“S FAT-SIFAT ALMAUT DAN ALAM BARZAKH”
Dalam suatu hadits yang panjang Rasulullah SAW. bersabda : (yang artinya): “Apabila anak Adam telah cukup rezki dan umurnya, dan telah tiba ajalnya, (maka) akan datanglah kepadanya 4 (empat) orang malaikat yang akan mencabut nyawanya dari muka dan kedua kakinya. Karena dahsyatnya penderitaan itu. ia mengira langit telah runtuh menimpa bumi, sedang dia ada di tengah-tengahnya. Seolah-olah pula diperutnya ada kayu (cabang pohon yang berduri) yang ditariknya dengan kuat oleh orang yang kuat pula, hingga terputus-putus isi perutnya. Seketika itu berkeringatlah keningnya, menguning rupanya, mengembung dadanya dan terangkat tulang rusuknya”.
Semua itu, karena kedahsyatan penderitaan yang dirasakannya. Kemudian matilah badannya, anggota demi anggota…. dan terus maut itu merayap ke setiap anggota, dan terjadilah apa yang disebut “sakaraat demi sakaraat” (pencabutan ruh), hingga seketika ruhnya mencapai kerongkongan, maka terputuslah ia dari pandangan dunia dan penghuninya, dan terlihatlah dihadapannya alam akhirat dan bencana-bencananya. Kemudian tertutuplah paginya pintu taubat, dan terhamparlah dihadapannya bermacam-macam ujian! mengenai agamanya.
Kemudian datanglah Iblis beserta bala tentaranya yang terkutuk dalan! pentuk rupa orang-orang yang pemah ia kenali dari sahabat-sahabatnya yany telah dipanggil Allah diwaktu-waktu yang lalu. Mereka berkata kepadanya: “Hai fulan, matilah sebagai pemeluk agama Yahudi atau Nasrani, karena itulah agama yang diterima oleh Allah”.
Ketika itu, Allah akan menyesatkan orang yang dikehendaki-Nya dun menetapkan iman orang yang dikehendaki-Nya. Maka jika imannya kunt, dan keta’atannya dapat mengalahkan iblis, maka datanglah malaikat rahmah lalu mengusir syetan-syetan itu dari padanya. Dan jika imannya lemah, keta’atannya tidak ada, dan banyak ma’siatnya, maka ia akan dikatakan oleh Iblis dan bala tentaranya, yang kemudian ia pun disesatkannya dari agama Allah, dan matilah ia sebagai orang kafir, yang sudah selayaknyu akan tinggal di api neraka selama-lamanya kecuali orang yang dirahmati Allah SWT. Mereka berkata : “Kebanyakan orang yang tersesat dari agama Allah, adalah orang-orang yang meninggalkan shalat, peminum khamar, tukang peras (meminta uang dengan paksa), pembunuh, pezina dengan istri letangga, terus menerus berma’siat tanpa taubat. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita semua.
Apabila Malaikat maut telah mencabut ruh, maka jika ia ruh yang seorang yang berbahagia, lalu diserahkannya kepada malaikat pembantupembantunya yang serba tampan rupanya sedang ruh itu sendiri berbau harum karena keharuman amal-amalnya yang saleh. Kemudian ruh itu dibawanya naik ke langit yang ke-7 lebih cepat dari kilat. Setiap melewati penghuni langit, mereka menyambutnya dengan ucapan : “Selamat datang, siapakah yang anda bawa? Alangkah bahagianya hamba itu lalu merekapun memujinya alas amal-amalnya yang turut serta naik dari shalatnya, sedekahnya, puasanya ilawahnya, dll. hingga malaikat pembantu itu tiba dihadapan Allah Ta’ala. Kemudian ruh hamba itu ditegur Tuhannya atas kesalahan-kesalahan yang tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT. hingga hamba itu mengira bahwa akan binasa, lalu ia dirahmati oleh Tuhannya dengan firman-Nya : “Wahai hamba-Ku, janganlah engkau takut, aku tutupi (kesalahan mu) di dunia dengan kesabaran-Ku, maka Aku ampam engkau dengan keniueihan-Ku”. Kemudian Allah memerintahkan (malaikat pembantu itu untuk mengembalikannya (yaitu ruh) pada jasa Inya.
Dan jika ia ruh seorang hamba yang celaka, maka ruh itu diserahkan oleh malaikat maut kepada Malaikat Zabaniah, yang wajah-wajahnya serba buruk, kejam dan sadis. Lalu ruh itu dibawa naik, sedang baunya amat busuk karena kebusukan amal-arnalnya yang buruk.
Setiap Zabaniah itu mengetuk pintu langit dunia, maka penjaganya berkata : “Tidak ada ucapan selamat dan tidak ada kemudahan bagi si fulan. Kami telah mengutuknya ketika ia berjalan di muka bumi, maka hagaimanakah kami akan membuka pintu langit untuknya”? Dan orang yang menghilangkan shalat akan ditolak oleh shalatnya sambil berkata : “Allah ukan melenyapkanmu, sebagaimana engkau telah menghilangkan aku dan scandainya engkau memeliharaku, niscaya Allah akan memeliharamu. Adapun orang yang memutuskan tali silaturrahim, maka tali silaturrahimnya ukun menolaknya sambil berkata :”Allah memutuskanmu, sebagaimana engkau telah memutuskan aku. Dan seandainya engkau menghubungkan aku, niscaya Allah akan menghubungkanmu”.
Dan demikianlah setiap perangai buruk yang meliputinya, kemudian ia mati tanpa taubat dari perangai buruk itu, dikhawatirkan akan menutupi dirinya dari rahmat Allah.
Dan jika malaikat Zabaniah itu, mendengar apa-apa yang dikatakan kepada ruh hamba itu, serentak saja melepaskannya dari tangan mereka sambil dikutuki, maka meluncurlah ruh itu dani langit hingga kembali ke jasadnya yang jahat itu. Jika saja nyawa (ruh) itu kembali ke jasadnya dan mayyit itu telah dikafani, maka ruhnya melekat pada dadanya sambil menjerit dengan jeritan yang amat keras yang didengar oleh segala sesuatu kecuali bangsa jin dan manusia saja yang tidak mendengarnya.
Dan jika ia ruh yang berbahagia, maka ia berkata : “Percepatlah bawa aku ke syorga dan keridhaan Allah, alangkah bahagianya, seandainya kaumku mengetahui bahwa Tuhanku telah mengampuniku dan memuliakan aku”. Dan jika ia ruh yang celaka, maka ia berkata : “Perlahan-lahanlah! Akan dibawa kesiksaan macam apakah aku ?”. Ketika telah selesui penguburannya, maka menjepitlah kuburnya dengan jepitan yang amat keras hingga hancurlah tulang belulangnya.
“Telah bersabda Nabi SAM. : “Sesungguhnya sehap kubur itu mempunyat yekanan, dan seandainya seseorang dapat selamat dari padanya. maka akan selamat Sa’ad bin Mu’adz yang karena kematiannya. telah berguncang ‘Arasy Dzat Yang Maha Pengasih”. (Ar Rahman).
Kemudian, masuklah ke kuburnya Munkar dan Nakir dua malaikat yang rupanya serba hitam kebiru-biruan, suara mereka bagaikan petir, kedua mata mereka bagaikan kilat yang menyambar. Masing-masing dari mereka membawa palu besi, yang jika palu itu dipukulkan kepada scbuah gunung. niscaya gunung itu akan hancur.
Keduanya akan bertanya kepada si mayyit : “Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?”. Maka barang siapa yang ditetapkan imannya. jaakan menjawab : “A/lah adalah Tuhanku. Islam agamaku, dan Muhammad adalah Nabiku”.
Kemudian yang seorang berkata kepada lainnya : “Ia (hamba itu) benar dalam ucapannya. dan dia telah terhindar dari siksaan kita”. Lalu Allah Ta’ala luaskan kuburnya, tanahnya dijadikan air dan bergerak hingga menjadi luas. Kemudian dibukakan untuknya pintu ke syorga hingga dia dapat melihat rumahnya (di syorga itu) dengan mencium bau harum semerbak (dari syorga itu). Lalu menjelmalah amal salehnya dalam rupa yang seindahindahnya. Amal salehnya itu akan selamanya menyertainya, berbincangbincang dengannya dan menghiburnya hingga hari kiamat. Maka seketika itu pula kuburnya menjelma menjadi salah satu taman dari taman-taman syorga.
Adapun orang yang celaka, manakala Munkar dan Nakir bertanya kepadanya, tentang Tuhannya, agamanya dan nabinya, maka akan hilanglah akalnya, karena sangat takut dan berkatalah ia : “Aku tidak tahu”, Jika ia menyembah Syetan, maka akan dikatakan kepadanya : “Tuhannya, syetan”, lalu dipukullah ia dengan pukulan yang menyebabkan menyalanya api dikuburnya hingga hari kiamat. Lalu dibukakan untuknya pintu ke neraka lahannam. Melalui pintu itu, ia melihat tempatnya di neraka Jahannam. Tidak lama kemudian, datanglah amal keburukannya datam rupa yang seburuk-buruknya.
Adapun amal orang yang Zalim, akan menjelma dalam bentuk seekor ular besar yang akan terus-menerus menggiyitnya hingga hari kiamat. Adapun amal orang yang pekerjaannya mengadu domba, akan menjelma dalam bentuk scekor kalajengking besar yang akan terus menerus menyengatnya hingga hari kiamat. Adapun amal orang yang tukang mempergunjingkan orang lzin, ukan menjelma dalam bentuk seekor anjing gila yang terus menerus melukainya hingga hari kiamat. Dan lain-lain dari amal yang buruk itu, akan menjelma sebagai makhluk yang buruk pula, sesuai amalnya. Sedang orang yang bunuh diri, maka pisaunya akan’senantiasa melekat ditangannya. Dan dengan pisau itu, ia akan terus menerus membunuh dirinya sedang kuburnya menjadi salah satu lubang dari lubang-lubang api neraka dan di hari kiamat nanti akan merupakan tempat siksaan yang amat pedih.
Telah bersabda Rasulullah SAW. : “Kubur adalah rumah pertama dari rumah-rumah akhirat. Maka jika penghuninya selamat dari (siksa) nya, maka apa-apa yang akan terjadi sesudahnya akan lebih mudah, dan jika ia tidak selamat dari (siksa)nya. maka apa-apa yang akan terjadi sesudahnya akan lebih dahsyat daripadanya”)
Sesungguhnya seorang mayyit, apabila telah diletakkan dikuburnya, akan datanglah amal-amal salehnya. Jika siksa datang dari arah kepalanya, maka akan ditolak oleh bacaan OGur’annya. Dan jika datang dari arah kedua kakinya, maka ia akan ditolak oleh shalatnya. Dan jika datang dari arah kedua tangannya, maka akan ditolak oleh sedekahnya. Maka semua ibadahnya itu, akan menolak siksa-siksa itu, seperti seseorang menolak sesuatu dari saudara-saudaranya.
Makau berkatalah Malaikat ‘azab kepadanya : “Sungguh sebaik-baik pembela, adalah amal kebajikan yang engkau telah persiapkan untuk menghadapi hari ini, dan seandainya engkau tidak mempunyai persiapan kebajikan, niscaya engkau akan memperoleh ‘azab”.









One Comment