MAKNA PUJI SYUKUR DAN PUJIAN
Ketahuilah, semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk senantiasa bersyukur dan berdzikir kepada-Nya, bahwa ucapan ( ), adalah pujian atas Dzat Yang Maha Terpuji dengan sifat-sifat-Nya yang terpuji secara mutlak. Dan syukur, adalah pujian atas ni’mat-ni’mat-Nya secara khusus yang diliputi dengan pujian itu semua. Pujian ( ), adalah bertalian dengan permohonan, dan Syukur ( )bertalian dengan pengingkaran /kufur. Kedua-duanya saling berkaitan. karena itu SAW. telah bersabda :
“Seorang hamba tidak bersyukur kepada Allah, selama ia tidak memujiNya”. Ibnu ‘Abbas r.a. telah menafsirkan firman Allah Ta’ala”.
“Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam” dengan : ( ) “Syukur itu bagi Allah Ta’ala”.
Nabi Musa a.s. bersabda : “Ya Allah, ya Tuhanku, bagaimanakah (caranya) Adam a.s. bersyukur kepada-Mu atas ni’mat-ni’mat yang Engkau anugerahkan kepadanya ?”, Allah berfirman : “Dia (Adam) telah mengetahui bahwa itu semua adalah dari-Ku, dan itulah sebagai landg syukurnya”. “Inilah yang disebut “syukur hati”.
Nabi Dawud a.s. telah bersabda : “Maha Suci Allah yang telah menjadikan pengakuan seorang hamba atas kelemahan dari mensyukuriNya sebagai “syukur”, sebagaimana menjadi pengakuannya atas kelemahan dari ma’rifahNya sebagai “ma’rifah”. Telah bersabda SAW. : “Seorang hamba tidak bersyukur kepada Allah, – selagi Ia tidak memujinya”. “Dan inilah syukur lisan”.
Telah bersabda SAW. ketika ada orang yang mengatakan kepada beliau : “Allah telah mengampuni dosa baginda baik yang terdahulu maupun yang ferkemudian, mengapakah baginda menyusahkan diri dengan (banyak beribadah?” Beliau bersabda : “Apakah aku tidak ingin menjadi seorarf hamba yang pandai bersyukur?” “Inilah yang disebut “Syukur Rukun”.
Dari Usamah bin Zaid r.a. telah berkata : “Telah bersabda Rasulullah SAW. adalah mereka yang pal. “Manusia yang paling bersyukur kepada Allah,-a h ing bersyukur sesama manusia ” Dan syukur anggota badan, adala mengamalkan amal yang saleh. .
Firman Allah Ta’ala :
Bekerjalah hai keluarga Dawud untuk bersyukur (kepada Allah) (QS. Saba : 13).
Telah diriwayatkan tentang Rasulullah SAW. bahwasanya beliau telah bangun malam melakukan shalat qiyaamullail sehingga bengkak kedua kaki beliau. Lalu ada yang bertanya : ” Ya rasulullah, apakah Tuan melakukan ini, sedang Allah telah mengampuni dosa baginda baik yang telah berlalu maupun yang terkemudian?”, Beliau bersabda : “Apakah aku tidak ingin menjadi hamba yang paling bersyukur?”
Al Baihagi telah meriwayatkan didalam “Asyy sy’b” dari Shada Dawud a.s. memasuki mihrabnya, tiba-tiba ia melihat ulat kecil. Kemudian iapun berfikir tentang kejadian makhluk kecil ini, sambil bergumam : “Apa gunanya Allah menciptakan makhluk ini?”. maka dengan kekuasaan Allah Ta’ala ulat kecil itu dapat bercakap : “Hai Nabi Dawud, apakah engkau membanggakan dirimu, sedang aku sekedar apa yang dianugerahkan Allah kepadaku, aku senantiasa berdzikir (ingat) kepada Allah Ta’ala dan aku lebih bersyukur kepada-Nya dari pada engkau atas apa yang diberikan kepadamu, ia berkata :
“Dan tak sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya”. (O.S. Al Israa’ : 44).
Al-Imam Baghawi telah berkata : “Ada orang yang menerangkan : . Syukur adalah ketaatan kepada Allah dengan seluruh anggauta jasadnya, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan”.
Alhasan telah berkata: “Syukur atas suatu ni’mat, adalah menyebutnyebutnya, sesuai firman Allah Ta’ala: .
artinya : (Dan terhadap ni’mat “Tuhanmu maka Tendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (O.S Adh-Dhuha : 11).








One Comment