DZIKIR YANG KESEPULUH DAN SYARAHNYA
Kemudian Sayyidina Umar meningkat kepada “Sumber yang abadi lagi shaleh”, yang mengandung nilai-nilai yang agung lagi jelas (nyata), lalu beliau mengucapkan :
“MAHA SUCI ALLAH DAN SEGALA PUJI BAGI ALLAH DAN TIADA TUHAN YANG PATUT DISEMBAH SELAIN ALLAH DAN ALLAH MAHA BESAR” (4x)
Telah berkata Asy Syaikh Ali dengan mengisyaratkan kepada “Kesucian” atas dasar ayat-ayat yang nyata yang berhubungan dengan ketuhanan (uluhiyyah) secara umum dan sifat-sifat terpuji yang meliputi seluruh aspek fi’li.
adalah ( ) yang menyelamatkan orang yang mengucapkannya dari kerusakan dan menghapuskannya dari kegelapan dosa berbagai angan-angan yang berdampak negatif.
Dan adalah sifat-Nya yang paling sempurna lagi Agung dari keinginan orang yang ingin melihat Zhahir-Nya atau mengetahui sifatsifat-Nya seperti perbuatan-Nya atau tempat keberadaan-Nya atau mataNya atau firman-Nya. :
Asy Syaikh Ali mengemukakan 4 (empat) hal agar dapat difahami
yaitu : “ (kesucian dengan kesempurnaannya) “ . (Martabat-martabat, sifat-sifat, perbuatan-perbuatan dan sifat-sifat (keterangan-keterangan). Dari perangai yang empat ini adalah merupakan dasar dari penciptaan (penyusunan) makhluk, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.
Maha Suci Allah dari penyerupaan-Nya, baik mengenai Dzat-Nya, fi’il-Nya maupun sifat-Nya. Dan inilah yang disebut (amal-amalan yang kekal lagi saleh), yang menjanjikan bagi orang Yang menzikirkannya dengan imbalan pahala yang sempurna, dan akan Menolak sepala macam musibah dan akan mendatangkan kebahagiaan.









One Comment