( BERULANG-ULANGNYA NAMA KEAGUNGAN ALLAH DALAM RATIB )
Telah berulang-ulang sebutan nama Allah dalam Ratib ini 6x(enam kali) berturut-turut. Maka yang pertama ada didalam dzikir yang ke-3, Yang ke-dua ada didalam dzikir yang ke-4, Yang ke-tiga ada didalam dzikir yang ke-5 meliputi “basmalah”. .
Yang ke-empat dan ke-lima ada didalam dzikir yang ke-6 yaitu yang sedang diterangkan sekarang ini.
Dan dzikir yang ke-7 akan datang penjelasannya Insya Allah. Dan pembicaraan kita sekarang, mengenai”asma? untuk permohonan perlindungan” dari bahaya dunia dan akhirat. Dan keutamaan “basmalah beserta manfaatnya” secara singkat, baik yang bersumber dari ayat-ayat Alqur’?an maupun hadits-hadits Rasulullah SAW.
Firman Allah Ta’ala :
(Dan-berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah). (OS. Ali Imran : 103)
(Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu Dan jika kamu tidak kerjakan(apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia). (OS. Al-maaidah : 67)
(Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (apama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar). (OS. Annisaa : 146) .
(Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu guna memelihara kamu dalam peperangan) (OS. A-Anbiyaa’ : 80)
Adapun wirid-wirid, hizib-hizib dan isti’aadzaat, adalah pakaian dan pelindung kami yang bersifat menyeluruh yang membentengi kami dan mencegah dari segala bencana.
(Adapun hadits-hadits didalam Shahih Muslim (disebutkan) sabdanya s.a.w. :”Sesungguhnya Allah Ta’ala ridha untukmu 3(tiga) perkara dan tidak menyukai bagimu 3(tiga) perkara.
Adapun yang diridhai adalah:
- hendaklah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu.
- hendaklah kamu sekalian berpegang teguh dengan tali (agama) Allah.
- Janganlah kamu sekalian bercerai berai.
Dan yang tidak disukai adalah :
- Perkataan yang tidak ada sumber kebenarannya, seperti : katanya katanya……
- banyak bertanya (tentang hal-hal yang tidak perlu).
- membuang-buang harta (pada hal-hal yang tidak berguna).
Telah berkata Al-Imam Annawawi dalam syarah Shahih Muslim, para ulama berkata :
(Ridha, murka dan tidak senang adalah dari Allah Ta’ala), maksudnya adalah : perintah-Nya dan larangan-Nya, atau pahala-Nya dan siksaanNya, atau kehendak-Nya memberi pahala pada sebahagian hamba atau siksaan pada sebahagian dari mererka. . Al-Imam Annawawi berkata :” Adapun yang dimaksud dengan : adalah berpegang teguh dengan janji-Nya yaitu mematuhi Kitab-Nya yang mulia serta hukum-hukumnya, dan berakhlak dengan akhlaknya (akhlak Alqur’an).
”Telah diriwayatkan bahwa Alma”mun ketika kembali dari Marwa dalamperjalannya menuju Irag ia melewati Nisaabuur, sedang orang yang berada-paling depan-adalah Ali Arridhaa bin Musa Alkaazhim. Maka menghadaplah kepadanya 2(dua) orang yaitu Imam Alhaafizh Abu Zar’ah Arraazi dan Muhammad bin Aslam Ath-thuusi dengan beberapa orang tua,.seraya berkata:”Demi kedekatanmu dengan Rasulullah SAW. kami mohon -anda berbicara kepada kami dengan suatu pembicaraan yang: bermanfaat bagi kami”. Lalu Ali Arridha pun berkata :”Telah berbicara kepadaku ayahanda Musa Alkazhim dari ayahnya Ja’far Ash-shaadig dari ayahnya Zainal Abidin dari Ali bin Alhusein dari ayahnya Alhusain bin Ali dari ayahnya Ali bin Abi Thalib dari Rasulullah s.a.w dari Jibril Alamiin dari Allah Ta’ala firman-Nya :
adalah benteng-Ku, barang siapa yang mengucapkannya (berarti) ia telah memasuki benteng-Ku, dan barang siapa yang memasuki benteng-Ku, ia aman (selamat) dari siksaKu).
Didalam Kitab telah berkata Alhaafizh Jamaluddin Azzarandi didalam Kitab ” dari Abillaits Abdussalam bin Shahih Alharwi, ia telah berkata: “Ketika itu aku bersama-sama Ali Arridhaa ketika memasuki Niisaabuur, kemudian kisah berlanjut kepada yang berhubungan dengan Ali bin Abi Thalib k.w. bahwasanya ia telah berkata:”Aku telah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda :
(Iman adalah mengenal Allah dengan hati, meng-ikrarkan (membenarkan) dengan lisan dan mengamalkan rukua-rukun (agama)-Nya).









One Comment