan harta demi meraih ridha mereka, pada saat diperlukan karena Allah Ta’ala. :
PENUTUP
Sebagai penutup kami ingin menerangkan tentang sifat-sifat “almaut” dan “alam barzakh” yang terdiri dari beraneka macam perubahan dan keadaan, dengan tujuan agar engkau mengetahui bahwa apa yang engkau miliki dan amal yang engkau telah lakukan, akan menjadi beban dan tanggung jawabmu sepenuhnya.
Sesungguhnya engkau akan mati, seperti kematian yang telah dialami Oleh kedua orang tuamu, orang tua dari orang tuamu, karib kerabatmu dan lain-lainnya, seperti yang engkau ketahui cara yang mereka lalui.
Kami sebutkan mas’alah itu secara singkat, agar menjadi kajian dan Pelajaran bagi orang-orang yang berfikir. Dan untuk memperoleh penjelasan yang terperinci tentang maut, silahkan engkau baca Kitab Al Ihyaa’ mengenai ( ) yang ditulis oleh Al Imam Al Ghazali, dan kitab : ( dll ) yang ditulis oleh beliau juga. Karena keduanya merupakan “tulisan” yang terbaik mengenai hal tersebut.
Asy Syarji telah berkata : “Ada 2 (dua) orang ulama yang sedang menela’ah “Kitab Al Ihyaa’, tiba-tiba salah seorang dari mereka meninggal dunia. Kemudian termimpikan oleh sahabatnya itu dan bertanyalah kepadanya: “Beritahukan kepadaku tentang kematian”!. Ta berkata : “Wahai saudaraku, apa yang disebutkan oleh Al Ghazali di dalam Al Ihyaa’ itu benar, tidak menyalahi sedikitpun.
Kemudian buku ini akan kami sudahi dengan “Hadits Syafa’ah Al Masyhur”, yang kami butuhkan untuk menerangkan tentang keadaan “Padang Mahsyaar” dan terjadinya “Hari Kiamat” dan itulah sebagai penutup Kitab ini. Semuanya kami serahkan kepada Allah, dan kepada-Nya kami bertawakkal.
Adapun sifat-sifat Almaut dan ‘Alam barzakh, seperti yang diriwayatkan oleh hadits Nabi SAW. adalah sebayai berikut :








One Comment