DZIKIR YANG KETIGA DAN SYARAHNYA
Setelah Sayyiduna Umar menyempumakan permohonan perlindungan secara khusus dan umum, beliau memulai dengan dzikir yang beraneka ragam manfaatnya yaitu dzikir yang menolak segala yang bermadharrat dengan ucapannya :
(Dengan menyebut Nama Allah yang dengan Nama-Nya tidak bermadharrat sesuatu baik yang ada dibumi maupun dilangit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). 3x
Telah berkata Syaikh Ali : yaitu yang meliputi seluruh martabat asma” dan lambang keagungan Allah. Begitu juga ( ) adalah dari suatu dampak kerusakan yang terjadi pada zhahir jasmani. Adapun adalah dari dampak yang timbul dari langit dan bintang-bintang ”nahsiyyah –
Maka dengan kemampuan orang yang berdzikir dengan ism yang agung ini maka dzikir itu menjadi dinding bagi orang yang perdzikir dari dampak-dampak tersebut diatas, dan juga dzikir itu merupakan perlindungan bagi hakikat ruhani dari gangguan syetan yang akan membawanya kepada pembangkangan dan kepada urusan-urusan yang terselubung. Itulah yang membebaskan seseorang yang beristi’adzah dari gangguan syetan dalam urusan-urusan yang bermadharrat dan nafsu syahwat yang mencelakakan. adalah yang memelihara seluruh alam termasuk alam malaikat. juga Yang memelihara yang psmeliharaanNya meliputi perasaan ruhani dll. Dzikir tersebut diucapkannya 3x(tiga kali). Itu adalah ucapan yang sangat mengagumkan seperti yang engkau lihat adanya pancaran nur dan keberkahan bagi orang yang memiliki baik sangka (hunuzh-zhan) kepada para wali Allah.
Firman Allah Ta’ala :
(Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai). (OS. Al-a”’raaf : 205) ‘
(Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat Tuhannya, lalu dia sembahyang). (OS. Al-a’laa : 14-15)
(“ PEMBICARAAN MENGENAI ASMA’ ALLAH YANG PALING AGUNG ”)
Dzikir yang diwiridkan disini oleh Sayyiduna Umar adalah asma” Allah yang paling Agung atau yang disebut : seperti yang diucapkan oleh Sayyidi Abul-hasan Asy-syadzilli didalam hizibnya yang bernama ” Annuur ” :
(Ya Allah, sesungguhnya hamba mohon kehadiratMu . dengan “asma yang paling agung” yang dengan asma” itu tidak akan bermadharrat sesuatu baik (yang ada)di bumi maupun (yang ada) dilangit. Dan dia adalah Dzat yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). Maka yang dimaksud dengan asma” yang paling agung atau adalah Allah SWT. Didalam judul yang lain dari ” ” dia berkata :
(Maha Agung Tuhanku dari pengadaan oleh sesuatu atau binasa oleh sesuatu. Sesungguhnya Dia tidak akan bermadharrat sesuatu dengan asma’Nya baik (yang ada) dibumi maupun (yang ada) dilangit. Dan Dia Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). Kini hendaklah engkau memahami betul apa yang dimaksud ”Al-ismul – a’Zhom” atau asma yang paling Agung.
(Dan sebutan AS JI atau Yang paling Agung, sesungguhnya Dia adalah Allah, dan Yang Maha Hidup lagi Kekal Abadi, dan Yang tidak sda Tuhan yang patut disembah selain Allah, dan Ya Allah. Yang Maha Pengasih, Yang Maha Ilidup lagi Kekal Abadi, Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Tuhan Yang Maha Esa tidak ada tuhan yang patut disembah selain Engkau).
(KETERANGAN MENGENAI KEUTAMAAN DZIKIR)
Sekarang, marilah kami sebutkan sebahagian hadits yang menerangkan tentang kemanfaatan dzikir. Rasulullah s.a.w. bersabda :
(Hamba mana saja yang mengucapkan dipagi setiap hari, dan sore setiap malam) :
(Dengan menyebut asma’ Allah yang dengan asma’Nya tidak bermadharrat Sesuatu baik (yang ada) dibumi maupun (yang ada) di langit. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) 3x, maka tidak akan bermadharrat sesuatu kepadanya).
(HR. Atturmudzi, Abu Dawud dan Usman bin Affaan r.a.) didalam suatu riwayat dari Abu Dawud :” (ia tidak akan mendapat musibah secara mendadak). –
(Telah berkata seorang Ulama Besar ahli ilmu Dr. Ibrahim bin Abdurrahman bin ‘Auf bin Ali Al azrag dalam kitabnya “Tashiilul-Manaafi”, kami telah menemukan pada sebahagian kitab kedokteran, dari Anas ia telah berkata :”Seorang Arab Pegunungan (A’raabii) telahdatang kepada Rasulullah s.a.v. sambil berkata :”Ya Rasulullah, sesungguhnya aku orang yang sedang menderita sakit (yaitu) makanan dan minuman tidak dapat masuk secara lurus kedalam perut besarku. Karena itu, do’a akanlah agar Allah menyembuhkanku”. Maka bersabdalah Rasulullah s.a.w. : ”Ucapkanlah :”
(Dengan menyebut asma’ Allah yang dengan asma” Nya tidak bermadharrat sesuatu baik (yang ada) dibumi maupun (yang ada) di langit, wahai Dzat yang Maha Hidup lagi Maha Kekal Abadi), maka tidak akan berbahays pagimu sesuatu penyakit walaupun penyakit itu berat).
(Disebutkan oleh Asy-syaikh Abdurrahman bin Muhammad. bin Ali Alhanafi dalam syarahnya pada “Allam’atul-buuniyyah” mengenai pembicaraan tentang asma” Allah Ta’ala ” bahwa seorang jariyah (budak perempuan) milik Abu Dardaa telah memberinya makan racun sebanyak 40 x, namun racun itu tidak berbahaya baginya, karena ia selalu mengucapkan : :
setiap akan makan. Ibnu Zhofar telah menyebutkan didalam Kitabnya ” ” seperti yang dikutip oleh Addamiri didalam Kitabnya ” la telah berkata :” Sesungguhnya ia (Jariyah Abu Dardaa) telah berkata kepada Abu Dardaa:”Dari bangsa apakah engkau ?”. Dia berkata : “Aku adalah manusia seperti engkau juga”. Ia berkata pula :” Bagaimana engkau sebagai manusia, sedang aku telah memberimu makan racun sebanyak 40x dan tidak membahayakanmu ?”.Abu Dardaa’ berkata :” Apakah engkau tidak mengetahui bahwa orang yang berdzikir (mengingat) Allah itu tidak berbahaya sesuatu baginya ?” dan sesungguhnya aku telah mengingat Allah dengan asma Nya yang paling agung (al-a zhom), Jariyah itu bertanya :”Apakah itu ?” Abu Dardaa’ menjawab : kemudian Abu Dardaa bertanya pula:” Apakah yang menyebabkan engkau melakukan itu kepadaku (meracuniku) ?. Jariyah itu berkata :” Karena rasa benciku kepadamu”. Abu Dardaa pun berkata :”Sekarang, aku merdekakan engkau karena Allah, dan tidak mengapa engkau telah melakukan itu kepadaku”.
( FAEDAH ) Kepada orang yang sedang sakit kepala, dapatlah dilakukan penyembuhan dengan ”Alismul a’zhom”, dengan cara, hendaklah kita meletakkan telapak tangan kita kepada kepala sipenderita sambil mengucapkan :
(Dengan menyebut asma Allah, sebaik-baik asma . dengan menyebut Allah Tuhan yang menguasai bumi dan langit yang memberikan keberkahan dan kesembuhan. Dengan menyebut asma’ Allah yang ditanganNya ada kesembuhan. Dengan menyebut asma’ Allah yang dengan asma Nya tidak bermadharrat racun atau penyakit. Dengan menyebut asma’ Allah yang dengan asma’ Nya tidak bermadharrat (berbahaya) sesuatu baik (yang ada) dibumi maupun (yang ada) dilangit. Dan dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha mongetahui). diulang-ulang sampai 3x atau 7x, maka rasa sakit kepalanya akan sembuh atas izin Allah SWT. (Dasi Kitab Alfawaid Oleh Asy-syaikh Abil Kair Asy-syarji Alhanafii)
(FAIDAH ) Addamiri telah meriwayatkan didalam kitab ” ” dari Imam Alhafizh Fakhruddin Utsman bin Muhammad bin Utsman Annawawi yang singgah di “Mekkah Almusyarrafah” bahwasanya ia telah berkatu “Ketika aku sedang membaca Ilmu Faraidh di Mekkah pada Syaikl Tagiuddin bin Aljauzaani dan ketika kami sedang duduk-duduk tiba tiba ada seekor kalajengking berjalan, maka diambilnya oleh Asysyaikh dengan tangannya dan dibalik-balikannya, lalu akupun meletakkan kitabku dari tanganku”. Dia berkata :”Bacalah” Akupun berkata :” Aku ingin memperlajari terlebih dahulu rahasia ini”. Ia berkata :”Rahasia itu ada padamu”. Aku berkata : Apa itu ?”. Ia berkata :”Nabi s.a.w telah menetap kan bahwasanya siapa yang mengucapkan diwaktu pagi dan sore : , .
(Dengan menyebut nama Allah yang dengan namaNya tidak bermadharat sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) tidak akan berbahaya sesuatu kepadanya, sedang aku telah mengucapkan tadi pagi”.









One Comment