DZIKIR YANG KEDELAPAN DAN SYARAHNYA
Ketika Syayiduna Umar menyempurnakan uraian mengenai hakikat iman yang maknanya amat tinggi dalam hal-hal yang dituntut oleh seorang mu’min, lalu beliau Memahasucikan Tuhannya (Allah) yang tidak ada tandingan bagi-Nya atau menyerupai-Nya atau menyamai-Nya. Kemudian beliau mengucapkan :
MAHA SUCI ALLAH MAHA MULIA ALLAH
MAHA SUCI ALLAH MAHA AGUNG ALLAH. (3X)
Asya-Syaikh Ali berkata : “Makna Subhanallah adalah Dia Yang Maha Suci lagi Maha Mulia terlindung dengan tirai kemuliaan yang tidak daput ditembus oleh.adanya penyerupaan atau penyamaan atau diliputi oleh anganangan (lamunan) yang kosong, atau adanya pemaksaan khayalan-khayalan dari orang yang suka mengkhayal atau adanya penggambaran oleh orangorang yang suka menggambarkan, atau Dia tidaklah dapat diliputi dengan hasil goresan-goresan pena, atau dicapai dengan akal.
Maha Agung Allah yang berada di belakang hijab dengan ke-Agungan yang diliputi dengan keindahan.Dia memiliki keagungan dan kemuliaan. Maha Agunglah Allah dari penyerupaan dan khayalan-khayalan.
Maha Mulia Allah dari apa-apa yang mereka ucapkan atau dari gambaran-gambaran yang mereka gambarkan atau pemisalan-pemisalan yang mereka misalkan. :
Firman Allah Ta’ala :
Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ‘ (QS. An Nahi : 74).
dan Allah mempunyai sifat yang Maha Tinggi. (QS. An Nahl : 60). Kami mulai menerangkan huruf-huruf sederhana yang menjelaskan (Tasbih dan Kesucian). Adapun keterangan mengenai keutamaannya, akan kami terangkan setelah kita sampai pada dzikir yang ke-9 yaitu :
Insya Allah Ta’ala.Adapun ayat-ayat yang berkaitan dengan hal tersebut diatas adalah firman Allah Ta’ala:
(Tentang sesuatupun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah (yang mempunyai sifat-sifat demikian) Itulah Allah Tuhanku, KepadaNya-lah aku bertawakkal dan kepadaNya-lah aku kembali. Dia pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikanNya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat). (QS. Asy Syura:10-11).
Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu. Dan Dia-lah Yang maha Halus lagi Maha Mengetahui.(QS. Al An’amm:103).
Senantiasa bertasbihlah kepada Allah apa-apa yang ada dilangit dan yany dibumi, Raja Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Jumu’ah:1) .
Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi. (QS. Al-A’l :1l).
Pada hal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul dan bagi orangorang yang mu’min. (QS. Al Munafigun : 8)
Maha Agung Tuhanmu Yang mempunyai kebesaran dan kurnia. (QS. Ar Rahman : 78). Adapun hadits-hadits adalah sebagai berikut : Dari Abi Musa r.a. ia telah berkata : “Telah bersabda Rasul Allah SAW. :
“Tak seorangpun akan dapat lebih sabar atas gangguan yang didengar,, telinganya, dari (kesabaran) Allah Yang Mulia lagi Maha Agung Sesungguhnya Dia telah dipersekutukan dengan sesuatu dan dianggapNya memiliki putra, sedang Alllah Ta’ala (tetap) memberi kesejahteran, dan rizki kepada mereka”. (Dikeluarkan oleh : Bukhari Muslim).
Dari Abi Musa ra. ia telah berkata: “Rasulullah SAW. telah berdiri dihadapan kami (menyampaikan) lima kalimat dengan sabdanya : “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak tidur dan tidak layak bagi-Nya tidur. Dia merendahkan timbangan amal dan mengangkat kepada-Nya amal dimalam hari sebelum amal disiang hari, sebelum amal dimalam hari. TiraiNya adalah nur yang kalau disikangkap-Nya, maka sinar wajah-Nya akan membakar, dan pandangan makhluk tidak akan sampai kepadaNya. (Dikeluarkan oleh muslim ).
Penjelasan :
Adalah nur wajah Allah – yakni jika dari nur yang selama ini terhalang dari pandangan hamba, tersingkap dan mengenai sesuatu, sudah pasti sesuatu Itu akan hancur lebur, seperti pingsannya Nabi Musa a.s.. yang ketika itu ingin melihat-Nya, dan hancurlah Gunung itu ketika nur Allah Ta’ala menampakkan diri bagi Musa a.s.
Sebahagian ahli hikmah berkata . “Siapa yang berpegang teguh dengan akalnya. ia akan tergelincir dan siapa yang merasa kaya dengan hartanya, maka hartanya akan berkurang, dan siapa yang mencari kemuliaan dengan makhluk, ia akan menjadi hina.
Telah bersabda Rasulullah SAW. : “Sesungguhnya dzikir-dzikir yang kamu sekalian ucapkan dari : Ke – agungan Allah, Tasbih-Nya, Tahlil-Nya dan “Tahmid-Nya (maka) dzikir-dzikir itu (serantiasa) berkasih-sayang diseputar ‘ Arasy. Dzikir-dzikir itu mempunyai suara gemuruh bagaikan suara lebah, menyebutnyebut nama orang-orang yang mendzikirkannya. Apakah tidak -ingin seseorang diantara kalian namanya disebut-sebut disisi Allah sebagai orang yang mendzikirkanNya?”.
Dari Ibnu Abbas r.a. bawasanya seorang laki-laki telah berkata : “Hai Rasulullah, adakah do’a yang tidak ditolak? Beliau bersabda : “ya, ada”, yaitu hendaklah engkau mengucapkan:
Ya Allah , aku mohon kehadirat-Mu dengan menyebut asma’-Mu Yang Maha Tinggi, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Agung, Yang Maha Pemurah.
Didalam kitab Ibnus Sunny dari Ibnu Umar r.a. ia telah berkata : “Telah bersabda Rasulullah SAW.: “Jika engkau merasa takut dari seorang sulthan (penguasa) atau lainnya, ucapkanlah :
Tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Engkau. Maha perkasalah perlindungan-Mu dan Maha Agunglah pujian atas Dzat-Mu. Ketahuilah bahwa orang yang berdzikir dengan ucapannya yang berarti (Maha perkasa Allah lagi Maha Agung Allah) hendaklah menghadirkan didalam hatinya sesuatu dari tanda-tanda kekuasaan Allah, yang menunjukkan atas ke-agungan makhluk-makhluk-Nya seperti yang tercantum didalam firmanNya :
“Allah-lah yang menciptakan tujuh langu dan seperti itu pula bumi”. (QS. Ath Thalaag : 12 ) dan firman-Nya: “.
“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam: Kami tanggalkan siang dari malam itu. maka dengan serta meria mereka berada didalam kegelapan”. (QS. Yaasiin : 37). dan sebagainya.
. Kemudian ia serentak mengucapkan ( ) (Maha Agung Allah).
Algusyairi telah menceritakan pada “Bab Karamah para Wali Allah” yang bersumber dari Alunad bin ‘Athaa’, bahwasanya ia telah berkata kepadaku : “Seekor unta telah berbicara kepadaku, ditengah perjalananku menuju Mekkah”. Hal itu telah terjadi, karena aku melihat beberapa unta memikul beban-beban yang berat di punggungnya, sedang unta-unta itu telah memanjangkan lehernya dimalam hari, lalu aku berucap :
(Maha Suci Allah, siapakah yang sudi membawakan beban itu). Lalu unta itu berpaling kepadaku, sambil. berkata : (Ucapkanlah : “Maha Agung Allah), dan aku mengucapkan : (Maha Agung Allah).









One Comment