Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

PERTANYAAN DALAM KUBUR DAN SIKSAANNYA

Telah bersabda SAM. : “Apabila seorang hamba meninggal dunia dan telah dikuburkan, datanglah kepadanya 2 (dua) orang malaikat yang hitam dan kebiru-biruan, salah seorang dari mereka bernama : Mungkar dan yang Jain bernama : Nakir. Keduanya bertanya kepadanya : “Apakah yang engkau ketahui tentang Muhammad SAW.”. Jika ia seorang mu’min, ia akan menjawab : “Dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”. Kedua malaikat itu berkata : “Sesungguhnya kami mengetahui bahwa engkau akan mengatakan demikian adanya”.

Kemudian, kuburnya akan diluaskan seluas 70×70 hasta, dan terang benderanglah kubur itu. Malaikat herkata kepadanya : “Tidurlah!”. Hamba Allah yang mu’min itu berkata : “Izinkanlah aku kembali kekeluargaku untuk memberi tahu mereka!”. Lalu malaikat berkata lagi : “Tidurlah!”, maka tidurlah ia dengan nyenyak seperri seorang mempelai baru, dan tidak akan dibangunkan kecuali oleh orang yang paling ia cintai dari keluarganya, hingga ia dibangkitkan Allah dari tempat tidurnya.

Dan apabila ia seorang hamba yang munafik, (ketika ia ditanya) akan berkata : “Aku cidak tahu, aku mendengar orang-orang mengucapkan sesuatu, maka akupun mengucapkan seperti itu pula”.

Malaikat itu berkata: “Sesungguhnya kami mengetahui bahwa engkau akan mengatakan demikian adanya” – Kemudian diperintahkan kepada bumi : “Himpitlah dia … hingga patah tulang-tulang rusuknya, dan dia akan terus-menerus disiksa hingga dibangkitkan Allah dari tempat tidurnya itu.

Abullaits Assamarkandi telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Ubaid bin Umair Allaitsi bahwasanya ia telah berkata : “Kami mendengar bahwa Allah Ta’ala telah menghadiahkan kepada Nabi Musa bin Imran 5 (lima) do’a yang dibawa Malaikat Jibril a.s. pada hari ke-10 dari bulan Dzulhijjah yaitu :

Yang pertama :

“Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah sendiri, tiada sekutu bagi. Nya, Dia pemilik kerajaan, bagi-Nya segala puji. Dia Dzat Yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Yang Maha Hidup tiada mati, ditangan-Nya ada segala kebajikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Yang kedua :

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah sendiri, tiada sekutu bagi-Nya. Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa, Yang Satu, tempat kita memohon, Yang tidak mengangkat seorang istri maupun putra”

Yang ketiga

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah sendiri, tiada sekutu bagi-Nya. Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa. Yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan, dan tidak ada yang menyamai-Nya’.

Yang keempat

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah sendiri, tiada sekutu bagi-Nya, Dia pemilik kerajaan, bagi-Nya segala puji, Dia Dzat Yang menghidupkan dan Yang mematikan, Dia Dzat Yang Maha Hidup, tiada mati. Ditangan-Nya ada segala kebajikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Yang kelima

“Cukuplah Allah sebaik-baik pelindung bagiku, Allah mendengar orang yang berdo’a kepada-Nya, dan dibelakang Allah tidak ada batas”.

Disebutkan bahwa kalimat-kalimat ini diturunkan didalam Kitab Injil, karena kaum Alhawariyyiin telah bertanya kepada Nabi Isa a.s. putra Maryam tentang keutamaan do’a-do’a ini. Kemudian beliau menerangkan kepada mereka : “Barang siapa yang membaca do’a-da’a ini pada hari ke-10 bulan Dzulhijjah. akan diberikan pahala yang tidak dapat diterangkan (keagungannya)”.

ASMA’ ALLAH YANG PALING AGUNG

Ibnu Abid-dunia telah meriwayatkan dari Syarih Al ‘Abid ia telah berkata : “Aku telah melihat didalam tidurku ada seseorang yang berkata kepadaku “Datanglah kepada sifulan. aku telah perintahkan dia mengajarimu “Asma Allah Yang paling Agung”. Dan ketika aku telah terbangun dipagi hari, datanglah seorang laki-laki kepadaku seraya berkata : “Sesungguhnya aku, telah melihat dalam tidurku tadi malam, seorang yang berkata kepadaku : “Datanglah kepada Syarih, lalu ia mengajarkannya :   ” yaitu semua yang ada di Al Our’an

Telah berkata Abu Hasyim yang merawikan dari Syarih Al-Aabid : “Ia menjumpai kalimat itu padu 33 tempat di dalam Al Gur’an”.

Yunus bin Abdil A’laa: disebutkan bahwasanya ia telah terkena sesuatu penyakit, lalu ia melihat di dalam tidurnya ada seseorang yang berkata   kepadanya : “Asma’ Allah Yang Maha Besar adalah ”   ” Lalu ia mengucapkannya dan kemudian menghapus wajahnya. maka keesokan harinya ia telah sembuh.

Telah bersabda SAW. : “Barang siapa yang mengucapkan menjadi penebus ”  dalam sehari. maka ucapan itu akan menj dari setiap dosa yang ia perbuat pada hari itu.

Dari Ka’bil Akhbar : “Allah telah mewahyukan kepada Nabi Musa a.s. didalam Taurat : “Kalau tidak karena ada orang yang mengucapkan ”   “niscaya Aku kuasakan.Jahannam (untuk membakar) .  penduduk dunia”. “ Dari sebahagian sahabat ada yang berkata: “Barang siapa yang   mengucapkan ”   ” dengan ikhlas dari hatinya, “dan   memperbanyaknya dengan penuh keagungan, ia akan diberi ampunan atas 4000 dosa. Ada yang bertanya : jika dia tidak mempunyai dosa sebanyak itu?” Ia menjawab : “Ia akan diberi ampunan atas dosunya, dosa kedua orang tuanya dan dosa tetangga-tetangganya” (Diketengahkan oleh Asy Syaikh Muhammad Assanusi).

Telah berkata Al Fagih Ahmad bin Ali Assardawi : “Telah berbicara kepadaku Al Fagih Assayyid Muhammad bin Ahmad An Najitih dari Al Fagih Al-Imam Assayyid Muhammad bin Yusuf Adh-Dhajaa’ii dengan sanadnya yang diangkat kepada Nabi SAW. beliau telah bersabda : “Barang siapa yang mengucapkan dibelakang jenazah :

“Tiada Tuhan (yang hak) selain Allah yang Maha Pemaaf sesudah kekuasaan-Nya, Tiada Tuhan (yang hag) selain Allah Yang Maha Kekal, sesudah lenyap para mahluk-Nya. Tiada Tuhan (yang hak) selain Allah. segala sesuatu akan binasa kecuali Allah, bagi-Nya segala ketentuan dan kepada-Nya kamu akan dikembalikan).maka Allah akan mengampuni si mayit, orang yang mengucapkannya, orang-orang yang mengantarkan jenazahnya, kampung dari mana ia keluar dan kuburan dimana si mayyit dikuburkan didalamnya”.

Didalam Kitab Dzikrul-maut disebutkan dari Al Kattaanii bahwasanya ia telah berkata : “Aku telah melihat Al Junaid didalam tidurku, lalu akupun bertanya : “Apakah yang diperlakukan Allah terhadapmu?” menjawab : “Isyarat-isyarat telah menyimpang, ibarat-ibarat telah hilang, dan aku tidak memperoleh sesuatu kecuali dari 2 (dua) raka’at yang aku lakukan dimalam hari waktu sahur”.

Zubaidah-salah seorang hamba Allah yang shalihah telah termimpikan oleh seseorang, lalu ditanyakan kepadanya: “Apakah yang diperlakukan Allah terhadapmu?” Ia (Zubaidah) berkata : “Allah telah mengampuniku dengan 4 (empat) kalimat yaitu : ,

“Tiada Tuhan (yang hak) selain Allah. dengannya aku menghabiskan umurku. Tiada Tuhan (yang hak) selain Allah, dengannya aku memasuki kuburku. Tiada Tuhan (yang hak) selain Allah, dengannya aku menyendiri di dalam kuburku. Tiada Tuhan (yang hak) selain Allah. dengannya aku akan menjumpai Tuhanku”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker