Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

PENDAHULUAN

Kami kemukakan kepada.anda Mukaddimah yang terdiri dari 5 (lima) fasal yaitu :

– Fasal Pertama: mengenai anjuran berdzikir kepada Allah dan penyebaran keutamaannya.

– Fasal Kedua : Mengenai manfaat do’a dan kaitannya dengan jalanjalannya.

-: Fasal ketiga : Mengenai manfaat wirid dan anjuran membiasakan nya,

– Fasal keempat: didalaninya ada 7 ( tujuh ) faidah dari adab berdzikir dan masalah-masalahnya.

– Fasal Kelima : Kami menerangkan di dalamnya ada beborapu manfant” Al-Asmaa ” yang menghasilkan ko agungan nur, anugerah yang besar dan kemurahan rahasia bagi yang mengucapkannya.

Kemudian setelah itu, kami mulai dengan maksud Alkitab, dengan menjelaskan fardhu-fardhunya dan sunnah-sunnahnya yang mendatangkan hadiah-hadiah dan anugerah-anugerah yang menyenangkan kedua mata Orang yang membacanya, mendengarnya dan yang monukilnya.

FASAL PERTAMA: KEUTAMAAN DZIKIR DAN ANJURAN PENGAMALANNYA

Adapun ayat – ayat yang berhubungan dengan itu adalah sebagai berikut :

(Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. dan bertasbihlah diwaktu pagi dan petang). (OS. Al-ahzaab : 41-42)

(karena itu, ingatlah kamu kepadaKu niscaya Aku ingat pula kepadamu) (O.S Albagarah : 152)

( Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram). (OS. Arra’d : 28)

(Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai). ( OS. Ala’raaf : 205 )

( Barang siapa yang berpaling dari mengingatKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghidupkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta). (OS. Thaha : 124) dan masih banyak lagi ayat-ayat mengenai dzikir yang tidak mungkin kita dapat menghitungnya, bahkan Alqur’an semuanya dan hadist-hadist seluruhnya menarik kita untuk berdzikir kepada Allah SWT baik secara lisan atau dengan kesungguhan secara amaliah mapun secara agidah, maka fahamilah baik-baik firman Allah Ta’ala :

Maka berhati-hatilah dan jangan sekali-kali mengurangi dzikir atau berpaling dari padanya.

Adapun hadist-hadist dari Almukhtar adalah sebagai berikut : Yelah bersabda Rasulullah SAW. sesuai yang diriwayatkan oleh Imam Malik r.a :

(Orang yang berdzikir kepada Allah ditengah-tengah orang-orang yang lalai, seperti pejuang dibelakang orang-orang yang melarikan diri (dari musuh), dan orang yang berdzikir kepada Allah ditengah-tengah orangorang yang lalai, seperti cabang yang hijau berada pada pohon yang kering, dan “dalam suatu riwayat ” seperti pohon yang hijau ditengah-tengah pohon yang kering. Dan orang yang berdzikir kepada Allah ditengah. tengah orang yang lalai, seperti lampu beradu di dalam suatu rumah yang gelap. Dan orang yang berdzikir kepada Allah ditengah-tengah orang. orang yang lalai, akan diperlihatkan oleh Allah tempatnya di syorga sedang ia masih hidup. Dan orang yang berdzikir kepada Allah ditengah. tengah orang-orang yang lalai, akan diampuni dosanya sebanyak jumlah orang yang faseh dan ‘ajami. ,

(Dalam hadist Oudsi Allah Ta’ala berfirman :” Orang-orang yang selalu berdzikir kepada-Ku, mereka adalah teman dudukKu, dan orangorang yang selalu bersyukur kepada-Ku, mereka adalah orang-orang yang Ku beri tambahan, dan orang-orang yang selalu ta’at kepadaKu, mereka adalah orang-orang yang -Kuberi kemuliaan, dan orang-orang yang selalu bermaksiat kepada-Ku, Aku tidak memberi rasa putus asa kepada mereka, dan jika mereka bertaubat, maka Aku adalah kekasih mereka, Aku mencintai orang-orang yang bertaubat, dan jika mereka belum bertaubat, muka Aku adalah Thabib mereka, Aku uji mereka dengan bermacammucam musibah untuk mensucikan mereka dari aib (kotoran dosa)

Telah bersabda SAW :”‘ Allah Ta’ala berfirman ” : Aku bersama hambuKu selama ia berdzikir (ingat) kepada – Ku dan bergerak-gerak kedua bibirnya ).

(Dari Mu’adz bin Jabal bahwa Rasulullah S.A.W telah memegang tangannya dan bersabda :” Hai Mu’adz, demi Allah sesungguhnya aku menyayangimu karena Allah, lalu beliau bersabda : ” Aku berwasiat kepadamu hai Mu’adz, janganlah sekali-kali engkau tinggalkan scusat setiap shalat untuk mengucapkan :

(Ya Allah, tolonglah agar aku (selalu) mengingat-Mu, mensyukuri-Mu dan memperbaiki ibadahku kepad-Mu ).

( Telah bersabda SAW : ” Barang siapa yang ta’at kepada Allah, berarti ia telah mengingat Allah walaupun kurang shalatnya, puasanya dan bacaan Our’annya. Dan barang siapa yang berma’siat kepada Allah, berarti ia telah melupakan Allah walaupun banyak shalatnya, banyak puasanya dan banyak bacaan Our’annya ).

( Dari Anas dan lainnya : ” Telah bersabda Rasulullah S.A.W. :” Barang siapa yang shalat fajar ( subuh ) berjama’ah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari kemudian melakukan sholat 2 (dua) raka’at (dhuha), maka baginya pahala seperti pahala ibadah hajji dan umroh yang sempurna, sempurna, sempurna ). (telah berkata Atturmudzi : Hadist Hasan )

(Dan telah berkata Alghazali r.a meriwayatkan bahwa setiap orang akan keluar dari dunia dalam keadaan haus kecuali orang yang (selalu) berdzikir kepada Allah).

( Dari Mu’adz bin jabal r.a bahwasanya : ” Penghuni syorga itu tidak merasa lebih menyesal dari pada terlewatinya saat tanpa dzikir kepada Allah Ta’ala ).

(ADAPUN KEUTAMAAN MAJLIS DZIKIR ADALAH SBB: )

(Telah bersabda SAW : ” Tidak ada suatu kaum (jama’ah) yang berkumpul disuatu majlis sambil berdzikir kepada Allah Ta’ala, kecuali mereka akan dikelilingi oleh para malaikat, akan diliputi dengan rahmat, dan mereka akan disebut-sebut Allah pada ( para Malaikat ) yang ada disisiNya).

(Dan telah bersabda pula : ” Tidak ada suatu kaum (jama’ah) yang berkumpul sambil berdzikir kepada Allah ta’ala, yang mana dengan dzikir itu, mereka hanya memohon ridha-Nya, maka akan ada penyeru dari langit :” Bangkitiah kamu sekalian dalam keadaan terampuni dosa-dosamu, dan kesalahan -kesalahanmu telah diganti dengan kebajikan).

( Telah berkata Al-Imam Muhammad Albaagir ibnul-Imam Ali Zainal-Abidin r.a bahwa api petir akan mengenai orang mu’min dan orang kafir, kecuali orang yang sedang berdzikir kepada Allah ‘ Azza wa Jalla. Tidak ada sesuatu yang paling dicintai Allah (melebihi) dari yang diminta oleh hambaNya, dan tidak ada yang dapat menolak ghada kecuali do’a). :

(Dari Abi Hurairah r.a bahwasanya ia telah memasuki suatu pasar, dan berkatalah ia (kepada orang-orang yang ada di pasar itu). : ” Kenapakah aku melihat kalian berada disini, sedang warisan Rasulullah SAW. (sedang) dibagi-bagikan di masjid. Lalu mereka pun pergilah ke masjid dengan meninggalkan kesibukan di pasar, tetapi mereka tidak melihat adanya warisan yang dibagikan. Mereka berkata : ” Ya Abu Hurairah, kami tidak menjumpai warisan sedikitpun”. Abu Hurairah, berkata : apa yang kalian lihat (disana)?.”Mereka berkata : Kami melihat ada suatu kelompok orang yang sedang berdzikir kepada Allah, dan ada pula kelompok lain yang sedang membaca Alqur’an. Abu Hurairah berkata : ” Itulah warisan Rasulullah SAW ”.

Dan didalam hadist lain yang dikeluarkan oleh Imam Abu Dawud r.a bahwa Rasulullah s.a.w telah bersabda kepada Umar :

( Maukah kamu, aku beritahukan tentang sebaik-baik harta simpanan yosoorang ? (ialah) seorang isteri yang salehah, jika ia (suami) melihatnya, ln menyenangkan hatinya, dan jika memerintahnya, ia akan menta’atinya, dun Jika tiduk ada di rumah ia akan memelihara kehormatannya).

(Dari Anas r.a ia telah berkata : ” Telah bersabda Rasulullah SAW :” Bagiku duduk bersama suatu kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala sejak shalat subuh hingga terbit matahari lebih aku senangi (afdhal) dari membebaskan 4 (empat) orang (hamba) dari keturunan Ismulil. Dan bagiku duduk bersarna suatu kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala sejak shalat ‘ Ashar hingga terbenam matahari, lebih aku senangi (afdhal) dari membebaskan 4 (emapt) orang (hamba). (Dikel. Oleh Abu Dawud )

(DZIKIR DALAM HATI DAN DZIKIR DENGAN LISAN)

Kemudian, Alqoodhii ‘Iyaadh telah berkata : ” Dzikir kepada Allah itu ada 2 (dua) macam yaitu dzikir dalam hati dan dzikir dengan lisan. Dan dzikir dalam hati itu ada 2 (dua) macam pula : salah satunya adalah bentuk dzikir yang paling tinggi dan agung yaitu : memikirkan (merenungi) ke-Agungan Allah Ta’ala, kebesaran-Nya, kerajaanNya, tanda-tanda kekuasaan-Nya, langit-langit-Nya dan bumi-bumiNya.

Hal tersebut diatas, tclah dikuatkan dengan hadist :

(sebaik-baik dzikir adalah yang bersifat tersembunyi). Yang ke 2(Jun) adalah berdzikir kepada Allah SWT. didalam hati mengenai perintah-perintahNya dan larangan-laranganNya. karena itu, hendaklah menta’ati apa-apa yang diperintah dan menjauhi apa-apa yang dilarang. Adapun dzikir dengan lisan adalah dzikir yang paling lemah, namun tetap mempunyai keutamaan yang agung seperti yang telah diterangkan oluh beberapa hadist. Kemudian Alyoodhii berkata , ” Pada dzikir ibnu Jarir Althobari dan lainnya, terdapat perbedaan dzikir para salaf mengenai Uzikir didalam hati dan dzikir dengan lisan, mana yang lebih utama (afdhal)

Selanjutnya Algodhii berkata : ” Adapun perbedaan itu menurutku adalah bahwasanya dzikir didalam hati hanya berbentuk tasbih, tahlil dan sebagainya.

“Mas hal tersebut, perkataan mereka telah menunjukkan adanya perbedaan mengenai dzikir yang tersembunyi. (  ) seperti yang telah diterangkan terdahulu. Hal tersebut (dzikir dalam hati) tidak bisa dibandingkan dengan dzikir dengan lisan maka bagaimana bisa menjadi lebih afdhal ?

Sesungguhnya, perbedaan antara dzikir didalam hati dengan tasbih dan sebagainya, dengan yang dimaksud dengan dzikir lisan itu, adalah harus dengan kehadiran hati (khusyu?) .

Dan jika hati lalai, maka tidak ada artinya dzikir dengan lisan itu. Dan ada orang yang berhujjah bahwa lebih banyak mengatakan orang yang berdzikir didalam hati itu lebih utama (afdhal), karena amalnya yang secara tersembunyi itu lebih utama, dan adapula yang berhujjah bahwa dzikir dengan lisan itu lebih utama karena amalnya lebih banyak mempergunakan lisan. Dan itu akan mendatangkan tambahan pahala.

Kemudian Algoodhii berkata pula : ” Mereka berbeda pendapat pula, apukah Malaikat akan mencatat dzikir didalam hati ?. Ada yang mengatakan dzikir tersebut akan tetap dicatatnya dan bagi mereka ada tanda-tanda yang mereka sendiri mengetahuinya.

Dan adapula yang mengatakan bahwa dzikir dalam hati itu tidak dicatatnya, karena tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah Ta’ala. kemudian telah berkata Syaikhuna Annawawi : ” Yang benar adalah mereka para malaikat itu mencatatnya dan bahwasanya dzikir dengan lisan dengan kehadiran hati itu lebih utama dari hati itu sendiri ”. Wallahu a’alm.

Dan telah berkata Al-Imam Abulgaasim Abdul Karim bin Hawaazin Algusyairi didalam risalahnya yang terrkenal : ” Ketahuilah bahwa dzikir adalah tiang sandaran yang kuat dijalan kebenaran Maha Suci Allah, bahkan ia merupakan tempat berpegang didalam Tharigah ini, dan tidak ada sescorung yang dapat sampai kepada Allah, kecuali dengan menekuni dzikir.

Ia berkata: ” Dzikir itu ada 2 (dua) macam yaitu dzikir dengan lisan dan dzikir dalam hati. Maka dzikir dengan lisan akan menyampaikan seseorang hamba kepada penekunan dzikir dalam hati. Maka jika seorang hamba berdzikir dengan lisan dan hatinya, maka itulah yang sempurna sifat dan hal-ihwal suluknya ( perjalanan menuju Allah SWT).

Kemudian ia meriwayatkan dari syaikhnya Abi Ali bahwasanya ia mengatakan :” Dzikir itu wilayahnya telah tersebar luas, maka siapa yang telah diberi taufik untuk berdzikir , berarti ia telah di beri petunjuk. Dan barang siapa yang telah dihilangkan keinginannya untuk berdzikir, berarti ia telah di kucilkan”.

Sebagian mereka ada yang berkata : ” jika Allah akan mengangkat seseorang hamba menjadi waliNya, akan dibukakan pintu dzikir kepadanya, dan jika ia telah merasakan kelezatan (keni’matan) dzikir, maka akan dibukakan baginya pintu kedekatan  kepada Allah, kemudian “. .. diangkatnya kemajlis kesenangan dengan Allah kemudian ia akan didudukannya diatas kursi tauhid  kemudian akan diangkat dari padanya tabir, lalu ia akan dimasukkannya   keruang kedekatan   dan terkuaklah bagi nya keBesaran dan ke Agungan Allah SWT. Dan jika matanya tertumbuk pada kebesaran dan keagungan, ia akan keluar dari rasa dan unsur-unsur pribadinya (sebagai insan), maka ketika itu ia akan memperoleh tingkatan | ilmu tentang Allah SWT, lalu ia tidak belajar lagi kepada makhluk, tetapi di didik oleh Allah SWT. yaitu dengan diangkatnya tabir dari hatinya hingga ia akan mendengar apa-apa yang belum pernah didengar dan pula akan memahami apa-apa yang belum pernah difahami

( Dari Abi Musa r.a bahwasanya Nabi s.a.w telah bersabda : ” Perumpamaan rumah dimana diadakan dzikir kepada Allah dan rumah yang sepi dari dzikir, bagaikan (orang) yang hidup dan yang mati ”. (Dikeluarkan oleh Syaikhan )

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker