(FASAL, MENGENAI TAWAKKAL DAN ORANG-ORANG YANG BERTAWAKKAL DAN ARTI TAWAKKAL)
Ketahuilah bahwa Tawakkal adalah merupakan keimanan secara menyeluruh, yang didalamnya terdiri dari dasar dan cabang-cabangnya. Adapun ayat-ayat yang berkaitan dengan itu adalah sbb : (Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati). (OS. Alfurqaan : 58) , (dan bertawakkallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung) (OS. Annisaa’ 81)
(Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah, kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu, ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya AHah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya). (OS. Ali-Imran : 159)
(Katakanlah :”Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dia-lah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal. (OS. Attaubat : 51) Telah berkata Abu Tsaur :” Aku telah mendengar Asysyafi’i (rahimahullah) berkata :” Allah telah mensucikan nabi-Nya dan meninggikan derajatnya. Maka Allah SWT. berfirman :
(Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (kekal) Yang tidak ati).Dalam hal bertawakkal, manusia itu bermacam-macam : ada yang bertawakkal kepada dirinya, kepada hartanya, kepada kedudukannya, kepada kekuasaannya, kepada industrinya, kepada pertaniannya, dan ada yang bertawakkal kepada sesama manusia. Maka setiap orang yang bertawakkal kepada makhluk hidup, past ia akan mati. Allah SWT telah tncnsucikan nabi-Nya dari hal tersebut, dan ia(nabi) diperintahkan untuk scnantiasa bertawakkal kepada Dzat Yang Hidup (Kekal) dan yang tidak mati.
Adapun hadits-hadits yang waarid dengan riwayatyang shahih mengenai keutamaan ”Tawakkal” yang merupakan pakaian (perangai) para saadah, antara lain seperti yang disabdakan oleh Rasulullah S.A.W. berikut ini : .
(Dari umatku yang masuk syorga tanpa hisab ada 70.000 orang. Ada yang berkata :”Ya Rasulullah, siapakah mereka ?”. Beliau bersabda :”Mereka udalah orang-orang yang tidak melakukan pengobatan dengan kayyi, tidak menjampi-jampi, tidak meramal dan mereka bertawakkal kepada Tuhan mereka ”. Maka bangkitlah ‘Ukasyah bin Muhsin sambil berkata :”Ya Rasulullah, berdo’a lah kepada Allah agar aku dimasukkan dari golongan mereka”. Beliau bersabda:” Engkau termasuk dari mereka”. Kemudian bangkit pula seorang laki-laki lain sambil berkata:”Ya Rasulullah, berdo’alah kepada Allah agar aku dimasukkan dari golongan mereka”. Maka beliaupun bersabda:”Engkau telah didahului oleh ‘Ukasyah”. (HR. Al-Imam Albukhari).
Dia berkata didalam shahihnya dari Arrabi’ bin Khaitsam : (Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya). (OS. Aththalag : 3). ya’ni tempat keluarnya dari segala kesempitan diantara sesama manusia. Dan telah diriwayatkan pula bahwasanya beliau s.a.w. telah bersabda :
Dari ummat ini (ummat Islam) yang masuk syorga tanpa hisab ada 70.000 crang, dan didalam riwayat lain, masing-masing dari mereka membawa pula (masuk syorga tanpa hisab) 70.000 orang.
Telah bersabda s.a.w. :
(Jika.sekiranya kamu sekalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenarbenarnya, niscaya Allah akan memberi rizki kepadamu seperti memberi rizki kepada burung-burung. (mereka) terbang (berangkat) dipagi hari lam keadaan lapar, dan kembali disore hari dalam keadaan kenyang).
(Barang siapa yang memutuskan diri untuk menyerahkan urusannya kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya dari segala kesulitan, dan akan diberinya rizki tanpa disangka-sangka. Dan barang siapa yang memutuskan diri untuk mengejar dunia, maka Allah akan memberi jalan kepadanya).
(Al-Imam Albahgawi telah berkata mengenai firman Allah Ta’ala :
(dan bertawakal kepada Allah, sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya).Tawakkal itu, adalah.engkau tidak mendurhakai Allah didalam mencari.rizkimu. Dan adapula yang mengatakan :”Yaitu engkau tidak mencari penolong bagimu selain Allah, tidak mencari rizkimu dari perbendaharaan selain perbendaharaan Allah, dan tidak mencari saksi bagi amalmu selain Allah). ”
(Telah berkata Hamdun Alqash-shaar :”Tawakkal itu adalah berlindung kepada Allah Ta’ala. Dan ada yang mengatakan kepada Haatim Al-asham :”Dari mana engkau makan ?”. Ia menjawab :”Allah memiliki perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengerti ”.
(FAIDAH) :
(Ibnu Abbas r.a. telah memberi fatwa tentang suatu wasiat bagi orangorang yang bertawakkal kepada Allah yaitu agar kembali kepada orangorang yang bercocok tanam, mereka mencangkul, lalu menaruh bibit pada tanah (yang dicangkul), maka (berarti) mereka sudah termasuk orangorang yang bertawakkal, dan dengan ini sebahagian ahli figh telah .memberinya fatwanya).
(Telah berkata Sayyiduna Umar ibnul-Khaththab r.a. :”Janganlah ada seseorang dari kamu sekalian yang duduk di Masjid serta meninggalkan mencari rizki sambil berkata:”Ya Allah, berilah aku rizki” karena hal itu bertentangan dengan Assunnah. Dan kamu sekalian telah mengetahui, bahwa langit itu tidak menurunkan hujan emas maupun perak). ” Telah berkata Al-Imam Annawawi :” Para ulama telah berselisih pendapat tentang ma’ana sabda Nabi s.a.w. :
Maka berkatalah Al-Imam Abu Abdullah Almaaziri : “Sebahagian manusia telah menghujjah hadits ini yang menyatakan bahwa berobat itu makruh. la telah berkata:”Sebahagian besar ulama berpendapat yang berlawanan dengan pendapat diatas, karena banyak pula hadits-hadits yang menyebutkan tentang kegunaan bebrapa obat-obatan dan makanan seperti jintan hitam, jadam dan lain-lain, dan bahwasanya s.a.w. sendiripun berobat pula. Banyak hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. tentang seringnya s.a.w. berobat, dan seperti yang sudah kita ketahui, bahwa untuk penyembuhan penyakit juga mempergunakan jampi-jampi
Didalam suatu hadits yang berhubungan dengan itu, adalah bahwa sebahagian sahabat juga telah memperoleh imbalan atas penjampaian-jampaian mereka: Dan jika hal ini telah diyakini kebenarannya, maka berdasarkan suatu hadits yang menyatakan bahwa ada suatu kaum yang meyakini bahwa obat-obatan itu sangat bermanfaat. Jadi tidak hanyabersandar saja kepada Allah, tetapi harus berikhtiar melalui penjampaian dan pengobatan dan barulah bertawakkal kepada Allah SWT.









One Comment