Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

KELETIHAN JIBRIL A.S.

“Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. bahwasanya beliau telah bersabda kepada Malaikat Jibril a.s. : “Hai Jibril. engkau yang terkenal memiliki kekuatan, pernahkah engkau merasakan letih?” Jibril a.s. menjawab : “Oh ya, aku pernah merasakan keletihan 3 (uga) kali yaitu :

Pertama : “Ketika Nabi Ibrahim a.s. dilempar ke unggun api. Allah telah mewahyukan kepadaku agar aku mengejarnya. dan ketika itu aku sedang berada di bawah “Arasy. Allah berfirman : Demi keperkasaan dan ke Agungan-Ku, jika ia telah mendahului terlempar ke dalam api, niscaya Aku akan hapuskan namamu dari daftar para malaikat. Lalu akupun segera turun mengejarnya dan mendapatkannya antara api dan Udara Dengan rasa letih aku berkata kepadanya: “Hai Ibrahim, apakah engkau memerlukan aku?” Beliau berkata : “Kalau kepadamu aku tidak perlu”.

Ke dua: “Ketika Nabi Ibrahim a.s. diperintahkan untuk menyembeli, putranya (Ismail), Allah telah mewahyukan kepadaku, agar mengejarnya. Allah berfirman: “Demi keperkasaan dan Agungan-Ku, seandainya pisau Ibrahim telah mendahuliim, telah mencapai kerongkongan Ismail, niscaya Aku akan hapu namamu dari daftar para malaikat. Maka segeralah akupu turun, dan aku rubah pisau itu dengan tebusan putranya yait, seekor kibasy (domba).

Ketiga : “Ketika Nabi Yusuf a.s. dilemparkan kesebuah sumur tua Allah telah mewahyukan kepadaku agar aku mengejarnya (angan sampai terjatuh ke dalam sumur) Allah berfirman , “Demi keperkasaan dan ke Agungan-Ku, seandainya ia telah mendahului sampai ke dasar sumur, niscaya Aku akan hapuskar namamu dari daftar para malaikat”. iyiaka aku segera turun dan terkejarlah ja di udara, dan kuangkat batu besar yang ada didasar sumur itu untuk menahan Nabi Yusuf agar tidak jatuh kedasarnya. Akhirnya aku turunkan dia dengan selamat dan akupun merasa letih sekali. Sumur itu adalah sarang ular yang kecil-kecil maupun yang besar.

Ketika ular-ular itu merasakan tindihan batu itu, masing-masing berkata kepada temannya: “Hati-hati janganlah ada yang bergerak, karena ada Nabi yang mulia telah turun disekitar kita”. Maka tidaklah ada seekor ularpun yang keluar dari sarangnya, kecuali seekor ular jantan yang besar telah keluar dengan maksud akan memagut Nabi Yusuf a.s.

Seketika itu, menjeritlah ular-ular itu yang menyebabkan mereka menjadi tuli hingga hari kiamat.

Dari Hasan Al Bashri bahwasanya ia telah berkata : “Ada jama’ah yang dapat dicontoh dalam kegiatan keagamaan mereka, yaitu membiasakan membaca pada setiap akhir shalat mereka :

Mereka mengatakan, dengan bacaan itu, mereka mendapat pemeliharaan dan rezki. Aku kira karena membaca firman-Nya:  “kepada-Nya aku bertawakkal”.

Telah diterangkan pula :

(Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah. niscaya Allah akan mencukupi (keperluan) nya).

Nabi Ibrahim a.s. dilempar kedalam api oleh Raja Namrud : Telah diriwayatkan bahwa Raja Namrud dan kaumnya ketika akan melemparkan Al Khalil a.s. kedalam api, mereka telah mendatanginya dan mengangkatnya keatas puncak bangunan dalam keadaan terikat pada Almanjanig (alat semacam ketapel besar untuk melemparkan tombak). Lalu menjeritlah langit dan bumi serta seluruh penghuninya yang terdiri dari para malaikat dan lain-lain, kecuali bangsa manusia dan jin dengan suatu jeritan: “Ya Tuhan kami, Ibrahim Khalil-Mu dilemparkan kedalam api, dan tidak akan ada seorangpun yang menyembah Engkau selain dia. Karena itu zinkanlah kami menolongnya”.

Kemudian Allah “Azza wa Jalla berfirman : “Sesungguhnya dia adalah khalil-Ku (kekasih-Ku) dan Aku tidak mempunyai khalil selain dia. Aku adalah Tuhannya, dan tidak mempunyai Tuhan selain Aku. Jika dia meminta pertolongan kepada kalian, atau memanggil kalian, maka berilah ia petolongan. Aku telah mengizinkannya untuk itu dan jika dia tidak meminta selain kepada-Ku, maka Aku mengetahuinya, maka biarkan dia dengan Aku dan Aku yang akan mengurusnya.

Ketika kaum Narnrud akan melemparkannya ke dalam api, penjaga air mendatanginya sambil berkata: “Jika engkau ya Ibrahim menghendakinya, pastilah kupadamkan api itu”. Penjaga anginpun mendatanginya pula sambil berkata: “Jika engkau menghendakinya Ibrahim, pastilah telah kuterbangkan api itu ke udara”. Maka berkatalah Nabi Ibrahim a.s.: “Aku tidak memerlukun itu semua dari kalian. Cukuplah Allah bagiku sebaik-baik Penolong dan sebaik-baik Pelindung.

Telah diriwayatkan dari Ubay bin Ka’bin bahwa Nabi Ibrahim a.s.. ketika telah diikat dan dilemparkan kedalam api, beliau mengucapkan :

Tiada Tuhan (yang hak) selain Engkau. Maha Suci Engkau wahai Tuhan Pemelihara alam semesta. bagi-Mu segala puji, dan bagi-Mu Kerajaan tiada sekutu bagi-Mu . Kemudian Nabi Ibrahim. a.s. dilemparkan dengan manjanig kedalam ap, maka disambutlah beliau oleh Malaikat Jibril a.s. seraya berkata : “Hai, Ibrahim, apakah engkau berhajat kepadaku?”. Ibrahim a.s. berkata : “Jika kepadamu, maka aku tidak punya hajat”. Maka berkatalah Jibril as. “Mintalah kepada Tuhanmu’!”. Lalu Ibrahim berkata : ,  Cukuplah Allah sebaik-baik penolorg atas permohonanku. Dia Maha Mengetahui keadaanku.

Dari Abid Dardaa’ ra. dari Nabi SAW. bahwasanya beliau telah bersabda: “Barang siapa yang mengucapkan setiap hari 7x

Jika mereka berpaling (dari keimanan). maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arasy yang Agung ‘ Allah akan membebaskannya dari rasa duka di akhirat dan dunianya, baik diyakininya atau tidak.

Telah bersabda SAW.: “Hasbialloohu wa ni’mal wakil” adalah merupakan keamanan bagi orang yany merusa ketakutan). (HR. Syaddand bin Aus)

Telah bersabda SAW. : “Apabila kamu sekalian memperoleh suatu urusan yang berat (besar), maka ucapkanlah :

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. (QS. Ali-Imran : 173)

Ibnu Abid-dunia telah meriwayatkan didalam “Kitah Alfaraju”, menurut cara yang ditempuh oleh Al-Khalil bin Murrah dari Fagiyyah warga Al-Lirdun, telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah SAW. apabila mendapatkan rasa duka atau kesusahan, beliau mengucapkan :

Cukuplah Allah Tuhanku dari para hamba, Cukuplah bagiku Yang Maha Pencipta dari para mahluk. Cukuplah bagiku Yang Maha Pemberi rezki. dari para mahluk yang diberi rezki. Cukuplah bagiku Dzat yang melindungiku. Cukuplah bagiku Allah yang tiada Tuhan (yang patut —disembah) selain Dia. Kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia-lah Dzat yang —memiliki Arasy Yang Agung.

Abu Dawud telah meriwayatkan didalam “Assunan” dari ‘Auf bin Malik r.a. bahwasanya Nabi SAW. telah memutuskan perkara antara 2 (dua) orang laki-laki. Setelah mereka pergi, salah seorang diantara Mereka ‘  . maka bersabdalah mengucapkan :

“Sesungguhnya Allah tidak mencela kelemahan seseorang, tetapi hendaklah engkau bekerja secara perlahan-lahan tctapi pasti, dan jika engkau medapatkan kesulitan didalam suatu urusan, ucapkanlah:  Cukuplah Allah bagiku sebaik-baik Penolong dan Pelindung. Al-Imam Annawawi telah berkata :

Al-Kaysu adalah kelembutan ma ‘nanya hendaklah engkau bekerja dengan lembut (hati-hati) agar engkau mampu bekerja secara terus-menerus.

pari Abi Dzaar ra. ia telah berkata bahwasanya Rasul Allah SAW. pernah membaca ayat ini :

“Siapa yang bertakwa kepada Allah. niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangkasangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah. niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya)”. (QS. Ath Thalag: 2-3).

Kemudian beliau bersabda : “Hai Aba Dzarr, seandainya seluruh manusia memanfaatkan ayat ini, niscaya akan mencukupi mereka). (Telah dikutip oleh penulis Kitab Alfaraju setelah ia memperoleh cobaan. Demikian yang diutarakan oleh Asy-syarji didalam “Fawaidnya”).

KAIDAH:

Mengenai kasih sayang, firman-Nya Ta’ala :

Khasiat ayat ini adalah untuk menumbuhkan rasa kasih sayang pada orang-orang yang berpaling dari orang-orang yang diremehkan. Dan berguna juga untuk menghindarkan diri dari tipu muslihat orang-orang yang jahat. “Barang siapa yang membacanya pada pertengahan malam Jum’at 30 x dan masing-masing diakhiri dengan ucapan :

Ya Allah, ya Tuhanku, Engkau penolongku atas si filan bin Fulanah, atau si fulanah binti fulan. lembutkanlah hatinya dengan kasih sayang, dan tundukkanlah dia dihadapanku), niscaya Allah akan melemburkan hatinya dengan kasih sayang dan dirundukkannya dihadapanmu. (Boleh dicoba!!!) 

Telah berkata Al Jaisyi didalam Kitab Al Barakah, setelah memperoleh hadits :   tersebut, “Pertama hendaklah engkau membiasakan membacanya, Ya berkata : “Telah berkata Ibnush Shaif Alyamani : “Mendaklah Seseorang menyandarkan seperempat ibadahnya dengan bacaan Alqur an dengan firman-Nya :

la berkata : “Karena ibadah selain yang dua ini. disyaratkan adanya kehadiran hati dan keyakinan yang benar. Dan menurut keterangan. bahwa pembacaan Al Our an adalah merupakan pendekatan yang agung kepada Allah. baik difahami maupun tidak. Adapun orang yang mengucapkan   Menurut keterangan, Allah SWT. akan mencukupi segala “ keperluannya yang penting, baik dimintanya secara benar atau dusta (tidak sungguh-sungguh).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker