FASAL MENGENAI PENJELASAN ”NAMA RAATIB” YANG PENUH BERKAH INI, MENGENAI JUMLAH DZIKIRNYA, MENGENAI WAKTU YANG DIPILIH UNTUK PEMBACAANNYA, DAN MENGENAI URUTAN SESUDAHNYA YAITU PEMBACAAN ALFAATIHAH DAN BACAAN-BACAAN LAIN YANG MENGANDUNG MANFAAT YANG AMAT AGUNG
Adapun namanya adalah : “DZIKIR YANG DIBACA SEBELUM RAATIB DAN SESUDAHNYA”
Sebelum membaca Raatib ini , aku telah memilih suatu tambahan yaitu firman Allah Ta’ala :
(Dia-lah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain dia yang mengetahui yang ghaib yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang, Dia-lah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia., Raja, Yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Maham Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan,Dia-lah Allah yang menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa, yang mempunyai nama-nama yang paling baik Bertasbih kepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana).
Kemudian mengucapkan Dzikir yang pertama:
(Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan syetan yang terkutuk). (3x)
Dzikir yang kedua:
(Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurnah (Al Qur’an)dari kejahatan seluruh makhlukNya) (3x)
Dzikir yang ketiga :
(Dengan menyebut Nama Allah, Yang dengan Nama-Nya tidak akan bermudharrat sesuatu baik yang ada dibumi maupun dilangit dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) (3x)
Dzikir yang keempat :
(Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah, Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung) (10x)
Dzikir yang kelima :
(Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang) (3x)
Dzikir yang ke enam :
(Dengan menyebut Nama Allah, kami berlindung Kepada Allah dengan menyebut nama Allah, kami bertawakkal kepada Allah) (3x)
Dzikir yang ke tujuh :
(Dengan menyebut nama Allah, kami beriman kepada Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah tidak mempunyai rasa takut) (3x)
Dzikir yang ke delapan :
(maha Suci Allah, Maha Mulia Allah, Maha Suci Allah, Maha Agung Tah). (3x)
Dzikir yang ke-sembilan :
(Maha Suci Allah dan segala puji bagiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung). 3x)
Dzikir yang ke-sepuluh :
(Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, dan tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah, dan Allah Maha Besar)
Dzikir yang ke-sebelas :
(Wahai Allah Yang Maha Penyayang kepada makhluk-Nya, Wahai Allah Yang Maha Mengetahui tentang makhluk-Nya, Wahai Allah Yang Maha Mengawasi makhluk-Nya, sayangilah kami wahai Dzat yang Maha Penyayang, Yang Maha Mengetahui dan Yang Maha Mengawasi) (3x)
Dzikir yang ke-dua belas :
(Ya Allah, yang belas kasihNya tiada terhenti, kasihanilah kami dalam segala hal yang telah Engkau tentukan. Sesungguhnya Engkau Yang sangat ramah yang tak pernah henti. Oleh karena itu, kasihanilah kami dan segenap kaum muslimin). (3x)
Dzikir yang ketiga belas :
(Tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah). (100x) ata (70x) atau (40x), dan setelah cukup jumlahnya, engkau mengucapkan :
(Muhammad itu adalah Utusan Allah s.a.w) (1x) Dzikir yang keempat belas :
(Cukuplah Allah bagi kami sebaik-baik Pelindung). (7x) Dzikir yang ke lima belas :
(Ya Allah, anugerahkanlah rahmat kepada Muhammad, Ya Allah anugerahilah rahmat dan kesejahteraan kepadanya). (1x) Dzikir yang ke enam belas :
(Aku mohon ampun kepada Allah). (11x), kemudian mengucapkan :
(Aku bertaubat kepadaNya). (1x) Dzikir yang ketujuh belas :
(Ya Allah, dengan rahmatMu, kami mohon dianugerahi husnul-khotimah) (3x). selesai.
Kemudian ia berkata :”Sesudah itu, tambahan untuk diratibkannya yaitu firman Allah SWT :
(Mereka berdo’a): Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulap tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan Sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala(dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakanny, (Mereka berdo’a) : “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jik, kami lupa atau kami tersalah. ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebanka, kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepad, orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkay Pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami, ampunilah kami, rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami,. maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir) (OS.Albagarah : 285-286 Dan aKu telah terangkan sebagian mengenai hal itu dengan ucapanku Seyogianya orang yang akan memulai membaca Raatib ini agar membaca 3 ayat terakhir dari Surat Alhsyr, dan akan diperjelaskan dengan hadits yang masyhur tentang keutamaannya, dan ayat tersebut beradi dalam kandungan Raatib itu”, dan tidak ada yang dapat memberi tahu seperti Dzat Yang Maha Mengetahui (Alkhabiir).
Kemudian ia berkata :”Setelah selesai membaca Raatib, diteruskan dengan membaca : sampai akhir dari Surat Albagarah kemudian, akupun memanggil beberapa jama’ah yang terdiri dari orang-orang ahlil-inshaaf (orang-orang yang sadar akan kengungan Raatib ini) yang memiliki kelebihan, maka merekapun telah memenuhi panggilanku/ajakanku dan mengamalkannya. Semoga mereka memperoleh ganjaran yang tak terhingga disisiNya.









One Comment