Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

KEUTAMAAN MEMBIASAKAN WIRID DAN DZIKIR

Diantara yang menyebabkan “husnul-khatimah” adalah membiasakan wirid dan dzikir pada setiap saat seseorang melakukan suatu pekerjaan, dari sejak ia bangup tidur hingga tidur kembali.

Para ulama telah berkata: “Disunnahkan tidur itu diatas lambung yang kanan, dalam keadaan menghadap kiblat seperti orang yang meninggal dunia ketika diletakkan diliang lahad. Karena hakekatnya tidur itu semacam kematian, maka seyogianya orang yang berakal, meneliti keadaan hatinya ketika iu tidur. Maka jika ia melihat kebaikan pada hatinya, hendaklah ia bersyukurlah kepada Allah, atau ia bertaubat dan mohon ampunan  (maghfirah), agar ia tidak memperoleh ”   ” (akhir hayat yang buruk). Semoga Allah melindungi kita dari suu’ul-khatimah”. Menurut kebiasaan, orang itu akan mati sesuai amalnya ketika ia masili hidup, dan akan dibangkitan sesuai keadaannya ketika ia menjalani kematian. Mereka (para ulama) berkata: “Janganlah engkau tidur kecuali dalam keadaan suci (berwudhu), suci zhahir dan batin. Adapun suci zhahir, adalah dengan wudhu”.

Dalam hadits Nabi Muhammad SAW. disebutkan:

“Barang siapa yang tidur dalam keadaan suci (berwudhu) berdzikir kepada – Allah, ia dicatat sebagai orang yang sedang shalat hingga bangun (dari tidurnya”. Adapun suci bathin, adalah yang utama mengawasi batin yaitu hendaklah engkau tidur dalam keadaan bertaubat dari segala dosa, suci hati dari sifat dengki kepada seseorang dari kaum muslimin, Dan inilah ibadah yang paling besar dan kesucian yang paling penting.

“Dalam suatu hadits, Abdillah bin Umar ra. menyebutkan keuka Nabi SAW, ‘: bersabda kepadanya : “Telah tampak dari lembah ini seorang laki-laki yang dinilai paling ta’at beribadah dimuka bumi ini”. Atau seperti yang dikatakannya : “Maka Abdullah-pun senantiasa mengikuti laki-laki itu dirumahnya karena ingin melihat apa yang diperbuatnya.Lalu dilihatnya (ternyata) ia bukan pendiri shalat malam atau banyak berpuasa. Maka” ditanyakannya kepadanya, dan kemudian ia memberitahukan sabda SAW” fentang dirinya. Dia berkata kepada Abdullah : “Dia (laki-laki) itu bukan apa-apa kecuali seperti yang engkau lihat, selain aku bermalam tanpa mengandung dihatiku rasa dengki kepada seseorang dari kaum muslimin” Maka Abdullah pun mengakuinya bahwa dia adalah seorang diantara penghuni bumi yang dinilai paling ta’at beribadah. Dan hadits ini “masyhur”, ma’nanya : “Siapa yang mati dan dihatinya terdapat sifat dengki kepada seorang dari kaum muslimin, ia tidak akan mencium bau syorga”.

KEUTAMAAN PENDEK ANGAN – ANGAN

Diantara yang mewariskan “husnul-khotimah” adalah “pendek anganangan”, karena ia akan membawa kepada perbaikan amal. Sebahagian orang salaf berkata : “Siapa yang panjang anganungannya, maka akan buruk amalnya”.

Telah bersabda Rasulullah SAW. :

artinya: “Kematian itu lebih dekat, ghaib yang menunggu”. Dan sabdanya pula :

“Pertama yang selamat dari ummat ini (ummat Islam) dengan sifat zuhud dan yagiin. dan akhir ummat ini akan binasa dengan sifat rakus dan panjang angan-angan ” Telah bersabda SAW. :

“Yang paling aku khawatirkan atas diri kalian adalah mengikuti bawa nafsu dan panjang angan-angan. Adapun mengikuti hawa nafsu itu, akan menghalangi dari kebenaran, sedang panjang angan-angan itu akan melupakan akhirat (hingga) ia tidak beramal untuknya, dan siapa tidak beramal untuknya, ia akun mendatangi akhirat dalam keadaan bangkrut dari amal-amal yang saleh yang karenanya, ia tidak akan memperoleh keselamatan dan keberuntungan di akhirat”. Didalam suatu hadits disebutkan pula :

“Anggaplah dirimu di dunia ini bagaikan seorang asing atau orang yang sedang berlalu (lewat)”. Ketika Nabi SAW. ditanya : “Siapakah orang-orang yang cerdas itu?” Beliau SAW. menjawab :

“Mereka adalah yang paling banyak mengingat maut dan paling baik persiapannya (untuk menghadapi maut), mereka adalah orang-orang yang cerdik, telah berlalu (dengan memperoleh kemuliaan dunia dan kenikmatan akhirat”.

Karena itu, tidaklah seseorang tidur, kecuali ia telah mempersiapkan wasiatnya, karena khawatir dari datangnya almaut secara mendadak. Dan kematian yang mendadak itu, hakikatnya adalah rahmat bagi orang mu’min yang sudah menyiapkan diri untuk menyongsongnya, sedang bagi orang yang durhaka, kematian yang mendadak itu merupakan bencana untuk menghadap Allah karena ia telah melupakan-Nya.

Hendaklah ia bersungguh-sungguh agar yang mengalir dilidahnya dan hatinya adalah.”  ” (mengingat Allah). Dan ketika terbangun dari tidur, hendaklah ia berdzikir kepada Allah. Itulah tanda kebahagiaan, dengan memperoleh “husnul-khatimah” dan “syahadah” ketika menjalani kematian.

Insya Allah Ta’ala. Amiin.

BEBERAPA PERKARA YANC EWARISKAN “HUSNUL – KHOTIMAH”

Wahai saudaraku, hendaklah anda melakukan 4 perkara : yang akan membuahkan husnul-khotimah dan ketetapan iman ketika menjalani kematian yaitu :

(1) Bersyukur atas nikmat Islam.

(2) Takut akan hilangnya Islam.

(3) Meninggalkan perbuatan-perbuatan zalim kepada orang-orang Islam.

(4) Meninggalkan perbuatan durhaka kepada orang tua.

Dan diantara yang mewariskan “husnul-khotimah” dan kematian didalam Islam adalah bersegera menulis wasiat bagi orang yang memiliki harta.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker