Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

( PENJELASAN MENGENAI HAKIKAT IMAN)

Marilah kita mulai sekarang menjelaskan hakikat ma’na iman, kemudian akan diterangkan beberapa faidah yang baik, lalu akan dijolaskan tentang keutamaan iman. 

Masalah tersebut, kami bagi dalam 3(tiga) fasal yaitu :

  1. Fasal Pertama : Penjelasan mengenai hakikat iman dan tanda-tanda ahlinya.
  1. Fasal Kedua : Penjelasan mengenai faidah yang menunjukkan tempat tumbuhnya iman dan asal-usulnya.
  1. Fasal ketiga : Penjelasan agung mengenai kehormatan kaum mu’minin iman dan keutamaannya yang banyak.

(FASAL PERTAMA) (PENJELASAN MENGENAI HAKIKAT IMAN DAN TANDATANDA AHLINYA).

AKHLAK MEREKA, UCAPAN-UCAPAN MEREKA, PERBUATAN-PERBUATAN MEREKA DAN APA-APA YANG SELAYAKNYA BAGI MEREKA.

Adapun ayat-ayat yang berkaitan dengan itu adalah firman Allah Ta’ala sebagai berikut :

(Sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan diantara sesamamu, dan ta’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman). – (OS. Al anfaal : 1)

(Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenarbenarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian disisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (ni’mat) yang mulia). (OS. Al-anfaal : 2-4)

(Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran padahal sesungguhnya sebahagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya). (OS. Al-anfaal : 5)

mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu). ‘”(OS. Al-anfaal : 6)

Adapun hadits-hadits yang berkaitan dengan itu adalah :

(Pernah s.a.w. bersabda :”Tidaklah beriman seorang hamba hingga ia mengimani takdir yang baik dan yang buruk (dari Allah) dan hingga ia mengetahui bahwa musibah yang menimpanya tidak menyalahi, dan yang menyalahi, maka tidak akan menimpanya”. (HR. Jabir dan dikeluarkan oleh Turmudizi)

(Telah bersabda s.a.w. kepada Mu’adz bin Jabal r.a. ketika beliau masuk kepadanya, yang ketika itu ia sedang menangis:”Bagaimanakah keadaanmu pagi ini hai Mu’adz ?”, ia berkata :”Pagi ini, aku dalam keadaan beriman kepada Allah”, Maka s.a.w, pun bersabda :” Sesungguhnya setiap ucapan itu ada bukti kebenarannya, dan setiap hak ada hakikatnya, maka apakah bukti kebenaran yang engkau ucapkan itu?”, Kemudian ia berkata :”Ya Rasulullah, tidak ada suatu pagipun yang aku lewati, kecuali aku mengira, bahwa aku tidak akan sampai ke sore hari, Dan tidak ada suatu sorepun, yang aku lewati, kecuali aku mengira bahwa aku tidak akan sampai kepagi hari, Dan tidak aku melangkah, kecuali aku mengira tidak dapat mengikutinya dengan langkah lain. Dan aku seolah-olah melihat setiap ummat berlutut. Tiap-tiap ummat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya, termasuk para nabi dan para berhalanya yang pernah disembah selain Allah, dan seolah-olah aku melihat siksaan penghuni neraka dan pahala penghuni syorga. Nabi s.a.w. bersabda :”Engkau telah memahami, maka tetaplah (dalam keadaan seperti itu).

Dari ‘Ubadah bin Ash-shaamit r.a. bahwasanya ia telah berkata kepada putranya ketika menjelang wafatnya:” Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak dapat merasakan hakikat iman, hingga engkau mengetahui bahwa musibah yang menimpamu itu tidak menyalahi (takdir),dan apnapa yang tidak ditakdirkan, tidak akan menimpamu. Sesungguhnya, aku telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda :

(Yang pertama diciptakan Allah adalah algalam (pena), maka Allah berfirman kepadanya:”Tulislah !”. Ia (algalam) berkata:” Ya Tuhanku, apa yang (harus) ku tulis ?”. Allah berfirman:” Tulislah takdir-takdir (ketentuan-ketentuan) segala sesuatu hingga hari kiamat”. Wahai anakku:”” Aku telah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda :

Barang siapa yang mati bukan atas (faham ini), maka dia bukan dari golonganku). (Di keluarkan oleh Abu Dawud )

(Dari Abi Musa Al asy’ari bahwasanya Nabi Allah s.a.w. bersabda : perumpamaan seorang mu’min yang membaca Alqur’an seperti buah Jeruk, rasanya cnak dan baunya enak (harum), dan perumpamaan orang mu’min yang tidak membaca Alqur’an seperti buah kurma rasanya munis dan tidak ada baunya, dan perumpamaan orang yang durhaka yang membuca Alqur’an, seperti buah limau, baunya harum dan tidak ada rasanya, dan perumpamaan orang durhaka yang tidak mambaca Alqur’an seperti buah pare, rasanya pahit dan tidak ada baunya). (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Albukhari dan Outaibah dari Abi ‘Awanah).

(Dari Abi Hurairah r.a. ia telah berkata :”Telah bersabda Rasulullah SAW:Orang Muslim adalah orang yang dapat menyelamatkan orangorang Islam dari (kejahatan) lidah dan tangannya. Dan orang mu’min adalah orang yang dapat mengamankan manusia atas darah dan harta mereka). (Dikeluarkan oleh Turmudzi dan Annasaai).

(pada suatu hari Rasulullah s.a.wv. telah bersabda kepada sekelompok gahabat-sahabatnya:” Bagaimanakah keadaan kamu sekalian ?”. Mereka berkata ”Kami (kaum yang) beriman”.Beliau bersabda :” Apakah tandajanda keimananmu ?”. Maka mereka pun berkata :”Kami bersabar menghadapi musibah, kami bersyukur atas kebahagiaan, dan kami ridha sas terjadinya gadha (takdir). Maka beliaupun bersabda :”Kamu sekalian (benar-benar) orang-orang yang beriman demi Tuhan pemilik Ka’bah).

Telah berkata Alhasan Albasri (rahimahullah) :”Sesungguhnys engkau tidak memperoleh hakikat iman, kecuali jika engkau tidak menghina manusia atas suatu aib, yang mana aib itu sendiri ada padadirimu, hingga engkau dapat memperbaiki aibmu, kemudian engkau baru dapat memperbaiki aibnya.Jika engkau telah melakukan hal itu, maka sebelum engkau memperbaiki, suatu aib, maka engkaupun akan menjumpai lagi aib yang lain pada dirimu yang belum diperbaiki. Dan jika engkau telah lakukan itu, maka secara khusus engkau hanya mengurusi dirimu saja. Sebaik-baik hamba yang dicintai Allah, adalah yang seperti itu yaitu memperbaiki aib diri sendiri, kemudian baru memperbaiki orang lain.

Dari Maalik bahwasanya ia mendengar bahwa Rasulullah SAW telah bersabda :”Beristigamahlah (teguh pendirian) dan engkau tidak dapat menghitung (kebajikan-kebajikan itu), dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amalmu, adalah shalat, dan tidak ada seorangpun yang (selalu) memelihara wudhu melainkan diaseorang mu’min (yang hakiki)).

(Dari Ali bin abi Thalib r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. telah bersabda kepadanya:” Ya Ali (3x) janganlah engkau tunda : Shalat apabila telah tiba waktunya, jenazah apabila sudah dipersiapkan, dan anak perempuan apabila engkau telah mendapatkan calon suaminya yang seimbang). (Dikeluarkan oleh Turmudzi) :

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker