“BACAAN NABI ADAM A.S. KETIKA THAWAF”
Didalam Kitab “Alhaqaaiqul-Waadhihaat”‘, Abul-Walid Al-Azragi telah mengetengahkan mengenai “Akhbar-Makkah” dari Ibnu “Abbas r.a. ia tela berkata : “Nabi Adam a.s. ketika melaksanakan ibadah hajji, ia thawadf mengelilingi “Albait” sebanyak 7x putaran. Kemudian beliau ditemui oleh para malaikat ketika sedang thawaf”.
Mereka berkata : “Ya Adam, mabrur hajjimu, sesungguhnya kami para malaikat telah melaksanakan “hajji” sebelummu di rumah (ka ‘bah) ini, 2000 tahun”. Nabi Adani a.s. berkata : “Apakah yang kalian ucapkan ketika tawaaf? Mereka (para malaikat) berkata :Ketika itu, kami mengucapkan:
Kemudian Nabi Adam a.s. berkata : “Tambahkan pada ucapan Itu:
Kemudian setelah Nabi Ibrahim a.s. membangun Ka’bah, iapun melaksanakan “ibadah hajji” pula. Maka para malaikatpun menemui beliau ketika sedang thawaf lalu mengucapkan salam. Nabi Ibrahim a.s. bertanya kepada mereka : “Apa yang kalian ucapkan ketika sedang thawaf?”. Mereka berkata : “Kami mengucapkan sebelum bapakmu Adam a.s. :
dan kamipun telah memberitahukan kepada Adam a.s. tentang hal itu”, lalu Adam a.s.
berkata : “Tambahkanlah padanya
Kemudian Nabi Ibrahim a.s. berkata : “Tambahkanlah padanya ” Ia berkata : “Maka para malaikatpun melaksanakannya dengan sempurna (yaitu) :
Telah bersabda SAW. : “Apakah tidak ada diantara kalian yang dapat, mengamalkan sesuatu seperti Gunung Uhud””. Mereka berkata : “To Rasulullah, siapakah yang dapat melakukan seperti itu?”. Beliau bersaba, : “Masing-masing dari kamu sekalian dapat melakukannya”. Mereka berkata : “Ya Rasulullah. apakah itu?”. Beliau bersabda . ‘ ” lebih besar dari Uhud, dan lebih besar . dari Uhud, dan ” ” lebih besar dari Uhud” dan “lebih besar dari uhud).” Sebahagiaan orang-orang salaf, manakala mereka mendengar ada seseorang yang meminta-minta berkata : yang artinya : (Siapakah seseorang yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah). (QS. Al Bagarah : 245). ia berkata | inilah pinjaman yang baik.
Ketahuilah, bahwa orang yang berkata seperti itu dari kalangan orang-orang salaf, karena semata-mata karena mereka adalah orang-orang fakir yang dalam keadaan uzur, seperti yang disinggung oleh firman Allah Ta’ala :
“dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nufkahkan apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya” (QS. At Taubat : 91).
Adapun orang-orang salaf yang saleh yang senantiasa memelihara pemberian kepada orang yang meminta-minta, mereka selalu berlaku ramah tamah, walaupun mereka tidak mempunyai sedikitpun apa yang harus diberikan. Semua itu adalah guna menghindari ancaman Allah melalui firmanya
“Adapun terhadap anak yatim, maka janganlah kamu berlaku sewenangwenang. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah kamu menghardiknya” (QS. Adh dhuhaa : 9-10)
dan sabda Rasulullah SAW. : “Jika saja apa yang diutarakan oleh orang yang meminta-minta itu benar, maka tidak beruntung orang yang menolaknya), sehingga sebahagian dari mereka, jika ada seorang meminta-minta datang kepadanya, sedang ia sendiri tidak mempunyai sesuatu untuk diberikan kepadanya, ia akan keluar menemuinya dengan membawa sebuah jarum dengan benangnya sambil berkata kepadanya : “Apakah bajumu ada yang robek?, biarlah aku menjahitkannya.” Semua itu dilakukan, karena rasa takutnya (apabila permintaannya ditolak)”.
Dan sebahagian mereka lagi tidak mau meminta-minta kepada manusia, walaupun keadaannya betul-betul terpaksa. Ada yang bertanya kepada orang tersebut,: “Kenapa anda tidak melakukannya?” Ia menjawab : “Aku takut kalau-kalau mereka menolakku, yang mengakibatkan mereka tidak beruntung.” –
Di dalam Kituh “Alhagaa ‘ig Alwaadhihaat”‘ Telah diketengahkan Oleh Atturmudzi dari Abdillah bin Umar dari Rasul Allah SAW. bahwasanya beliau telah bersabda : “Barang siapa yang bertasbih kepada Allah 100x g, waktu pagi, dan 100x di waktu petang, ia seperti telah melaksanakan “ibadah hajji” 100x. Dan barang siapa yang bertahmid kepada Allah 100x diwaktu pagi dan100x diwaktu petang, ia seperti telah menyerbu dengan 100 ekor kuda “fi sabilillah” atau belu bersabda (seperti) berghozwah (berperang bersama beliau) 100x. Dan barang siapa yang “bertahlil kepada Allah” 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu petang, ia seperti telah membebaskan 100 orang budak dari keturunan Ismail. Dan barang siapa yang “bertakbir kepada Allah” 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu petang, maka belum ada scorangpun yang berbuat kebajikan lebih dari padanya pada han itu, kecuali orang yanp mengucapkan superti yang diucapkan atau lebih dari itu”.
Keterangan :
Bertasbih kepada Allah” – mengucapkan
Bertahmid kepada Allah – mengucapkan
Bertahlil kepada Allah – mengucapkan
Beriakbir kepada Allah – mengucapkan
Dari Abi Hurairah ra. dari Rasulullah SAW. bahwasanya beliau telah bersabda : “Subhuanalloh” adalah setengah tisi) timbangan, “Alhamdu lillaah”‘ adalah sepenuh timbangan, “Allahu Akbar” adalah sepenuh langit dan bumi, dan “Laa ilaaha illallooh”, tidak ada dinding atau tirai yang menghalangi hingga ia melejit langsung kepada Tuhannya”
“TAFSIR TENTANG KUNCI-KUNCI PERBENDAHARAAN LANGIT DAN BUMI”
Dia (Asy Syaikh Ali) telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Ustman bin ‘Affan r.a. bahwasanya ia telah bertanya kepada Rasulullah SAW. tentang tafsir ayat ini ( ). Kemudian beliau bersabda :
Ya Ustman, belum ada seorangpun yang bertanya kepadaku sebelummy Tafsirnya adalah :
“Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah, Allah Maha Besar, dan Maha Suci Allah, segala puji bagi-Nya, dan aku mohon ampunan Allah dan tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah, Yang awwal dan Yang akhir. Yang Zhahir dan Yang Baathin, Segala kebajikan ada di tangan-Nya. Dia Yang Menghidupkan dan Dia Yang Mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Barang siapa yang mengucapkannya diwaktu pagi dan petang 10x, Allah akan memberinya 6 (enam) perkara : Adapun (yang pertama) : Ia akan dilindungi dari Iblis dan balatentaranya, (Kedua) : Ia akan dihadiri oleh 12.000 malaikat. (Ketiga) : Ja akan diberi pahala sebanyak satu ginthaar (limbangan berat). (Keempat) : Ia akan diangkat derajatnya. (Kelima) : Ia akan dinikahkan oleh Allah dengan bidadari. (Keenam) : Ia akan memperoleh pahala seperti orang yang membaca Al Our ‘an, Attaurat, Injiil, dan Zabuur, dan pula ia akan memperoleh pahala seperti orang yang melaksanakan ibadah hajji dan umrah yang diterima hajji dan umrahnya. Dan jika ia meninggal dunia pada malam harinya, ia akan meninggal sebagai orang yang mati syahid.









One Comment