DZIKIR YANG KE SEBELAS DAN SYARAHNYA
Kemudian Sayyidina Umar membawakan do’a yang diulang-ulang dengan menyebut Asma Allah ” ” yang menghimpun rahasia “yangbermakna” “atau Yang Maha Mulia, yang merupakan pemberi “keamanan” dari setiap yang ditakuti. Beliau mengucapkan :
“Wahai dzat yang Maha Belas Kasih pada makhluknya, wahai dzat yang Maha Mengetahui makhluknya, wahai dzat yang Maha Memperhatikan makhluknya, kasihanilah kami wahai dzat yang Maha Belas Kasih, yang Maha Mengetahui, yang Maha Memperhatikan”. (Asy-Syaikh Ali telah berkata : “Adapun kata-kata , dinasabkan (difathahkan) karonu in menyerupai
Adapun ism-Nya (. ) adalah memiliki arti ” pelindung yang amat kokoh dan perbendaharaan terhadap alam wujud dan menolak segala kesulitan dan bencana.” Karena itu mereka menganjurkan agar kita membiasakan membaca dzikir tersebut yaitu guna menolak beraneka bahaya dan keluar dari segala kesulitan. Berkaitan dengan dzikir itu, disebutkan bahwa :
“Sesungguhnya Allah memiliki pada setiap nafas yang diarahkan kepada alam wujud ini 999 pandangan yang mengandung kasih sayang yang tersembunyi. Kalau sekiranya tidak ada itu, niscaya akan musnahlah alam wujud ini, karena keagungan kekuasaan penampakan Dzat yang hakiki. Dan Jika seandainya tidak ada kasih sayang Yang Maha Belas Kasih kepada hamba-Nya yang dikehendaki, niscaya tidak ada seorangpun dari makhluk. -Nya yang mendapat petunjuk kepada-Nya”. Seseorang berucap dalam munajatnya :
“Wahai Tuhanku, Engkau telah mengasih sayangi para wali-Mu (kekasihkekasih-My) hingga mereka mengenal-Mu dan seandainya Engkau mengasih sayangi musuh-musuh-Mu, niscaya mereka tidak akan mengingkari-Mu.
Dengan demikian ism itu telah memberi petunjuk kepada orang yang berdzikir atau orang yang berdo’a dengan ism itu, menuju jalan kesuksesan dan keberuntungan. memperoleh pemeliharaan Allah dari musibah yang menyakitkan, memperoleh kasih sayang-Nya serta memperoleh jalan untuk mencapai apa yang disebut yaitu dapat melihat dengan indera keenam apa-apa yang tidak dapat dilihat oleh orang lain dengan hakikat makna ruhani yang di dalamnya ada semacam “berkasih-kasihan yang tersembunyi” yang kemudian turunlah apa yang disebut :
“penampakan diri, sifat-sifat, ism-ism (sebutan-sebutan) perbuatanperbuatan dari langit kedekatan secara ilmu ma’rifah”.
“Allah yang telah menyeru hamba-Nya dengan ilmu dan perngawusan-Nya, yaitu mu khusus yang campak bekas sifat-sifat-Nya pada segala sesuatu yang menampakkan nur Dzat-Nya”. Dalam pelaksanaannya, tampaklah bagi kita kehalusan ciptaan-Nya yang mengagunikan. Perhatikanlah semua ciptaan Allah Ta’ala dengan segala keindahannya yang amat sangat mengagumkan.
Sekarang marilah kita menyebutkan ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits Rasulullah SAW. dan ucapan-ucapan para ulama mengenai keutamaan dan ” ” .-. ma’na asma’ Allah ” ” Yang Mala Pernberi sebagai berikut : Firman Allah Ta’ala:
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata. sedang Dia dapat melihat segala penglihatan”. (QS. Al An’am : 103).
“apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menurunkan air dari langit. lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha halus lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al Hajju : 63).
(Lugman berkata) : “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (Sesuatu Perbuatan) sebesar biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkan ( membalasnya ). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” OS. Luqman :
“Allah Maha Lembut terhadap hamba-Nya, Dia memberi rezki kepada siap, yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa” (QS. Asy Syuro : 19).
“Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. A Mulku : 14).
Dalam suatu hadits dari Nabi SAW. bahwasanya beliau telah bersabda : “Sesungguhnya Allah Ta’ala pada setiap lirikan memiliki 90.000 pandangan (rahmah) atas makhluk-Nya”.
Telah bersabaau SAW.: “Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba hamba-Nya dari seorang ibu yang baik hati kepada anaknya yang sedang menyusu”,









One Comment