(DZIKIR TAUHID )
“Sebaiknya sesudah pembacaan Raatib itu, diadakan Dzikir Tauhid”. Dzikir tersebut, telah diamalkan oleh Sayyidina Umar pada Juz Pertama dari Kitab ini yaitu hendaklah seseorang mengucapkan : ,
– (Tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah, Muhammad Utusan Allah). (3x).
Kemudian mengucapkan :
-. (Tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah). (5x).
Kemudian mengucapkan :
– (Allah – Allah) (25). Sebaiknya Tidak dikurangi, akan tetapi jika dikurangi atau ditambah, tidak mengapa.
Kemudian menguzapkan :
(Tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah, Muhhammad Utusan Allah ) (3x).
Kemudian mengucapkan :
(Hanya Allah, Dia). (5x) Jumlah tersebut adalah atas dasar ikhtiar dan tidak merupakan suatu keharusan. Jika ditambahnya, maka akan bertambah pula pahalanya, dan jika dikurangi maka akan berkurang pula pahalanya.
arang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrahpun, niscaya ia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan, seberat zarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasannya Pula (OS. Az-zalzalah : 7-8)
(WAKTU MEMBACA RAATIB)
Adapun waktu membaca Raatib ini adalah sesuai yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu maupun orang-orang terkemudian, adalap sesudah Shalat Isya. Demikianlah yang diberitahukan oleh Syaikh kamiAwalid Alhusein bin Umar (semoga dengan beliau Allah member manfaat kepada kami) yang ketika itu membawakannya sesudah Isa, bersama beberapa orang sahabatnya.
Adapaun dibulan Ramadhan, adalah sebelum shalat yaitu aga, tidak adanya waktu yang terluang. (Aku berkata) :”Yang terbaik bagiorang yang memiliki semangat tinggi untuk memperoleh kebajikan, sebaiknya menibaca Raatib ini diwaktu pagi dan petang, karena dzikir-dzikir yang bersumber dari As-sunnah sebenarnya untuk pagi dan petang yaitu sesuai penelitian kami dari buku hadits yang akan diterangkan judul-judulnya berikut ini Insya Allah.
(PEMBACAAN FATIHAH SESUDAH PEMBACAAN RAATIB)
Setelah sempurna pembacaan Raatib, lalu bacalah :
(Fatihah) ditujukan kepada ruh Sayyidinal Fagih Almugaddam Muhammad bin Ali Baa’lwi, datuk datuknya, keturunannya dan seluruh Saadah keluarga Baa’Alwi dimana saja mereka berada, dan seluruh Wali Allah dari bumi sebelah Timur hingga ke Barat, semoga Allah mengangkat derajat mereka serta bermanfaat bagi kami keberkahan mereka dan melindungi kami dengan perlindungan mereka di dunia dan akhirat, .
(Fatihah yang kedua ) ditujukan kepada Sayyidina Abdurrahman bin Agil dan Sayyidina Shabibur-raatib Umar ibni Abdirrahman dan Sayyidinaa . Agil bin Abdurrahman dan Sholeh ibn Abdurrahman dan Husein bin Umar dan datuk-datuk mereka dan ahli Sayyidina Umar serta orang-orang yang berlindung dengan beliau dan keturunannya diseluruh belahan bumi, semoga Allah mengampuni mereka, meramati mereka, meninggikan derajat mereka dan memberikan kepada kami rahasia mereka didunia dan akhirat…..
(Fatihah yang ketiga) : Semoga Allah: memperbaiki urusan kaum muslimin, menurunkan hujan kepada mereka dan melebatkannya, memurahkan harga barang mereka, menyembuhkan orang-orang yang sedang sakit dari mereka, memperbaiki hakim-hakim mereka dan para penguasa mereka, memadamkan api fitnah baik yang tampak maupun tersembunyi, memperbaiki segala urusan serta menyudahi (hayat kami) dengan kebajikan dalam kebaikan dan ‘afiah, dan semoga Allah menjadikan kami dan anda sekalian termasuk orang-orang yang diterima (amalnya) dan memberi taufik kepada kami dan anda sekalian kepada hal-hal yang diridhoi baik berupa ucapan maupun amal dan semoga memelihara kami dan anda sekalian dari kesalahn dan kealpaan.
(Alfatihah yang keempat) : Jika Raatib itu dibaca disuatu tempat atau disuatu masjid atau didalam sebuah rumah, maka Fatihah itu dibacn untuk orang-orang yang mendirikan tempat-tempat itu, untuk orangorang yang bersedekah untuk bangunan itu, untuk orang-orang yany shalat didalamnya untuk orang-orang yang mengusahakan kebajikan, semoga Allah ter’ma (amal mereka) dan dijadikan sebagai amal yang ikhlas karena Allah Yang Maha Pemurah, yang mendekatkan ke syorga yang penuh nikmat atau (Fatihah itu) untuk yang empunya tempat semoga Allah menolongnya, menerima (amal)nya, memudahkan segala urusannya, memperbaiki keadaannya, mengampuni kedua orang tuanya dan memberinya apa-apa yang diinginkannya didunia dan akhirat. Ia boleh menambah atau mengurangi sesuai dengan keadaan dalam urutan alfatihah itu sesukahatinya namun agar diperingan. Kemudian sesudah itu berdo’a bersama, dan jika telah selesai, hendaklah mereka bersalaman satu dengan yang lain sambil membaca Shalawat kepada Nabi SAW









One Comment