Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

AKHLAK RASULULLAH SAW.

Rasulullah SAW. adalah seorang inanusia yang paling sabar, paling pemurah, dan paling pemalu. Beliau lebih pemalu dari seorang gadis pingitan. Beliau orang yang paling lapang dada, paling benar ucapannya, paling lemah lembut tutur katanya, selalu periang. akhlaknya mulia lagi peramah, tidak kasar, tidak kejam hati, tidak suka berkata keras di muka orang, tidak berbicara . kotor, tidak suka mencaci dan tidak pula suka memuji-muji.

Beliau memenuhi panggilan orang yang memanggilnya (mengundangnya) dan suka menerima hadiah walaupun berupa makanan sederhana, beliau memakannya dan memberi imbalan kepada orang yang memberinya.

Beliau marah karena Allah dan bukan karena pribadinya, suka bergurau dengan para sahabatnya, dan bergaul dengan mereka, menyayangi anak-anak kecil mereka, anak-anak kecil itu dipangkunya dan digurauinya.

Beliau memenuhi panggilan seorang hamba laki-laki. hamba perempuan dan orang miskin. Beliau mengunjungi orang yang sedang saki, walaupun jauh tempatnya, beliau berjalan kaki walaupun sedang sakit mata Beliau menanyai orang-orang sekitarnya tentang keadaan mereka, dan beliau Juga memberi kesempatan kepada orang-orang untuk duduk-duduk bersama beliau untuk menatap wajah beliau, beliau juga manganggap teman duduknya sama, tidak ada yang lebih mulia dari yang lain (artinya sama derajatnya) Barang siapa yang ada hajat kepada beliau. disuruhnya bersabar hingga or. ang-orang lain pulang terlebih dahulu. Dan masih banyak lagi, akhlak Rasulullah SAW. yang tentu tidak dapat dituliskan semuanya disini.

Maksud kami di dalam fasal ini tiada lain, adalah mencari keberkahan dari uraian yang serba sedikit dari keutamaan-keutamaan shalawat atas Nabi SAW yang beliau itu sebagai pemberi kabar gembira, pemberi peringatan, pemberi semangat dan mengingatkan untuk memperoleh kebajikan yang amat banyak (dari shalawat itu) dan pahalanya yang besar sesuai yang dijelaskan oleh Al Our’an yang penuh hikmat dan hadits-hadits. Adapun ayat-ayat itu adalah :

Firman Allah Ta’ala :

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-Malaikat-Nya bershalawar untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman. bershalawatlah untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (Al Ahzaab : 56).

“Supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya menguatkan fagama)-Nya membesarkan-Nya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang” (O.S. Al Fath : 9).

Alangkah indahnya suatu amal yang dimulai oleh Dzat Allah SWT. diikuti oleh para Malaikat-Nya yang bertasbih atas kesucian-Nya dan dianjurkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Dan mereka diberi imbalan dengan shalat-Nya (rahmat-Nya) dan mereka diberi pula kemuliaanNya yang agung.

Shalat atas Nabi hukumnya wajib, mesti dan tidaklah sah shalat tanpa membaca shalawat atas beliau. Allah SWT. telah mensejajarkan asma’-Nya dengan nama beliau, dan tidaklah disebut asma’ Allah Ta’ala, kecuali disebut pula Nabi-Nya. Itulah yang dimaksud dengan firman-Nya :

” Kami tinggikan bagimu sebutan (nama) mu. (9.S. Al Insyirah : 4).

Allah telah mewajibkan kepada kita untuk bershalawat kepada nabi-Nya, setiap namanya disebut. Dan meninggalkan shalawat atas beliau berarti kerugian (kesia-siaan).

Asy Syaugie telah menukil di dalam Kitab Fawaidnya dari Al Qoodhi Majduddin Asy Syiraazii di dalam Kitab “Ash shalaat wal busyraa” : menyebutkan ada seorang laki-laki yang mengadu kepada sebagian ulama tentang “kesulitan tidur”. Ulama itu berkata kepadanya : “Jika engkau akan tidur bacalah firman Allah Ta’ala :

Adapun hadits yang bersumber dari orang-orang shaleh, telah disebutkan oleh Al Imam Ats Tsa’labi di dalam Tafsirnya bahwa mereka berkata :

“Ya Rasulullah apakah Tuan mengetahui firman Allah Azza Wa Jalla :

Nabi SAM bersabda : “ni termasuk ilmu yang terpelihara. Seandainya kalian tidak bertanya kepadaku, niscaya aku tidak akan memberitahukannya kepadamu. Sesungguhnya Allah telah mewakilkan kepadaku 2 (dua) malaikat, maka tidaklah namaku disebut pada seorang hamba muslim, kemudian dia bershalawat kepadaku, kecuali   kedua Malaikat itu berkata : (   ) (Allah telah mengampunimu). Lalu Allah Ta’ala dan para malaikat-Nya menjawab kedua malaikat itu. Aamiiin”. Dan tidaklah namaku disebut pada seorang hamba Muslim, kemudian ia tidak bershalawat kepadaku, kecuali kedua Malaikat itu berkata   (Allah tidak mengampunimu). Lalu Allah Ta’ala dan para malaikat-Nya menjawab kedua malaikat itu : Aamiiin”.

dari “Aisyah r.a. bahwasanya Nabi SAW. telah bersabda : “Allah tidak menerima shalat, kecuali dengan wudhu dan (mengucapkan) shalawat kepadaku”. (HR. Al Baihaqi dan telah dinukilnya oleh Abu Ishak Asy syairazil di dalam “Al Muhazzab”).

Kemudian beliau bersabda : “Yang paling utama shalawat itu adalah yang diucapkan :

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan limpahkanlah keberkahan atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan atas Ibrahim dar keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung”.

Al Imam Asy Syafi’i (rahimahullah) telah berkata : “Wahai keluarga Rasulullah, kecintaan kepadamu adalah wajib atas ketetapan Allah di dalam Al Our ‘an yang telah diturunkannya”. “Cukup agunglah derajatmu, sesungguhnya orang yang melakukan shalat tanpa bershalawat kepadamu, tidaklah sah shalatnya”.

As Sayyid As Samhudi telah menukil dari :  di dalam kitabnya “Al Fajrul Munir” dari Syaikh Shalih Musa yang sedang sakit mata, ia memberitahukan bahwa suatu kali ia telah naik kapal laut yang air (lautnya) asin. Ia berkata : “Ketika itu angin kencang telah meniup dengan dahsyatnya. Katakanlah : “ Siapakah yang dapat selamat dari bahaya karam ??? Hingga hiruk pikuklah para penumpang karena takut tenggelam Ia berkata : “Kemudian aku tertidur, dan aku melihat dalam tidurku bertemu dengan Rasulullah SAW. Beliau bersabda : “Perintahkan kepada para penumpang kapal agar mengucapkan shalawat 1000 x yaitu :

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas Muhammad dan keluarga Muhammad, suatu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala bencana dan bahaya, rahmat yang dapat memenuhi segala hajat kami, suatu rahmat yang dapat mensucikan diri kami dari segala kesalahan, suatu rahmat yang dapat mengangkat diri kami di sisi-Mu pada derajat yang tertinggi, suatu rahmat yang akan menyampaikan maksud tujuan kami yang terjauh dari segala kebajikan baik selagi kami hidup maupun sesudah kami mati”. Lalu akupun terbangun, dan telah kuberitahukan kepada para penumpang kapal tentang ru ‘yaa (mimpi yang benar) itu. Kemudian kamipun bershalawat dengan bentuk shalawat yang diajarkan dalam ru’ya  tersebut, hingga akhirnya kamupun telah diselamatkan oleh Aliah SWT dari malapetaka yang mengancam itu. Alhamdulillah.

Dari Aus bin Aus r.a. ja telah berkata : “Telah bersabda Rasululah SAW: “Hari-harimu yang paling mulia, adalah hari Jum ‘at (karena) pada hari itu, telah diciptakan Adam a.s.. pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu terjadinya peniupan sangkakala dan pada hari itu terjadi hari kiamat, Karena itu, perbanyaklah pada hari itu bershalawat kepadaku, karena shalawatmu itu, dilaporkan kepadaku”. Mereka bertanya : “Bagaimanakah: shalawat kami itu dilaporkan kepada Tuan, padahal Tuan telah menjadi tulang belulang?”.Beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah Ta ‘ala, mengharamkan bumi untuk memakan jasad para nabi ( Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan An Nasa’i).

Di dalam suatu riwayat disebutkan : “Siapa yang bershalawat kepadaku 1x (maka) Allah dan para malaikat-Nya akan bershalawat kepadanya 70x. Dan siapa dari umatku yang bershalawat kepadaku 1x, (maka) Allah akan hapuskan kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak jumlah pasir. Dar, siapa yang mendapatkan urusan yang sulit, hendaklah ia banyak-banyak bershalawat kepadaku. Dan siapa yang bershalawat kepadaku didalam sehar, 100 x, (maka) Allah akan penuhi 100 macam hajatnya, 30 untuk urusan dunianya dan 70 untuk urusan akhiratnya. Dan tidaklah do’a seseorang akan dapat naik kehadirat Allah tanpa bershalawat (dahulu) kepadaku”

Telah bersabda “Alaihish shalaatu wassalaam: “Barang siapa yang ketika mendengar adzaan dan igamat mengucapkan :

“Ya Allah, pemilik do’a yang sempurna ini, dan shalat yang berdiri, berilah rahmat atas Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu, anugerahilah wasilah dan fadhilah dan syafa’ah pada hari kiamat, maka orang itu akan memperoleh syafa’atku”.

Telah bersabda SAW. : “Barang-siapa yang bershalawat kepadaku didalam suatu kitab, maka para malaikat akan selalu memohonkan ampunan Allah untuknya, selama namaku masih berada didalam kitab itu”.

Telah bersabda a.s. : “Tiada seorangpun yang memberi salam kepadaku, kecuali Allah akan mengembalikan ruhku hingga aku membalas salamnya “. Ada Seseorang yang bertanya : “Ya Rasulullah, bagaimanakah caranya kami bershalawat kepada Tuan?” Beliau bersabda:” Ucapkanlah!

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas Muhammad, keluarganya isteriisterinya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan limpahkan keberkahan atas Muhammad, keluarganya, isteri-isterinya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung”.

Sayyidatuna “Aisyah r.a. telah meriwayatkan bahwa ketika beliau menjahit, sesuatu diwaktu sahur, tiba-tiba jarumnya terjatuh, sedang lampu ketika itu padam. Lalu masukkalah Rasulullah SAW. menemuinya. Maka bersinarlah rumah itu dengan nur cahaya Nabi SAW. hingga diketemukan kembali jarum itu. Sdi. “Aisyah berkata : “Ya Rasulullah, alangkah bercahayanya wajah baginda ini”. Beliau Nabi SAW. bersabda : “Celakalah orang yang tidak melihatku pada hari kiamat”. Sdi. “Aisyah bertanya (lagi) : “Dan siapakah orang yang tidak dapat melihat buginda ya Rasulullah?” Beliau bersabda : “(Orang yang tidak dapat melihatku udalah) orang yang kikir”. Sdi. “Aisyah bertanya (lagi) itu?” Beliau hersabda : “Dia adalah orang yang enggan bershalawar kepadaku. .rnakala namaku disebut”.

Didalam hadits marfu ‘, Imam Thabrani meriwayatkan, bahwa SAW. telab bersabda : “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali. Allah ukan bershalawar kepadanya sepuluh kali, dan siapa yang bershalawat kepadaku 10x Allah akan bershalawat kepadanya 100x, dan. siapa yang bershalawat kepadaku 100x, maka akan ditulis diantara kedua matanya “kebebasan dari sifat nifag” “kebebasan dari api neraka” dan akan ditempatkan oleh Allah pada hari kiamat bersama-sama para syuhada.

Telah bersabda Rasulullsh SAW. : “Barang siapa yang bershalawal kepadaku pada hari Jum’at 1000x, (maka) dia tidak akan mati sebelum melihat tempatnya di syorga.

Telah bersabda SAW. : “Barang siapa yang mengucapkan :

(Semoga Allah menganugerahkan jazaa’ (imbalan/balasan) atas nama kami kepada Muhammad dan beliau odalah orang yang berhak atas itu) akan melelahkan 70 malaikat untuk menulis pahalanya selama 1000 pagi)

KARENA SHALAWAT ATAS NABI SAW SEEKOR UNTA BERSAKSI ATAS KEDUSTAAN SEORAN PEMUDA PENJAGA KEAMANAN

Di dalam “Kitab Hayatul Haayawaan” yang ditulis oleh Addamiri yang dinukil dari Kitab “Adda’awaat” yang ditulis oleh Ath Thabrani yang bersumber dari Zaid bin Tsabit r.a. telah berkata : “Kami telah berperang bersama Rasulullah SAW. dan ketika kami tiba di persimpangan jalan Madinah, kami melihat seorang A’rabii (orang Arab pegunungan) sedang menuntun seekor unta hingga ia berhenti di hadapan Rasulullah SAW. dan ketika itu, kami berada di sekelilingnya.

Araabii itu mengucapkan salam :

Salam sejahtera bagimu wahai Nabi warahmatullahi wabarakatuh), lalu Rasulullah SAW. pun membalasnya. Beliau bersabda : “Bagaimanakah keadaanmu pagi ini?”.

Ketika itu, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang nampaknya seperti penjaga keamanan seraya berkata : “Hai Rasulullah, A’rabi ini telah mencuri untaku ini”. Tiba-tiba unta ini melenguh (bersuara) sesaat, yang mana lenguhan itu didengarkannya baik-baik oleh Rasulullah SAW. Dan setelah unta itu diam, Nabi SAW. mendatangi orang itu seraya bersabda kepadanya : “Berpalinglah engkau dari pada A’rabii itu, karena unta itu telah bersaksi bahwa engkau adalah pendusta”.

Kemudian (penjaga keamanan itu) kembali. Lalu Nabi SAW. mendatangi A’rabii seraya bersabda : “Apa yang engkau ucapkan ketika engkau mendatangiku?”. Ia berkata : Demi bapak dan ibuku aku telah mengucapkan : “ ,

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas Muhammad sehingga tidak ada rahmat yang tersisa, Ya Allah, limpahkanlah keberkahan atas Muhammad sehingga tidak ada keberkahan yang tersisa. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan atas Muhammad sehingga tidak ada kesejahteraan yang tersisa. Ya Allah, rahmatilah Muhammad sehingga tidak ada rahmat yang tersisa”.

Maka bersabdalah SAW. : “Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci telah menjelaskan kepadaku, dan unta itu, telah bercakap dengan permohonan uzurnya (maafnya) dan para malaikat telah menutup atap langit. Dan didalam riwayat Tabrani dari Nafi’ dari Ibni “Amir bahwa Nabi SAW. telah bersabda kepada A’rabii itu: “Hai engkau, apa yang engkau katakan tadi?”. Lalu iapun memberitahukan kepada beliau mengenai apa-apa saja yang ia ucapkan. Maka bersabdalah Nabi SAW. : “Karena itu, aku telah menyaksikan para malaikat menerobos jalan-jalan kota Madimah hingga hampir-hampir menutupi antara aku dan engkau”.

Kemudian beliau bersabda pula: “Ergkau akan mendatangi Ash Shiraat (titian), sedang wajahmu lebih terang dari bulan pada malam purnama”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker