Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

KEUTAMAAN AYATUL KURSI

Disini kami akan menerangkan beberapa keutamaan Ayatul Kursi, karena Ayatul Kursi itu meliputi tauhid dan makna sifat-sifat yang tinggi. Sebahagian ulama berkata : “Sesungguhnya Ayatul Kursi itu, sebanding (pahalanya) dengan sepertiga Al Our’an, yaitu terdiri dari 50 kata, dan tiap-tiap kata mengandung 50 keberkahan. Ayatul Kursi diturunkan di malam hari.

Dari Muhammad bin Alhanafiyyah : “Ketika Ayatul Kursi diturunkan, serta merta semua patung-patung yang ada di dunia bertumbangan pada wajahnya, dan berjatuhlah mahkota-mahkota dari kepala mereka, dan syetan-syetan pun berlarian sambil saling pukul memukul sesama mereka”. (Alhadist). :

Telah diriwayatkan dari Abi Abdillah Al Hakim At Turmudzi dari Nauf’ AI Bukali bahwasanya ia telah berkata : “Ayatul Kursi disebut di dalam Taurat “  (Kekuasaan Allah) dan orang-orang yang membacanya disebut-sebut dikerajaan langit sebagai orang yang mulia. Dan menurul kebiasaan Abdurrahman bin ‘Auf, jika ia masuk ke dalam rumahnya, la membaca Ayatul Kursi pada ke-empat sudut rumahnya”.

Dari Anas yang diangkat kepada Nabi SAW. beliau telah bersabda : “Allah SWT. telah mewahyukan kepada Nabi Musa a.s. : “Siapa yang membiasakan membaca Ayatul Kursi, selepas setiap shalat, Aku akan berikan kepadanya hati orang-orang yang pandai bersyukur, pahala para nabi, dan amal para shiddigiin (orang yang benar-benar keimanannya), dan Aku gelar disebelah kanan-Ku rahmat baginya, dan tidak ada yang menghalangi untuk Ak, masukkan ia ke syorga hingga ia didatangi oleh Malaikat Maut”.

Musa a.s. berkata : “Wahai Tuhanku, siapa yang mendengar ini, apakah tidak ingin membiasakannya”. Allah berfirman : “Sesungguhnya aku tidak memberikan itu semua kepada hamba-hamba-Ku kecuali ia seorang nabi atau shiddig atau seorang laki-laki yang aku cintai, atau seorang laki-laki yang Aku kehendaki ia terbunuh di jalanku (mati syahid)”.

Dari Ubayyi bin Ka’bin ja telah berkata : “Allah Ta’ala berfirman : “Hai Musa, siapa yang membaca Ayatul Kursi selepas selesai shalat, Aku akan berikan kepadanya pahala para nabi a.s..”. Abdullah berkata : “Maknanya menurut kami, adalah dia akan diberi pahala amal para nabi. Adapun pahala kenabian, tidak akan diberikan kepada seseorang, kecuali khusus untuk para nabi”. :

DO’A YANG PENUH KEBERKAHAN

Do’a ini adalah do’a yang penuh keberkahan dan agung, hal itu telah terbuku kcampuhannya, sctelah diadakan uji coba oleh para ulama.

Sebahagian ulama telah menetapkan sebagai berikut : “Barang siapa yung biasa membacanya setiap usai shalat fardhu, ia akan dilindungi Allah dari bencana dunia dan akhirat. Do’a tersebut adalah :

FASAL KE-III

MENGENAI MAKNA “LAAILAAHA ILLALLOH”

Ibbnu Abbas r.a. telah berkata makna :   adalah tiada yang memberi manfaat atau mudharrat, tiada yang memberi kemuliaan atau kehincan, tiada yang memberi rizki atau mencegahnya selain Allah. Sebahagiaan ulama telah berkata di dalam tafsirnya : “Tiada, Dzai yang berhak disembah selain Allah”. Fakhruddin Ar Razii telah berkata : ” Ucapan Laa ilaaha illallah dari seorang hamba adalah merupakan isyarat atas ma’rifah, tauhid dengan lisan, pujian dan kebenaran kepada “‘Al Malikul Majiid (Maharaja yang Maha Agung).   « Dan apabila seorang hamba mengucapkan : (   ) maka maknanya :

“Tiada Tuhan (yang patut disembah), yang memiliki segala kurnia segala nikmat, kekuasaan, kekekalan, keagungan, nur cahaya, kemuliaan, pujian. kemurkaan, keridhaan, hanyalah Allah. Dia adalah Dzat pemelihara alam semesta, Pencipta makhluk yang terdahulu dan yang terkemudian dan yang menentukan agama (yang sah dan benar) pada hari pembalasan”,

As Sanusi telah berkata : “Makna   adalah-tidak adanya . kebutuhan kepada Tuhan selain Allah, dan segala sesuatu selain Dia membutuhkan Allah. Makna ” Laa ilaaha illalloh” adalah segala sesuatu tidak membutuhkan selain kepada Dia, dan segala sesuatu selain dia membutuhkan-Nya. Sebahagiaan ulama telah berkata : “Makna

“Tiada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah, tiada Dzat pencipta makhluk, dan tiada Penguasa atas suatu urusan selain Allah”.

Ini diambil dari firman-Nya : ”

“Ingatlah menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah”, (QS. Al A’raaf : 54).

dan dari firman-Nya :

“Kemudian mereka mengambil tuhan-tuhan selain dari pada-Nya (untuk disembah), yang tuhan-tuhan itu tidak menciprakan apapun. hahkan mereka sendiri diciptakan dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemadharratan duri dirinya dan tidak pula untuk mengambil sesuatu kemanfaatan dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan”. (QS. Al Furgaan : 3).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker