HADITS MENGENAI SYAFA’AH Adapun hadits mengenai syafa’ah ini, adalah suatu magoom yang terpuji bagi Nabi kita Muhammad SAW. yang disyaratkan oleh firman-Nya Ta’ala:
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al Israa’ : 79).
Yaitu seperti yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah ra. ia telah berkata : “Suatu ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW. dalam satu undangan, tiba-tiba dihadapkan kepada beliau lengan (daging) yang membuat beliau tertarik, lalu digigitnya satu gigitan, kemudian beliau bersabda :
Artinya : “Aku adalah pemimpin anak cucu Adam di hari kiamat Tahukah kalian mengenai apa ?. Allah akan menghimpun orang-orang yang dahulu dan yang akhir di suatu lapangan (padang mahsyar). Mereka dapat dilihat Oleh Dzat Yang Maha Melihat dan didengar oleh Dzat Yang Maha Memanggil. Sedang matahari ketika itu amar dekat diatas kepala mereka, Manusia ketika itu telah mencapai titik puncak dari kesedihan dan kepayahan, yang tidak dapat ditahan lagi”.
Sebahagian orang-orang berkata : “Tidakkah kalian mengetahui penderitaan kalian?. Tidakkah kalian mengetahui siapa yang dapat memohon syafa’at kepada Tuhan kalian untuk kamu?”. Sebahagian orang-orang itu berkata satu sama lain : “Adam”, Lalu merekapun mendatangi Adam dan berkata : “Wahai Nabi Adam. engkau adalah bapak manusia yang diciptakan Allah dengan kekusaan-Nya dan ditiupkan pada dirimu dari ruh-Nya , dan Dia (Allah) telah memerintahkan para malaikat bersujud kepadamu, lalu merekapun sujudiah dan engkau telah ditempatkan disyorga-Nya. Kami mohon perkenanmu memohonkan syafa’at Tuhanmu untuk kami. Tidakkah engkau mengetahui berapa penderitaan kami (sekarang)”. Nabi Adam bersabda : “Sesungguhnya Tuhanku, hari ini amat murka, dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan terjadi sesudahnya. Aku telah dilarang mendekati pohon (khuldi), namun aku melanggarnya. “nafsii-nafsii” (diriku-diriku : aku tidak dapat menolong orang lain). Pergilah kalian kepada yang lain, pergilah kepada Nuh !”.
Maka pergilah mereka kepada Nabi Nuh a.s dan berkata : “Wahai Nabi Nuh, engkau adalah utusan Allah yang pertama di utus ke penduduk bumi, engkau telah dinamai oleh Allah sebagai hamba yang pandai bersyukur ( ) tidakkah engkau mengetahui betapa penderitaan kami”. Kemudian merekapun memohon syafa’at dari padanya agar disegerakan proses penentuan hukum mereka. Beliau bersabda : “Sesungguhnya Tuhanku, hari ini amat murka, dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi sebelumnya maupun sesudahnya. Dan sesungguhnya aku punya kasus da’wah yang aku lakukan kepada kaumku, “Nafsii…nafsii…” pergilah kalian kepada yang lain!. Aku telah melakukan da’wah yang karena da’wah itu, aku telah menenggelamkan penduduk bumi. Sesungguhnya aku malu kepada Allah, untuk memohon syafa’at dalam keadaanku seperti ini, tetapi pergilah kalian kepada Ibrahim Khalilurrahmaan, dialah yang menamaimu muslimin dari sejak dahulu, semoga dia dapat memberi syafa’at (pertolongan) kepada kalian”.
Kemudian mereka bermusyawarah diantara sesama mereka selama 1000 tahun. Lalu merekapun mendatangi Nabi Ibrahim a.s. dan berkata :
“Wahai Nabi Ibrahim, wahai bapak dari kaum muslimin, yang telah diangkat oleh Allah sebagai khalit (sahabat dekat maksudnya : kekasih Allah), sudilah kiranya memohonkan syafu’at kepada Tuhanmu untuk kami agar dipercepat penentuan hukum atas kami diantara sesama makhluk!”. Beliau bersabda kepada mereka : “Sesungguhnya Tuhanku amat murka hari ini. dengan kemurkaan yang belum pernah terjadi baik sebelumnya maupun sesudahnya, dan sesungguhnya aku telah berdusta didalam Islam : 3 (tiga) kedustaan yang dengan kedustaan itu, aku telah berdebat tentang agama Allah Ta’ala. Aku malu kepada Allah untuk memohon syafa’at dalam keadaanku seperti ini, tetapi pergilah kalian kepada Musa a.s. Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengangkatnya sebagai “orang yang diajak bicara ( )dan diangkatnya sebagai “orang yang diselamatkan ( )”samoga dia dapat memberi syafa’at kepada kalian”. –
Kemudian mereka bermusyawarah diantara sesama mereka selama 1000 tahun, sedang keadaan makin memuncak kesusahannya dan padang Mahsyar makin penuh sesak dengan manusia. Kemudian merekapun mendatangi Nabi Musa a.s. seraya berkata : “Wahai Musa bin ‘Imran, engkau adalah orang yang telah dijadikan Allah sebagai “kaliim”‘ (orang yang diajak bicara) dan didekatkan sebagai “najiyyullah”‘ (orang yang diselamatkan Allah) dan telah diturunkan kitab Taurat kepadamu, karena itu, tolonglah mohonkan syafa’at kepada Tuhanmu untuk kami, dalam penentuan hukum. Sungguh telah lama kami berdiri dalam keadaan sangat berdesak-desakan dan telah gen!etar kaki kami sedang orang-orang kafir maupun muslim sudah merasa lelah sekali karena lamanya berdiri”. Lalu Nabi Musa-pun berkata kepada mereka : “Sesungguhnya aku telah memohon kepada Allah Ta’ala agar Allah menghukum Fir’aun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang, dan mereka dijadikannya sebagai contoh bagi orang-orang yang datang kemudian, maka aku merasa malu dari Allah Ta’ala untuk memohon syafa’at daripada-Nya dalam keadaanku seperti ini, karena sebab-sebab yang terjadi dalam do’a antara aku dengan Allah yang zahirnya ada pengajuan bencana, tetapi Allah adalah pemilik rahmat yang Maha Luas dan Tuhan Yang Maha Pengampun. Pergilah kalian kepada ‘Isa ‘Alaihis-salaam, karena dia adalah seorang Rasul yang paling benar keyakinannya dan paling banyak ma’rifahnya kepada Allah Ta’ala, dan paling zuhud dan paling fasih hikmahnya, semoga dia dapa member syuf at untuk kahan”.
Kemudian mereka bermusyawarali diantara sesama mereka seiama 1000 tahun, sedang keadaan ketika itu semakin memuncak dan tempat berdiripun semakin sempu. Lalu merekapun mendatangi Nabi ‘Isa a.s seraya berkata : engkau udalah “ruhullah” (yang diberi ruh oleh Allah) dun yang dicptakan atas kerentuan-Nya dan engkaulah yang diberi nama oleh Allah sebaga (“Wajilhan fiddunyaa wal-aakhiral “) (orang yang terkemuka di dunia dan akhirat -Ali ‘imran : 45), mohonkan syafaat kepada Tuhan untuk kami dalam pencutuan hukum.
Nabi Isa a.s. berkata kepada mereka : “Sesungguhnya kaumnku telah menjadikan aku dan ihuku dua orang Tuhan selain Allah. (Al Maaidah : 110), bagaimanakah aku dapat memohonkan syafa’at kepada Dzat yang telah dipersekutukan dan dijuluki memiliki anak, dan dijuluki sebagai bapakku, tetapi bagaimanakah pendaparmu, jika seseorang dari kalian memiliki kantong di dalamnya ada uang dan cincin. apakah bisa mendapaikan apa yang di dalam kantong itu selungga mendapatkan cincin itu?” Mereka berkata : “Ya”. Beliau bersabda : “Pergilah kalian kepada Sayyidil-Mursaliin (penghulu para rasul) dan penutup para nabi. saudaraku yang berbangsa Arab. karena sesungguhnya dia telah mengakhirkan do’anya sebagai “permohonan syafaat” untuk umatnya. Dia adalah yang banyak diganggu oleh kaumnya. sehingga mereka melukai dahinya, dan mematahkan giginya, dan mereka telah berlebihan mengganggunya. namun dia adalah orang yang paling indah kemegahannya, paling banyak kemuliaannya, dan dia bersabda seperti sahdanya “Ash-Shiddiq (Nabi Yusu)) kepada saudara-saudaranya” :”Tidak ada celaan kepadamu hari ini, Allah mengampuni kesalahanmu dan Dia adalah Yang Maha Penyayang”. Dan selanjutnya beliau (Nabi Isa a.s.) terus menyebut keutamaan-keutamaan Nabi Muhammad SAW. yang tidak terjangkau oleh telinga mereka, sehingga mereka ingin segera berangkat menuju beliau hingga sampailah mereka ke mimbarnya SAW. seraya mereka berkata : ” Tuan adalah kekasih Allah perantara yang paling masyhur, mohonkan syafa’at kepada Allah untuk kami. Kami telah pergi kepada bapak kami Adam a.s. kemudian mengalihkan kami kepada Nuh a.s. dan kamipun telah pergi meninggalkan Nuh a.s. kemudian mengalihkan kami kepada Ibrahim a.s. dan kam telah pergi kepada Ibrahim a.s.. kemudian mengalihkan kami kepada Musa a.s. dan kamipun pergi kepada Musa a.s., kemudian mengalihkan kami kepada Isa a.s. dan kamipun pergi kepada Isa a.s. kemudian beliau mengalihkan kami untuk mendatangi Tuan. Maka sesudah ini tidak ada lagi yang dituju, dan tidak ada tempat melarikan diri”. Maka bersabdalah SAW. ‘ “
aku adalah untuk membela umatku. lungga Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai”.
Kemudian SAW. pergi menuju haribaan Yany Maha Agung memohon izin dan diizinkan baginya, lalu diangkatlah tirai (hyaab) dan masuklah beliau ke ‘Arasy dan bersungkur sujud kepada-Nya dalam waktu yang cukup lama sesuai kehendak Allah Ta’ala. Di dalam sujud itu, beliau memuji Allah Ta’ala dengan puji-pujian yang tidak pernah dipujikan oleh seseorangpun.
Telah berkata sebahagian orang-orang ‘anf : “Sesungguhnya pujipujian itu adalah yang dipujikan Allah atas Dzat-Nya pada hari selesainya penciptaan makhluk-Nya, maka bergetariah ‘Arasy sebagai pengagungan atas Dzat-Nya”.
Dan di dalam suatu riwayat : “Manusia-manusia itu datang kepada beliau sambil berkata : “Wahai Muhammad. engkau adalah Rasulullah dan penutup para nabi, dan telah diampuni Allah baik dosa-dosamu yang telah lalu maupun yang kemudian. mohonkanlah syafa’at kepada Tuhanmu untuk kami, tidakkah Tuan mengetahui keadaan kami ini ?”. Maka akupun pergi hingga sampai di bawah ‘Arasy, maka akupun bersungkur sujud kepada Tuharku”. Kemudian, dengan puji-pujian-Nya Allah membukakan untukku yang belum pernah membukakannya untuk seseorang. Kemudian dikatakan kepadaku : “Hai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah niscaya kuberi, mintalah syafa’at niscaya kuberi syafa’at”. Maka akupun mengangkat kepalaku sambil berkata : “Ummatku wahai Tuhanku, ummatku wahai Tuhanku!”. Allah berfirman kepadanya : “Hai Muhammad, masukkanlah ummatmu yang tidak dihisab (lagi) dari pintu pertama dari pintu-pintu syorga, karena pintu-pintu lain adalah untuk orang-orang yang bercampur baur”.
Kemudian SAW. bersabda : “Demi yang diriku berada di dalam genggaman-Nya, sesungguhnya jarak antara dua daun pintu syorga seperti antara Mekkah dengan Hijir atau seperti antara Mekkah dengan Bashra”.
Dan di dalam riwayat Bukhari : “Maka beliau mengeluarkan mereka dari neraka dan dimasukkan ke syorga, sehingga tidak ada yang tinggal di neraka kecuali yang dipenjara oleh Al Our’an yakni orang-orang yang kekal di dalam neraka, kemudian beliau membaca ayat ini :
“Mudah-Mudahan Allah mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.
Dan di dalam riwayat Bukhari juga dengan sanadnya kepada Anas bin Malik, menyebutkan hadits syaf’ah, maknanya : “Beliau bersabda : “Maka akupun mohon izin kepada Tuhanku, lalu akupun diizinkan, dan diilhamkan kepadaku segala bentuk pujian yang dengan pujian itu aku memuji-Nya, yang sekarang belum ada padaku untuk memuji dengan puji-pujian itu, dan bersungkurlah aku bersujud kepada-Nya”. Maka Allah berfirman kepadanya : “Hai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah niscaya di dengar, mintalah niscaya diberi, dan mintalah syafa’at niscaya engkau diberi syafa’at!”. Maka aku berkata : ” Ya Tuhanku, ummatku ! ” Maka Allah berfirman kepadanya : “Pergilah, dan keluarkan dari neraka orang yang di dalam hatinya ada iman seberat biji gandum!”, lalu akupun melakukannya, kemudian kembali dan memuji-Nya dengan puyji-pujian itu, kemudian bersungkurlah aku sujud kepada-Nya. Kemudian beliaupun
‘ menyebutkan seperti tersebut di atas. Maka Allah berfirman kepadanya : “Pergilah, dan keluarkan dari neraka orang yang di dalam hatinya ada iman seberat atom atau seberat biji sawi, lalu akupun melakukannya, kernudian aku kembali dan memuji-Nya dengan puji-pujian itu, kemudian bersungkurlah aku sujud kepada-Nya. Kemudian beliaupun menyebutkan seperti tersebut di atas. Maka Allah berfirman kepadanya : “Perg’lah, dan keluarkan dari neraka orang yang di dalam hatinya ada iman lebih ringan dari seberat biji sawi”, Kemudian akupun melakukannya kemudian aku kembali untuk yang ke-4 kalinya, lalu aku memuji-Nya dengan puji-pujian itu, kemudian uku bersungkur sujud kepada-Nya”. Allah berfirman kepadanya : “Hai Muhammad, angkatlah kepalamu, katakanlah Aku dengar, mintalah Aku heri, mintalah syafa’at niscaya Aku beri syafa’at!”.
Maka akupun berkata : “Ya Tuhanku, izinkanlah hamba mengeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan : ” Allah berfirman : “Demi ke Muliaan-Ku dan ke Besaran-Ku, dan ke AgunganKu dan ke Muliaan-Ku, Aku pasti akan keluarkan dari neraka yang mengucapkan :
Hadits yang agung ini telah berakhir yang meliputi penghormatan yang tertinggi, dan kemuliaan yang maksimal atas nabi kita yang khusus dengan akhlak yang agung lagi indah, dan pangkat yang permanen. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada beliau, keluarganya, sahabatsahabatnya dan umatnya, semulia-mulia rahmat dan salaam.
SYAFA’AT-SYAFA’AT SAW
Telah berkata Asy Sya’ranii di dalam kitab “Alyawaaglit” mengenai pembahasan “Asy’-syafaah”: “Telah berkata Aljalal As Sayuuthii dan lainnya, | bahwa SAW. di hari kiamat mempunyai 8 (delapan) syafa’at :
(1) Syafa’at untuk mensegerakan “hisaab” dan pengistirahatan dari lamanya berdin di mahsyar. Syafa’at ini khusus bagi Nabi Muhammad SAW…
(2) Syafa’at untuk memasukkan ummat ke syorga tanpa hisaab dan telah berkata Al-Imam Nawawi bahwa syafa’at ini dikhususkan bagi Nabi Muhammad SAW.
(3) Syafa’at bagi orang-orang dari ummat Nabi Muhammad SAW. yang layak masuk neraka untuk tidak memasukinya.
(4) Syafa’at bagi orang-orang yang telah memasuki neraka dari ahli tauhid (orang-orang beriman) untuk keluar dari neraka, dan kemudian mereka bergabung dengan para nabi, malaikat dan orang-orang yang beriman.
(5) Syafa’at bagi orang-orang penguni syorga untuk memperoleh peningkatan tempat di syorga.
(6) Syafa’at bagi ummat Nabi Muhammad SAW. untuk mendapatkan keringanan siksa api neraka dari orang-orang yang semestinya kekal di neraka. Dan syafa’at ini khusus bagi Nabi Muhammad SAW.
(7) Syafa’at bagi orang-orang kafir untuk memperoleh keringanan siksa pada waktu-waktu tertentu. Disebutkan dalam “Shahihain” mengenai hak Abu Thalib dan Abu Lahab diberikan pada setiap hari Senin karena kegembiraannya dengan kelahiran Nabi SAW.
(8) Syafa’at bagi anak-anak orang musyrik untuk tidak disiksa.









One Comment