(FASAL KETIGA MENGENAI KEUTAMAAN IMAN DAN KAUM MU’MININ DAN KEAGUNGAN KEHORMATAN MEREKA DAN KETERANGAN YANG BERSUMBER DARI AYAT, HADITS DAN UCAPAN-UCAPAN PARA SAHABAT ).
Adapun ayat-ayat, adalah :
(Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan didunia dan diakhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa-apa yang Dia kehendaki). (OS. Ibrahim : 27 )
Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mu’min pada hari terjadinya hisab (hari-kiamat). (OS. Ibrahim : 41 ) dan telah berfirman melalui lisan Nabi-Nya Nuh a.s. :
– (Ya Tuhanku, Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk kerumahku dengan beriman dan semua orang-orang yang beriman laki-laki-dan perempuan). (OS. Nuh :28)
(Orang-orang yang beriman dan tidak campur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk). (OS. Alan’aam : 82 )
(Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar) (OS. Lugman : 13 )
(Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi dan membawa khabar gembira dan pemberi peringatan, dan untuk menjadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi Cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mu’min bahwa sesungguhnya bagi mereka kurnia yang besar dari Allah). | ( OS. Al-Ahzaab : 45-47) .
(Allah Pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)). – (OS. Albagarah:257)
(Dan katakanlah :”Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan) ( OS. Attaubah : 105) Adapun hadits-hadits, adalah sebagai berikut :
(Telah bersabda Rasulullah SAW. : Amal yang paling utama adalah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Ada yang bertanya :” Kemudian apa ya Rasulullah ?”. Beliau bersabda :”Berperang di jalan Allah”. Ada yang bertanya :” Kemudian apa (lagi) ?”. Beliau bersabda : Hajji yang mabrur ”). (Dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim).
(Ubadah bin Shaamit telah meriwayatkan dari Nabi SAW. bahwasanya beliau telah bersabda : Seutama-utama iman seseorang adalah hendaknya ja mengetahui bahwa Allah (selalu) bersamanya dimanapun ia berada).
(Al-Imam Albughawi telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Umar, ia telah berkata :”Telah bersabda SAW :”Sesungguhnya Allah akan menolak bala” (bencana) dengan seorang muslim yang saleh dari 100 keluarga tetangganya). Kemudian Ibnu Umar membaca :
(Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia, dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semestaalam). (OS. Albagarah : 251)
(Dari .Abi Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda “Tidak ada seorang Mu’min kecuali akulah orang yang terutama baginya didunia dan akhirat”. Jika kalian menghendaki bacalah :
“Nabi itu(hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mu’min dari diri mereka: sendiri”. (OS. Al-ahzaab : 6) Maka ziru’min yang mana saja yang meninggalkan harta, hendaklah diwariskannya kepada keluarganya dan jika meninggalkan hutang atau keluarga, hendaklah ia datang kepadaku, dan akulah sebagai penguasanya). (Dikeluarkan oleh Bukhari dan Muslim)
(Telah bersabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya Allah Ta’ala memberikan dunia(harta) kepada orang yang dicintai dan orang yang tidak dicintai, dan tidak memberikan keimanan kecuali kepada orang yang dicintai).
(Dari Anas r.a. ia telah berkata:”Telah bersabda Rasulullah SAW. :”Tidak ada seorang mu’ min kecuali ia memliki 2(dua) pintu, satu pintu dari padanya akan naik amalnya, dan satu pintu dari padanya akan turun rizkinya. Dan jika ia mati, keduanya menangisinya. Maka itulah firman-Nya
(Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka) (OS. Addukhan : 29) .. (Dikeluarkan oleh Atturmudzii)
(Turmudzi telah meriwayatkan dari Buraidah r.a. bahwasanya SAW. telah bersabda :”Penghuni syorga itu terdiri dari 120 golongan, 80) golongan dari ummat ini (Islam) dan 40 golongan dari seluruh ummat).
(Barang siapa yang berkehendak dapat berjumpadengan Allah, maka Allah-pun berkehendak pula menjumpainya, dan barang siapa yang tidak suka berjumpa dengan Allah, maka Allah-pun tidak suka menjumpainya. Maka Aisyah r.a. telah berkata :” Sesungguhnya kami tidak suka akan kematian”. Beliau SAW. bersabda :”Tidaklah demikian, tetapi seorang mu’min itu, jika telah didatangi oleh kematian, ia akan digembirakan dengan keridhaan Allah dan kemurahan-Nya, sehingga tidak ada yang lebih ia cintai dari pada yang ada dihadapannya, maka inginlah ia berjumpa dengan Allah dan Allahpun mengingini perjumpaannya. Dan sesungguhnya orang kafir apabila sudah didatangi oleh kematian, ja akan digembirakan dengan azab Allah dan siksaan-Nya, maka tidak ada sesuatu yang lebih ia benci dari pada yang ada dihadapannya, maka ia tidak menyukai dapat berjumpa dengan Allah, dan Allah-pun tidak suka menjumpainya). (Dikeluarkan oleh “Alkhamsah” mereka adalah : Albukbari, Muslim, Maalik, Turmudzi dan Annasa’ii ).
(Dari Abi Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah SAW tclah bersabda ””Tidak dibenarkan seorang mu’ min meninggalkan (mendiamkan) seorang mukmin melebihi dari 3(tiga)”malam”, maka apabila telah berlalu 3(tiga)”” malam”, maka hendaklah ia mendatanginya dan memberi salam kepadanya, dan apabila salamnya itu dibalas, maka keduanya telah bersyarikat didalam pahala, dan apabila salamnya itu tidak dibalas, maka ja telah menanggung dosanya dan terbebasiah orang yang memberi salam itu dari (dosa) karena meninggalkannya). ( HR. Abu Dawud dengan isnad Hasan).
(Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda :”Jauhilah oleh kamu sekalian berperasangka, karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan, serta janganlah kamu sekalian merabaraba dan mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kamu sekalian saling berdebat, saling hasud menghasud, saling benci membenci dan saling belakang membelakangi, tetapi jadilah kamu sekalian hamba Allah yang bersaudara, sebagaimana diperintahkan kepadamu. Orang Islam yang satu adalah saudara orang Islam yang lain, ia tidak boleh menganiaya, menghina dan mengejeknya). (HR, Muslim )









One Comment