TASBIHNYA ABIL MU’TAMAR DAN FADHILAHNYA
Ini adalah tasbih “Abil Mu’tamir” yang nama aslinya adalah “Sulaiman Attaimi”. Telah diriwayatkan mengenai keutamaannya, adalah bahwasanya Yunus bin Ubaid melihat seorang laki-laki telah mati terbunuh sebagai syahid di negeri Roma. Lalu ia berkata : “Alangkah mulianya amal yang aku lihat itu”, Ia berkata : “Aku melihat Tasbih Abil Mu’tamir disisi Allah adalah sebanding dengan amal itu. Telah berkata Almu’tamir bin Sulaiman : “Aku telah melihat AbdulMalik bin Jabir dalam mimpi (setelah wafatnya), lalu aku bertanya kepadanya : “Apa yangengkau lakukan?”. Ia berkata : “Aku baik-baik saja”. Aku berkata : “Aku mohon kiranya anda dapat memberikan kepadaku sesuatu yang akan menghapuskan kesalahan-kesalahanku”. Ia berkata : “Pelajarilah tasbih Abil Mu ‘tamir, karena tasbih itu sangat mengagumkan. Dan inilah tasbih itu :
“Arti Tasbiih Abil ‘Mutamir”
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah. tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah sebanyak yang Dia ciptakan dan sebanyak apa-apa yang Dia sebagai Penciptanya, seberat yang Dia ciptakan dan seberat apa-apa yang Dia sebagai Penciptanya, sepenuh yang Dia ciptakan dan sepenuh apa-apa yang Dia sebagai Penciptanya, sepenuh beberapa lapis langit dan bumiNya dan yang sebanding dengan iru, sebanyak ciptaan-Nya. sebanyak ridhaNya, seberat ‘Arasy-Nya, sepenuh rahmat-Nya, dan sebanyak tinta untuk menulis kalimat-kalima-Nya (ilmu-ilmu-Nya) sebanyak ridha-Nya, sehingga Allah meridhai, dan apabila Dia meridhai, dan sebanyak yang dizikarkannya oleh mahluk-Nya, pada masa-masa yang telah lalu, dan sebanyak yang mereka zikirkan pada setiap tahun, pada seiap bulan, pada setiap Jum’at, pada suatu hari, pada suatu malam, pada suatu saat, pada serap nafas, dari abad ke abad, abad (umur) dunia dan abad (umur) akhirat dan lebih banyak dari itu, tidak terputus pada awalnya dan tidak hilang pada akhirnya”,
FAIDAH “SHALAT HAJAT”
Asy Syaikh Abul Khair Alyamaani Asy Syarji telah mengutip dari Muhanmmnad bin Darsituwiyyah, ia telah berkata : “Aku telah melihat pada Kitab Al Imam Asy Syafi’i (rahimahullah) yang ditulisnya sendiri tentang “Shalat Hajat” untuk 1000 (seribu) hajat atau keperluan, yang diajarkan oleh Nabi Alkhidhr kepada sebahagian hamba-hamba Allah yaitu melakukan shalat 2 (dua) raka’at sebagai berikut : – pada raka’at pertama : Membaca Alfatihah dan Surat Alkafirun 10x . pada raka’at kedua : Membaca Alfatihah dan Suratul Ikhlas 11 x
Kemudian sesudah salam, ia sujud kembali sambil membaca Shalawat Atas Nabi SAW. 10 x dan mengucapkan : 10x
lalu mengucapkan : 10 x
kemudian ia meminta hajatnya kepada Allah. Insya Allah akan terkabul.
Telah berkata Syaikh Abul Oosim Alhaakim : “Aku telah mengutus seorang utusan kepada sebagian orang-orang ahli ‘ibadah (‘ubbaad) untuk mengajarkan kepadaku “shalat ini” (shalat hajat), kemudian ia mengajarkannya kepadaku. Dan aku telah memohon hikmah kepada Allah Ta’ala, lalu aku diberinya dan telah dipenuhi-Nya 1000 (seribu) hajatku.
Alhakim berkata : “Barang siapa yang melaksanakan shalat hayat, hendaklah ia mandi pada malam Jum’at dan memakai pakaian yang bersih, dan shalatlah diwaktu sahur, dengan niat mohon dipenuhi hajatnya. Insya Allah terkabul.









One Comment