(BESAR DOSANYA MEMBUNUH ORANG MU’MIN )
(Telah bersabda s.a.w. :”Membunuh seorang mu’min lebih besar di sisi Allah dari lenyapnya Dunia). (HR. Dhiyaa dari Yaziid)
(Dari Ummi Dardaa’ r.a. ia telah berkata :”Aku telah mendengar Abu Dardaa :” Aku telah mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda :”Semua dosa semoga diampuni Allah, kecuali (dosa) orang yang mati dalam keadaan musyrik atau mu’min yang telah membunuh seorang mu’min dengan sengaja). (Dikeluarkan oleh Abu Dawud ).
(Telah bersabda Alaihis-salaam :”Hilangnya dunia lebih mudah bagi Allah dari pembunuhan seorang mu’min tanpa hak). Hadits tersebut diperkuat dengan firman Allah SWT :
(Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka-balasannya ialah jahanam, kekal ia didalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya). ( OS. Annisaa : 93) Mengenai masalah tersebut diatas, para ulama mempunyai beda pendapat yang dinyatakan oleh Al-Imam Annawawi didalam “Syarah Muslim”, dan aku telah menukilnya pada awal kitabku ini perihal terjemahan Sayyidina Alfagih-Almugaddam yaitu rangkuman kalimat yang penuh berkah sebagai berikut:”bahwa membunuh seorang mu’min dengan sengaja termasuk dosa besar dan perbuatan itu . tidaklah seperti menyekutukan Allah yang sama sekali tidak akan mendapat ampunan bagi pelakunya sesuai firman Allah Ta’ala :
(Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya). (OS. Annisaa : 48)
pan aku telah mengutip (masalah) ini) dan aku akan terangkan dalam kitab ini sesampainya kita pada Dzikir: yaitu: mengenai “Ketentuan Taubat”, perihal hadits tentang seorang lakifaki yang telah membunuh 99 orang, kemudian ia bertanya kepada seorang Rahib :”” Apakah ia akan mendapatkan taubat (ampunan)?. tetapi rahib itu menolaknya artinya ia tidak akan diampuni. Lalu rahib yang kurang bijaksana itu, dibunuhnya pula hingga gcnap menjadi 100 orang.
Kemudian ia bertanya kepada orang alim lainnya, Jalu diberinya fatwn bahwa ia akan mendapat taubat (scsuai hadits itu). Disini jelaslah apa yang ditetapkan oleh Al-Imam Annawawi bahwa :”Seseorang yang telah membunuh seorang mu’min, jika ia tidak bertaubat maka sankasinya adalah neraka jahannam”. .
(HAK-HAK ORANG MUSLIM ATAS ORANG MUSLIM )
(FAIDAH ):
Addamiri telah berkata didalam Kitab” dan telah pula diriwayatkan oleh Al-Ashbahanii didalam Kitab ” pada bab “MEMENUHI KEBUTUHAN KAUM MUSLIMIN” dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwasanya ia telah berkata :”telah bersabda s.a.w.:
(Seorang muslim terhadap saudaranya yang muslim mempunyai 30 hak yang tidak dapat dielakkan kecuali dengan memenuhinya atau meminta maaf dari padanya(yaitu) : hendaklah memaafkan kesalahannya, prihatin atas kesusahannya, menutupi aibnya, menerima permohonan uzurnya, menolak mempergunjingkannya, selalu menasihatinya, memelihara persahabatannya, memelihara kehormatannya, mengunjungi sakitnya, menyaksikan jenazahnya, memenuhi undangannya, menerima hadiahnya, membalas kunjungannya, mensyukuri atas ni’ mat-ni’mat yang diberikan kepadanya, membelanya dengan baik, memenuhi hajatnya, menerima permohonan pertolongannya, tidak mengecewakan maksudnya, membalas do’a atas bangkisnya, memberi petunjuk atas kesesatannya, membalas salamnya, bermanis-manis berbicarakepadanya, berbuat baik atas kebaikan-kebaikannya, membenarkan atas sumpah-sumpahnya, dan menolongnya dalam keadaan ia berlaku zalim yaitu mencegahnya dari kezalimannya, dan menolongnya dalam keadaan dizalimi yaitu menolongnya atas pengambilan haknya serta melindunginya, dan tidaklah memusuhinya tidak menyerahkannya (kepada musuh), tidak menghinanya, dan hendaklah ja menginginkan kebaikan untuknya, sebagaimana ia menginginkan kebaikan untuk dirinya.
Kemudian Ali bin Abi Thalib berkata :”Aku telah mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sesungguhnya seseorang diantara kamu yang meninggalkan sesuatu dari hak-hak saudaranya, maka hak itu akan dituntutnya dihari kiamat. Kemudian Ali bin Abi Thalib r:a. berkata : “Sesungguhnya seseorang diantara kamu yang meninggalkan do’a balasan atas bangkis saudaranya, ia akan dituntut di hari kiamat hingga diselelsaikannya”.Kemudian Addamiri berkata :”Ini (hak-hak tersebut diatas) adalah yang telah dihitung dan dikumpulkan sehingga jum lahnya melebihi 40 (empat puluh) perangai. (selesai).
(Telah bersabda s.a.w. “Orang mu’min itu mempunyai 4 (empat) musuh (yaitu) : Seorang mu’min yang dengki kepadanya, seorang munafik yang membencinya, syaitan yang menyesatkannya dan seorang kafir yang memeranginya). (HR. Addailami dalam Musnad Alfirdaus)
(Dari Shormah r.a.. ia telah berkata :”Telah bersabda Rasulullah SAW, :”Barang siapa yang membahayakan orang mu’min, Allah akan membahayakannya(karena perbuatannya itu), dan barang siapa yang menyusahkan orang mu’min, Allah Ta’ala akan menyusahkannya (karena “perbuatannya itu). ( Dikeluarkan oleh Atturmudzi )
(Telah bersabda s.a.w. : “Seorang mu’min tidak akan terhindar hingga hari-kiamat, dari memiliki seorang tetangga yang menggangunya). . ( HR. Abu Sa’id )
(Telah bersabda s.a.w. :’Bumi ini tidak pernah kosong dari 30 (tiga puluh) orang seperti Nabi Ibrahim Khalilir-rahmaan. Dengan mereka kalian diselamatkan, dengan mereka, kalian diberi rizki dan dengan mereka diturunkan hujan kepada kamu sekalian). (HR.Ibnu-Hibbaan)
(Telah bersabda s.a.w. :”Seandainya penghuni langit dan bumi bersekutu dalam (penumpahan) darah seorang mu’min, pasti mereka akan dibenamkan oleh Allah Ta’ala kedalam api neraka). (HR. Abu Sai’id Alkhudri daa Abu Hurairah r.a.).
(Telah diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a. bahwasanya ia berkata :”Orang mu min itu lebih mulia pada pandangan Allah dari para Malaikat yang disisi-Nya).
(Telah bersabda s.a.w. :”Barang siapa yang menakut-nakuti scorang mu’min, maka sudah pasti ia tidak diberi rasa aman oleh Allah dan apaapa yang menakutinya dihari kiamat). (IR. Ibnu Umar r.a.)
(Telah bersabda s.a.w. :”Tidak ada seorang mayit yang dishalatkan oleh jama’ah kaum muslimin yang mencapai 100 orang, semuanya memohonkan syafa’at untuknya, kecuali ia akan diberi syafa’at. Dan tidak ada seorang muslim yang meninggal dunia, kemudian dishalatkan oleh empat puluh orang laki-laki yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali mereka akan diberi syafa’at untuknya. (untuk mayit itu). Dan didalam hadits lain, disebutkan : tiga shaf (HR. Ashhaabus-sunan) Al-Imam Abul-Hasan Asy-syadzali Ali bin Abdillah telah berkata : tentang yang dikutipnya dari Asy-syaikh Al-Imam Al-jalil Syarafuddin Asy-syadzali (semoga dengan keduanya Allah memberi manfaat kepada kita) didalam kitabnya : kalau seandainya diperlihat kan nur orang mu’min yang durhaka, maka nur itu akan menutupi ruang antara langit dan bumi. Maka bagaimanakah dengan nur orang mu’min yang ta’at, dengan nur seorang hamba yang shalih, dengan nur seorang mati syahid, dengan nur orang benar, dengan nur seorang guthub (imam para wali), dengan nur Nabi Muhammad s.a.w. dan dengan nur para rasul a.s.
(Dalam suatu hadits dari Ibnu Abbas r.a. :” Rasulullah S.A.W. telah memandang ka’bah sambil bersabda :” Selamat bagimu wahai rumah Allah, alangkah agungnya engkau dan alangkah agung kemuliaanmu. Demi-Allah, sesungguhnya seorang mu’ min lebih agung kemuliaannya disisi Allah dari padamu. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan darimu satu perkara saja, sedang dari orang mu’min tiga perkara : darahnya, hartanya dan berburuk sangka kepadanya).
(Telah bersabda s.a.w. :”Tidak ada seorang mu min yang memasukkan yasa gembira kepada seorang mu’min, kecuali dari rasa gembiranya itu, Allah ciptakan seorang malaikat yang beribadah kepada Allah Ta ala sedang pahalanya diberikan kepadanya. Dan jika ia telah meninggal dunia “gan sudah berada diliang lahatnya, ia datang kepadanya sambi! berkata:” Tahukah engkau siapa aku ? orang mu’min itu berkata :” Tidak”. Maka ia berkata :”Aku adalah rasa gembira yang engkau masukkan kedalam hati si Fulan pada waktu itu, dan sekarang aku akan menghibur kesunyianmu, dan memperkuat hujjahmu dan memantapkanmu dengan ucapan yang mantap, dan aku akan memperlihatkan kepadamu pemandangan hari kiamat dan aku akan memberi pertolongan kepadamu dari dosamu dan akan memperlihatkan kepadamu rumahmu di syorga).
( Telah bersabda s.a.w. “Siapa yang berbuat baik kepada seorang mu’min, maka (berarti) ia telah berbuat baik kepadaku, dan siapa yang telah berbuat baik kepadaku, maka Allah Ta’ala akan berbuat baik kepadanya.” Dan dalam suatu riwayat :”Seutama-utama wasilah (yang mendekatkan) kepada Allah Ta’ala, adalah perbuatan baik seseorang kepada seorang muslim). (Dikeluarkan oleh Ibnu Bisyar Attaimi)
(Telah berkata Asy-syaikh Ma’ruf Alkurkhi : “Barang siapa yang mengucapkan setiap hari sepuluh kali (10x) :
(Ya Allah, perbaikilah keadaan ummat Sayyidina Muhammad, Ya Allah angkatlah kesusahan dari ummat Sayidina Muhammad, Ya Allah rahmatilah ummat Sayyidina Muhammad), ia akan dicatat (termasuk) dari para abdal (pangkat dari kewalian).









One Comment