Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

(MENGENAI KEUTAMAAN ALI DAN AHLI-BAIT DAN KECINTAAN KEPADA MEREKA )

Diantara tanda-tanda yang menunjukkan atas kebenaran iman adalah kecintaan kepada Al-Imam Ali bin Abi Thalib dan seluruh kerabat Nabi Muhammad S.A.W. termasuk keturunan dan keluarganya r.a. sesuai yang telah disahkan oleh beliau r.a. dengan katanya :

(Demi Dzat yang membelah biji dan menciptakan makhluk yang bernyawa sesungguhnya telah berjanji Rasulullah SAW. bahwasanya tidak ada seseorang yang mencintaiku kecuali ia seorang mu’min, dan tidak ada seseorang yang membenciku, kecuali ia seorang munafik).

(Dikeluarkan oleh Muslim dan Abu Haatim) Didalam Kitab Arriyaadh, dari Muhammad bin Al-hanafiyyah bahwasanya ia telah berkata:”Tidaklah tertinggal dihati seorang mu’min, kecuali rasa persaudaraan (cinta) kepada Ali dan ahli baitnya. Kemudain ia membaca Firman-Nya Ta’ala :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam hati mereka rasa kasih sayang “ (OS. Maryam : 96). (Dikeluarkan oleh Alhafizh Assalafii).

(Didalam Kitab ”Arriyaadh” dari Albarraa”, ia telah berkata :”Telah bersabda Rasulullah s.a.w.:”kedudukan Ali dari padaku, bagaikan kedudukan kepalaku dari jasadku”).

(Didalam Kitab “Arriyaadh” disebutkan dari Abdullah ia telah berkata:”Ketika aku berada disisi Rasulullah s.a.w dan seluruh kaum Muhajirin dan kaum Anshar, yang terhimpun didalam ”Sariyyah” tiba. liba datanglah Ali berjalan kaki dalam keadaan marah. Maka bersabdalah s.n.w. “Siapa yang membuat ia marah (berarti) ia telah membuat aku marah”.Maka setelah ia (Ali) duduk, bersabdalah Rasulullah s.a.w.:”Bagaimanakah keadaanmu hai Ali ?”. Ia berkata:” Anak-anak paman baginda telah menggangguku”. Lalu bersabdalah s.a.w.: “Hai Ali apakah engkau tidak ridha bahwa sesungguhnya engkau akan bersamaku di syorga, Alhasan dan Alhusain dan keturunan kita berada dibelakang punggung kita, dan isteri-isteri kita serta golongan kita berada dikanan kiri kita ?”. (Dikeluarkan oleh Ahmad didalam Manaagib). .

(Didalam Kitab ”Arriyaadh” disebutkan, dari Abdullah bin Alhaarits ia telah berkata:” Aku berkata kepada Ali:”Beritahukan kepadaku tentang kedudukanmu yang paling utama dari Rasulullah s.a.w. !”. Maka ia berkata :”Ya, ketika aku sedang tidur disisinya, dan beliau ketika itu sedang shajat.Maka setelah beliau selesai dari shalatnya, beliau bersabda :”Ya Ali, tidaklah aku memohon kebajikan kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung, kecuali aku juga memohon untukmu seperti itu, dan tidaklah aku memohon perlindungan kepada Allah dari sesuatu keburukan, kecuali akupun memohon perlindungan untukmu seperti itu”. (Dikeluarkan oleh Almuhamili)

( CABANG IMAN DAN PERANGAI ORANG MU’MIN )

Wahai saudaraku, ketahuilah dan fahamilah, perluaslah keislaman dan keimananmu dengan ayat-ayat dan hadits-hadits ini. Jika engkau telah berakhlak dengan sesuatu dari ayat-ayat dan hadits-hadits tersebut, maka bagianmu dari keimanan telah engkau peroleh dengan baik, dan jika tidak, jnaka hendaklah engkau bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya, dengan selalu memohon pertolongan Allah SWT.

Secara umum, hendaklah engkau menasehati kaum mu’minin, tidak menyimpan rasa dengki kepada salah seorang dari mereka, atas: ni’mat yang telah diberikan Allah kepadanya.Jika engkau tidak mencintai untuk saudaramu sebagaimana mencintai untuk dirimu, maka telah sirralah imanmu, sedangkan engkau tidak dapat memberi atau menolak, tidak bermadharat atau bermanfa’at, tidak dapat mendatangkan (kebajikan) atau menolak (kejahatan), namun semata-mata engkau hanya mengejar pahala saja dan menyelamatkan diri dari siksa. Engkau hanya menyenangkan dirimu, memuliakannya dengan niat dan keinginan atas kebaikan kaum mu’minin secara umum seperti yang telah diterangkan :”Niat seorang mu’min lebih baik dari amalnya, dan niat seorang munafik lebih buruk dari amalnya”.

Jika engkau tidak dapat berbuat baik kepada mereka, maka berusahalah untuk tidak berbuat jahat kepada mereka dengan cara menahan tangan dan lidahmu dari terjebak pada lingkaran urusan kehormatan dan harta mereka. Telah diterangkan bahwa hak-hak seorang mu’min terhadap mu’min lainnya ada 3 (tiga) perkara :

  1. Agar memujinya dan tidak menghinanya.
  1. Agar menggembirakannya dan tidak menyusahkan hatinya.

3, . Jika engkau tidak dapat menolongnya, maka jangan mengganggunya.

Ada yang mengatakan :” Barang siapa yang dapat memelihara manusia dari kejahatannya, maka berarti ia telah dapat melaksanakan hak-haknya “bagai mu’min. Ketahuilah, fahamilah, dan beramallah, pasti engkau akan beruntung dan jauhkanlah dirimu dari sekedar mengucapkan : 

sedang engkau sendiri lalai dari pembuktian hal tersebut didalam hatimu. Sesungguhnya, engkau sendiri telah mengetahui hal itu sedikit saja manfaatnya. Telah diterangkan didalam nash Alqur’an dan alhadits tentang celaan kepada orang-orang munafik dan orang-orang a’raab (arab pegunungan) dan yang semisal dengan itu dari kaum muslimin. Mereka merasa puas hanya dengan kulitnya tanpa isinya sesuai firman Allah Ta’ala:

(Diantara-manusia ada yang mengatakan :”Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian, pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta) (OS. Albagarah : 8 – 10)

(Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka,” Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman). : (OS. Al-maaidah : 41)

telah berkata para Ulama :” Sebagaimana telah diketahui sebaiknya kaum muslimin membersihkan diri dari hal-hal tersebut. Maka nasihati dirimu sebelum tiba ajalmu !.

(Dan telah bersabda s.a.w. : Hendaklah engkau memiliki perangai perangai iman yaitu : memerangi musuh-musuh Allah dengan pedang, berpuasa pada hari-hari musim panas, bersabar ketika mendapat musibah, meninggalkan orang yang berbuat riya’ sedang engkau meyakininya, menyegerakan shalat dihari mendung,memperbaiki wudhu dihari-hari musim dingin, dan meninggalkan minuman khamar (arak/miras).

(Dan telah bersabda s.a.w. : Tidaklah sempurna iman seseorang dari kamu sekalian, hingga dapat menjadikan hawa nafsunya patuh kepada apa-apa yang aku bawa dan tidak menyimpang dari padanya).(HR. Thabrani).AlImam Almugaddisi telah berkata :”Itu mudah saja, barang siapa yang memperoleh iman kepada Allah dan hari akhirat secara benar, maka ia akan merasakan manisnya iman dan cahayapun akan masuk kedalam hati, lalu ia akan mengenal Tuhannya dan mencintai-Nya. Dan barang siapa yang mencintai sesuatu, maka hawa nafsunya akan tunduk kepadanya dan akan berpaling dari lainnya. Dan cintamu kepada sesuatu akan membuatmu menjadi buta tuli (Telah bersabda s.a.w. :”Demi diriku yang ada didalam genggamanNya kamu sekalian tidak dapat masuk syorga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada sesuatu yang jika kalian melakukannya, akan saling mencintai ? sebar luaskanlah salaam sesama kamu sekalian).

Maknanya, adalah sebagaimana yang diucapkan oleh Al-Imam Annawawi bahwa telah diriwayatkan dalam Shahih Albukhari, ia telah herkata: ” Telah berkata Umar r.a. : ” Barang siapa yang menghimpun pada dirinya 3(tiga) perkara, berarti ia telah-menghimpun iman (1): Keinsyafan dari dirimu. (2) berusaha menyebarluaskan salam (3). -memberikan sedekah’/infaq kepada orang yang berada dalam kelaparan.

( Telah bersabda s.a.w. kepada Mu’adz bin Jabal r.a. : Hai Mu’adz, sesungguhnya seorangmu’ min itu dihadapan kebenaran bagaikan seorang tawanan, ia mengetahui bahwa atas dirinya ada Pengawas yang mengawasi pendengarannya, penglihatannya, lidahnya, dan tangannya, kakinya, perutnya. kemaluannnya hingga lirikan matanya dan pecahan-pecahan tanah bekas jari-jari kakinya, semua amalnya dan semua pekerjaannya. Alqur’an penunjuk (jalannya), rasa rindu (kepada Allah) sebngai kendaraannya, rasa takut (kepada Allah) sebagai lambangnya, dan kejujuran sebagai menterinya. Hai Mu’adz, sesungguhnya orang mu’min itu telah dibelenggu oleh Alqur’an dari kebanyakan hawa nafsunya dan syahwatnya, dan telah menghalanginya dari kebinasaan, atas izin Allah Ta’ala).

(Dari Sahil bin Sa’ad r.a. ia telah berkata :” Jibril telah datang kepada nabi s.a.w. seraya berkata :”Hai Muhammad, hiduplah sesukamu, maka sesungguh nya engkau akan mati, dan beramallah (berbuatlah) sesukamu, maka sesungguhnya engkau akan dibalas atas amalmu, dan cintailah apa-apa yang engkau suka, maka sesungguhnya engkau akan berpisah dengannya. Dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mu’min itu adalah bangun malam, dan kemuliaannya adalah merasa kaya dari manusia). (HR. Thabrani)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker