FASAL MENGENAI KEBERKAHAN DAN KEMULIAAN RAATIB INI
Ketahuilah semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk meraih ridhaNya, bahwa ” RAATIB YANG AGUNG INI ” yaitu Raatib Sayyidina Umar Al’attas, mengandung rahasia dan nur, manfaat yang besar, faedah yang banyak, yang tidak dapat dihitung – hitung serta tidak dapat diperkirakan.
Raatib ini merupakan anugerah Allah yang Maha Pemurah kepada hamba-hambaNya melalui Al-Imam yang Agung ini seorang Outhub yang telah meraih kepemimpinan yang terkemuka dimasa lalu, Dan kami tidak mengenal sesuatu yang dinisbatkan kepada Sayyidina Umar r.a. selain raatib ini atau sesuatu seperti wirid, natsar, nadzam, risalah atau karangan.
‘ Adapaun Raatib ini telah dinisbatkan kepada dianya sehingga bemama ” RAATIB AL-ATTAS”
(1 )Assayyid Al-Imam Isaa bin Muhammad Alhabsyi telah mendapat keterangan dari Sayyidina Umar tersebut (semoga Allah memben manfa’ut dengan raatib ini), seraya beliau berkata : ” Telah datang scrombongan jama’ah kepada sayyidina Umar dengan keluhan bahwa mereka sedang mengalami kekenngan dan kesempitan hidup “lalu beliau memerintahkan mereka membaca Raatib tersebut. Kemudian, setelah mereka membaca raatib yang terkenal itu, maka diangkatlah olch Allah kesulitan morcka. Semua itu, karena keberkahan Raatib tsb”.
(2)Assayyid Isa bin Muhammad Alhabsyi telah berkata bahwasanya: ” Seseorang yang dapat dipercaya telah memberitahukan kepadaku dari Syaikh Ali bin. Abdullah Baaroos murid Sayyidina Umar bahwa ia telah melihat dalam suatu kitab : ” Barang siapa yang membiasakan membaca ” Raatib AP’attas ” ia diharapkan akan mendapat ampunan Allah atas dosa-dosanya ”.
(3 ) – Suatu jama’ah yang dapat dipercaya telah menceritakan dari Sayyid Alwi bin Alwi bin Abdullah Ibnu Musawa Baa ‘Alawi bahwasanya ia pada akhir-akhir umurnya telah berkunjung ke kota Tarim. Hal itu terjadi pada masa Sayyid Abdullah bin Alwi Alhaddad masih hidup. Ketika itu Sayyid Alwi telah mendapat penyakit yang hampirhampir saja merenggut nyawanya. Maka berkatalah Alhabib Abdullah Alhaddad : ” Ya Sayyid Alwi, sesungguhnya ajal anda telah tiba, tidak mustahil lagi ”. Lalu iapun berkata : “Ya Sayyid Abdullah , berdoalah kepada Allah agar ” Almaut ” itu ditangguhkan dahulu kedatangannya hingga aku dapat kembali kenegeriku ” Amdun ” dan dapat berjumpa dengan keluargaku dan anak-anakku. ”
Lalu berkatalah Alhabib Abdullah kepadanya :” Berulang-ulanglah membaca ucapan Sayyidina Umar dalam ratibnya : hingga engkau tiba dinegerimu ! lalu Sayyid Alwi pun mengulang-ulangi bacaan itu hingga ia sembuh. Kemudian berangkatlah ia dari Tarim menuju negerinya ” Amdun ” dengan terus menerus mengulang ulang dzikir itu dalam perjalannya, hingga ia tiba di negerinya. Sejak tiba, iapun masih sempat hidup dan tinggal disana 2(dua) bulan, kemudian wafatlah ia. ( Semoga Allah merahmatinya ) Amiin.
(4)Dari Syaikh Ali bin Abdillah Baaroos, bahwa Raatib ini, jika dibaca disuatu kampung, maka ia akan memberi keamanan bagi penduduknya dari segala bahaya. Dan bahwasanya Raatib itu seimbang dengan penjagaan 70 pasukan berkuda yang tidak disangsikan lagi keampuhannya.
(5 ) Mereka berkata bahwa Sayyidina Umar Icbih senang membaca secara rahasia (perlahan) dan enggan mengeraskan suaranya. hal Itu karena manfa’at yang diperoleh dari Allah adalah dalam sikap kehalusannya. Dan juga yang bersifat rahasia (perlahan) itu lebih dekat kepada sifat-ikhlas sesuai yang difirmankan Allah Ta’ala :
(Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai). (OS. Al-a’raaf : 204 )
Dan firmanNya pula :
( Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai ). (OS. Lukman : 19).
Yang terbaik dalam membaca raatib ini, jika mereka berjama’ah atau perorangan , dengan suara pertengahan antara keras dan perlahan. Yang penting adalah dapat didengar oleh orang lain, sesuai firman Allah Ta’ala:
(dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu, dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah diantara kedua itu) . (OS. Al-isra : 110) (Adapun keberkahan-keberkahan Raatib Al-Attas ini masih banyak dan. tidak dapat disalin seluruhnya ).
FASAL MENGENAI MENDAHULUKAN SYARAH YANG PERTAMA KEMUDIAN DIIRINGI DENGAN SYARAH INI
Ketahuilah bahwa Syaikh yang Agung Ali bin Abdillah Baaroos, semoga Allah memberi manfaat kepada kita dengan rahasianya dan memberkahj kita dengan keta’atanya, telah menetapkan syarah Raatib ini dengan suatu syarah (penjelasan) yang bermutu, yang sangat sesuai dengan artinya terdiri dari (kenyataan), (kehalusan), (kelembutan) dan tharigah – jalan menuju Ilahi Rabbii, tetapi tidak terperinci baik mengenai ayat-ayatnya, hadist-hadistnya maupun ucapan-ucapan para salaf yang saleh kecuali secara singkat saja. Bahkan syarahnya itu adalah bersumber dari ilham diuraikan dengan kata-kata yang layak, yang tentu saja tidak dapat dimengerti kecuali oleh ahlinya.
Yang sejenis dengan itu, adalah perkataan Syaikh dalam pembukaan Syarahnya pada : ” Aku menunggu apa yang hinggap dihati dari limpahan kasih sayang , lulu aku mengambilnya tanpa taglid ”. ( Hendaklah engkau memahami ucapan tanpa taglid itu ).
Sekarang akan kami kemukakan perkataannya secara lengkap tanpa sedikitpun meninggalkan hukum-hukumnya dengan tujuan agar syarah ini Insya Allah sempurna, lengkap dan mengenai sasaran yang dimaksud untuk kita semua tanpa ada yang tercecer. Semoga Allah yang Maha Pemurah, Yang Maha Pemberi, memberi kemudahan dan taufik kepada manusia untuk mengamalkan kebajikan guna memperoleh keberuntungan yang sempurna.
( PERMOHONAN PERLINDUNGAN, DZIKIR-DZIKIR, DO’ADO’A DAN KETERANGAN MENGENAI KEUTAMAANNYA, KEAGUNGANNYA, PENYEBARAN SIFATNYA DAN KETERANGAN MENGENAI MASALAH MASALAHNYA ).









One Comment