Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

FAIDAH SHALAT DAN SALAM ATAS NABI SHALALLAHU ALAIHI WA SALAM

Yang terpenting dari: “Shalat Allah, para malaikat-Nya dan para RasulNya atas orang yang bershalawat dan bersalaam atas Rasulullah SAW. antara lain : “

  1. “Orang ituakan dihapus kesalahan-kesalahannya, disucikan amalnya dan diangkat derajatnya.
  1. Orang itu akan diampuni dosa-dosanya dan akan dimohonkan ampun oleh shalawatnya itu sendiri.
  1. Orang itu akan memperoleh pahala sebesar Gunung Uhud dan amalnya akan ditimbang dengan timbangan yang adil.
  1. Oang itu akan dicukupkan keperluannya di dunia dan di akhirat.
  1. Orang itu akan memperoleh keselamatan dari beraneka bencana, kesaksian Rasululiah SAW. kepadanya dengan shalawat itu di hari kiarnat dan kepastian ia memperoleh syafa’atnya SAW.
  1. Orang itu akan memperoleh ridha Allah dan rahmat-Nya, memperoleh keselamatan dari murka-Nya dan akan bernaung di bawah ‘Arasy-Nya.
  1. Orang itu, timbangan kebajikannya akan lebih berat di akhirat, akan mendatangi telaga (haudh) dan mendapat keselamatan dari rasa haus.
  1. Orang itu akan dibebaskan dari api neraka, akan menyebrangi titian (ashshiraath) secepat kilat, dan akan dapat melihat tempatnya di syorga sebelum ia mati.
  1. Orang itu akan memperoleh isteri (bidadari) yang banyak di syorga dan memperoleh kedudukan yang mulia.
  1. Orang itu akan memperoleh pahala melebihi dari mengikuti 20 ghozwah (perang sabilillah bersama Rasulullah SAW.)
  1. Orang itu akan memperoleh pensucian dan akan berkembang hartanya karena keberkahan shalawat. ‘
  1. Orang itu akan memperoleh identitas sebagai ahli sunnah wal jama’ah (karena shalawatnya).
  1. Para malaikat akan bershalawat (memohon rahmat) bagi orang yang senantiasa bershalawat kepada Rasulullah SAW.
  1. Orang itu, dengan setiap shalawatnya akan dikabulkan 100 hajatnya bahkan lebih dari itu.
  1. Shalawat itu merupakan ibadah dan amal yang paling dicintai Allah dari orang itu.
  1. Perhiasan suatu majlis dan akan dijauhkan sescorang dari kemiskinan dan kesempitan hidup.
  1. Orang itu akan memperoleh kebajikan.
  1. Orang itu, akan menjadi orang yang paling utama di sisi Nabi SAW. pada hari kiamat.
  1. Orang itu, akan rmemperoleh pahala bagi dirinya dan anak cucunya.
  1. Shalawat itu merupakan pendekatan diri kepada Allah dan rasulNya.
  1. Shalawat itu merupakan cahaya bagi orang yang bershalawat baik ketika berada dikuburnya, mahsyarnya maupun ketika menyeberangi ashshiraat (titian).
  1. Orang itu akan memperoleh pertolongan Allah atas musuhnya dan akan disucikan hatinya dari sifat nifak dan kotoran-kotorannya.
  1. Orang itu, akan memperoleh.kecintaan kaum mukminin
  1. Orang itu akan bertemu dengan Rasulullah SAW. di dalam tidurnya, dan jika memperbanyak shalawatnya maka ia akan dapat melihat beliau dalam keadaan terjaga.
  1. Orang itu, akan berkurang dipergunjingkan dan itu adalah termasuk amal yang paling berkah dan paling utama di dunia dan akhirat. Dan lain-lain dari yang tersebut diatas. –

FASA KE-3 MENGENAI MAKNA SHALAT DAN SALAM ATAS RASULULLAH SAW.

Sebagian ulama telah berkata: “Shalat menurut asal bahasa adalah do’a, sesuai firman Allah (  ) (shalatlah atas mereka), artinya”Do’akanlah mereka!”, dan menurut istilah shalat dari Allah adalah rahmat yang diiringi dengan penghormatan. Adapun shalat dari malaikat artinya istighfaar atau permohonan ampunan. Dan shalat dari manusia artinya do’a dengan kerendahan hati. Dan shalat dari burung-burung dan udara adalah tasbih.

Sebagian Ulama berkata: “Shalat atas Nabi SAW. adalah keberkahan dan rahmat”. Alhaluni berkata: “Adapun shalat dengan lisan adalah penghormatan. Ada yang berkata : “Shalat yang ditentukan, adalah shalat yang mengandung pembungkukan punggung (rukuk), karena membungkuknya si kecil terhadap yang besar ketika berjumpa adalah menurut adat sebagai penghormatan”.

Secara umum, apa yang terdapat didalam shalat yang terdiri dari: “berdiri, duduk, dan lain-lain merupakan penghormatan bagi yang dimohon dengan semangat dan harapan atas tercapainya karunia Allah Ta’ala dan kasih sayang-Nya”.

Ada lagi yang mengatakan: “Shalat karena Allah, adalah dzikir untuk mengagungkan Dzat yang dituju, sebagai pengakuan atas keagungan kedudukan dan ketinggian pangkat yang hanya layak bagi Allah Ta’ala semata”.

Adapun jika kita mengucapkan :   maka yang dimaksud adalah: “Ya Allah. agungkanlah Muhammad di dunia dengan mengangkat sebutannya, menzhahirkan dakwahnya dan mengekalkan syari’atnya. Sedang di akhirat dengan syafa’at kepada ummatnya, diperbanyak pahalanya, diistimewakan keutamaannya di kalangan awwaliin dan akhiriin dengan magaam (kedudukan) yang terpuji dan didahulukan atas hamba-hamba-Nya yang didekatkan lagi dipersaksikan  atau yang disebut (  ).

Walaupun kepangkatan ini sudah merupakan kewajiban Allah untuk memberikannya kepada Nabi SAW., maka segala sesuatunya mempunyai tingkatan dan pangkat yang terkadang jika seseorang dari ummatnya pershalawat kepada Nabi SAW. dan do’a tersebut diterima, maka akan dapat menambah tingkatan dan pangkat beliaw Nabi SAW.

Lalu yang dimaksud dengan shalawat.itu adalah menunaikan haknya dan mendekatkan diri kepada Allah (dengan banyak bershalawat kepadanya).   Itu adalah seperti ucapan kita : (   )dan itu merupakan shalat kita kepadanya, bahwasanya kita tidak memiliki hubungan yang dapat mengagungkan urusannya dan ‘mengangkat pangkatnya, dan itu semata-rnata berada di tangan Allah Ta’ala.

Maka tepatlah, bahwa shalawat kita kepada beliau adalah merupakan do’a untuk beliau SAW. Al Wahidi telah berkata didalam tafsirnya: MAUSUM BILWAJIZ”,   yaitu .   atau ampunan  memperoleh rahmat dan petunjuk ke syorga, pahala, hag, dan kebenaran. Dan maknanya, agar shalat kepada Rasulullah SAW. itu seperti yang diucapkan beliau SAW. : “Shalat dari Allah kepadanya”.

Didalam sisi ini, bahwa harapan-harapannya kepada Allah merupakan permohonan. Tidakkah anda mengetahui bahwa orang yang dikatakan kepadanya : ”   ” (semoga Allah mengampuni dan  Merahmatimu) menggantikan ucapan   (Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia).

Syariih Ratib berkata : “karena itu, ketika Allah mensifati “LAILATUL OODRI” yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan, Allah berfirman :   , yaitu ia tidak lain dari keamanan/kesejahteraan dan kebajikan yang tidak ditentukan oleh Allah ta’ala hingga terbit fajar”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker