Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

KEUTAMAAN SHOLAWAT PADA SUATU MAJLIS

Diriwayatkan dari sebagian sahabat r.a. bahwasanya beliau telah bersabda : “Tidak ada suatu majlis dimana dibacakan “shalawat atas Nabi SAW.” kecuali akan semerbak bau harum hingga naik mencapai langit, jalu berkatalah Malaikat: “/ni keharuman majlis yang dibacakan shalawat atas Nabi SAW.” Al Imam Hujjatul Islam (Al Ghazali) telah menyebutkan didalam KITAB AL IHYAA” dari Abdul Wahid bin Zaid bahwa ia telah berkata: “Aku telah mengadakan perjalanan (safar) untuk melaksanakan ibadah haji. ditemani oleh seorang sahabat. Orang tersebut, selalu bershalawat kepada Nabi SAW. baik ketika ia duduk, berdiri, tiduran dan didalam segala perak geriknya senantiasa saja bershalawat. Atas ketekunannya bershalawat itu mendorong aku untuk bertanya kepadanya.

Dia berkata: “Aku akan menerangkan kepadamu tentang ketekunanku bershalawat ini”. Kisah ini berawal dari kepergianku untuk melaksanakan ibadah yang pertama bersama ayahku, dan ketika sani telah selesai melaksanakan ibadah haji, kamipun pulang.

Didalam satu rumah akupun tertidur. Ketika aku tidur, Tiba-tiba ada orany datang kepadaku sambil berkata: “Bangunlah! Allah telah mematikan ayahmu dan menghitamkan wajahnya”. Ia berkata: “Maka bangunlah aku dalam keadaan terkejut, lalu aku singkap kain yang menutupi wajah ayahku. Dan ternyata, benar-benar ia telah menjadi mayyit dengan wajah yang menghitam. Aku benar-benar sedih sekali melihat kejadian itu. Ketika aku kesedihan yang mendalam, tiba-tiba terasa kedua mataku mengantuk dan tertidurlah aku. Didalam tidurku aku melihat ada 4 (empat) orang hitam diatas kepala bapakku. Mereka memegang beberapa potong besi, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang tampan dengan memakai baju hijau. Orang yang tampan itu berkata kepada ke-4 orang hitam itu: “”Menjauhlah kalian! lalu di usapnya wajah ayahku dengan tangannya dan “datanglah ia kepadaku. “Bangunlah! Allah telah memutihkan wajah bapakmu”, katanya . Aku berkata kepadanya: “Demi bapak dan ibuku. siapakah gerangan Tuan ini?” Ia berkata: “Aku Muhammad”. Ia berkata: “Lalu akupun bangkit dan aku singkap kain menutupi wajah ayahku, ternyata dia. wajahnya benar-benar telah memutih kembali. Setelah kejadian itu, aku tidak pernah meninggalkan shalawat atas Rasulullah SAW.”.

Dari Abdullah bin Umar Al’ash r.a. bahwasanya ia telah mendengar Rasulullah SAW. bersabda : “Jika kamu sekalian mendengar mu’adzin, maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan, kemudian bershalawatlah kepadaku, sesungguhnya siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan memberi rahmat kepadanya 10x . Kemudian mintalah wasilah untukku, karena ia (wasilah itu) merupakan suatu pangkat di syorga yang tidak diberikan kecuali kepada salah seorang hamba Allah, dan aku harapkan, akulah hamba Allah itu.

Barang siapa yang memohon wasilah kepada Allah untukku, maka ia akan memperoleh syafa’atku”.

RASULULLAH SAW. MENCIUMA AS’AD BIN ABI ATHRAF

Ibnu As’ad Bin Abi Mathraf adalah salah seorang ahlil-khair yang saleh. Ia telah berkata: “Aku telah menetapkan pada diriku untuk bershalawat setiap malam sebelum tidur dengan jumlah tertentu, yang terkadang juga pada beberapa malam aku sempurnakan jumlah itu hingga aku tertidur”.

Aku menempati satu kamar, dan tiba-tiba terlihat Rasulullah SAW. masuk ke ruanganku melalui pintu kamar itu, maka gemerlapanlah ruangan itu dengan nur cahaya. Kemudian beliau bangkit dan mencium pipiku, karena banyaknya shalatku kepada beliau SAW.

Lalu akupun segera bangun, dan aku bangunkan pula isteriku yang ada disampingku, tiba-tiba rumahku itu semerbak bau harum misik Rasulullah SAW.. Harum musik itu melekat dipipiku selama 8 (delapan) hari kareng ciuman Rasulullah SAW. dan isteriku pun mendapatkan bau harum itu dipipiky setiap hari. Oh alangkah beruntungriya aku – Alharndulillah.

Dari Anas r.a: ia telah berkata: “Telah bersabda Rasulullah SAW.:. “Tidak ada dua orang muslim yang berjumpa kemudian yang seorang menyalami sahabatnya sambil bershalawat kepada Nabi SAW., maka tidaklah mereka berpisah kecuali telah diampuni dosa mereka baik yang terdahulu maupun yang terkemudian”.

Dari Ali ra. ia telah berkata: “Telah bersabda Rasulullah SAW.: “Barang siapa yang melaksanakan hajji wajib, dan sesudahnya ia berperang didalam Suatu ghazwah (perang yang dihadiri Rasulullah SAW). ditetapkan baginya pahala 400 ibadah hajji.” Beliau SAW. bersabda : “maka patahlah han kaum yang tidak dapat melakukan jihad atau ibadah haiji. Kemudian Al, lah “Azza wa jalla mewahyukan kepada beliau : “Tak seorangpun yang bershalawat kepadamu. kecuali telah Ku-tetapkan shalawat itu dengan imbalan pahala 400 ghazwah, dan tiap-tiap ghozwah dengan imbalan pahala 400 ibadah hajji”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker