ARTI AR RAHMAH
Adapun rahmah adalah mencakup 2 (dua) arti, yaitu ( ) (menjauhkan alasan), dan yang lain ( ) (memberi pahala atas suatu amal). Kalimat ini berada di luar shalat. Tidaklah engkau mengerti bahwa Allah “Azza wa Jalla telah berfirman :
“Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka”. (QS. Al Bagarah: 157).
Dan dipisahkan antara kedua yaitu shalawat dan rahmah.
Telah berkata Al Baihaqi (yaitu) apa yang diberitahukan kepada kami oleh Abul ‘Aliyah Al Haafizh : “Telah berbicara kepada kami Ali bin “Isa Al Khairi, telah berbicara kepada kami Musaddad bin Yuthn, telah berbicara kepada kami Utsman ibn Abi Syaibah, telah berbicara kepada kami Jarir dari Manshur dari Mujaahid dari Sa’ad bin Al Masayyib dari Umar telah berkata: “Pemisahan itu adalah sebaik-baik keadilan dan sebaik-baik kelebihan tambahan”.
“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa m usibah, mereka mengucapkan “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka Itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. Al-Bagarah: 156-157) kedua keadilan itu adalah shalat dan rahmat dan ditambah sedikit adalah ” ” atau hidayat.
ARTI AL BARAKAH
Adapun “Al Barakah” atau keberkahan adalah pemberlakuan Allah atas takdir-Nya. Dan bagi kita adalah permohonan keberkahan seperti yang kita ucapkan : “Ya Allah, anugerahilah keberkahan alas Muhammad”. Sedang asal kata “AI Barakah” senantiasa diambil dari “unta itu mendekam”.
Jika kita mengucapkan maknanya: “Ya Allah, tetapkanlah sebutan Muhammad dan dakwahnya, perbanyaklah para pengikutnya dan golongannya dan keharuman umatnya dengan keberuntungan dan kebahagiaan, kiranya mereka diberi syafa’at serta dimasukkan ke syorga-Mu dan ditempatkan di negeri penuh keridhaanMu”, Maka menyatulah makna permohonan keberkahan bagi Nabi SAW. yang bersifat abadi dan tambahan kebahagiaan.
Syaarih kitab ini berkata: “Adapun shalat Allah kepada Nabi-Nya dan kepada orang-orang” yang bershalawat kepadanya berarti “Penambahan bermacam-macam kemuliaan dan kehalusan ni’mat”. Adapun shalat kita dan shalatnya para malaikat kepada beliau adalah permohonan dengan kerendahan hati agar beliau dianugerahi kemuliaankemuliaan itu dengan penuh keinginan memperoleh kelebihannya. ,
Tidak seperti ucapan seseorang: ( (Semoga Allah mengampuni dan merahmatinya). Karena hal itu khusus meminta rahmat, ampunan dan ditutupi. Adapun ucapan: ( )
(Semoga Allah meridhainya), adalah khusus bagi orang-orang yany mempunyai dosa-dosa besar, sedang meminta rahmat dan ampunan adalah antuk umum.
Adapun do’a dan shalat dari ummatnya ada 3 perkara: Salah satunya, doa itu mengandung dampak untuk memperoleh karunia-Nya, nikmat dan yahmat-Nya terutama pada jama’ah yang jumlahnya banyak, seperti ketika memohon turunnya hujan atau diangkatnya suatu musibah dan lain-lain. Semangat itu akan berbekas dalam hubungan antara ruhani manusia dan ruhaniat alam atas, dengan adanya kesesuaian dzat. Karena arwah ini sejenis dengan berlian, dan yang memutuskan kesejenisannya adalah pengotoran dengan kotoran-kotoran nafsu syahwat. Karena itu, kata-kata hati yang suci akan lebih cepat darmpaknya, dan didalam bertadharru’ (memohon dengan khusyu’ dan kerendahan hati) akan lebih berhasil, karena tadharru’ itu akan membakar kotoran-kotoran syahwat dari hati dalarn suatu kcadaan yang akan melemahkannya dan mematahkan dari kegelapannya.
Karena itu, sedikit saja dari orang banyak yang meleset, dan mereka tu tidak sunyi dari hati yang suci, kemudian kesucian itu akan bertambah dengan ta’awun (bertolong-tolongan didalam kebajikan) dan akan tampak pula dampaknya. Syaarih Ratib ini berkata pula: “Hujjatul-Islam telah memperkuat pembicaraan ini, yaitu tentang kekuatan ta’tsir (dampak) doa bersama jama’ah kaum muslimin, seperti yang telah diriwayatkan didalam hadits shahih dari Sayyidil Anaam SAW. tentang penghuni Guwa/Gowa. Secara singkat telah dikisahkan bahwa sebuah batu besar telah terjatuh dan menutupi pintu Gowa yang menyebabkan penghuni-penghuninya tidak dapat keluar.
Maka masing-masing penghuni Gowa itu berdo’a, sehingga terlihat batu besar itu sedikit demi sedikit mulai bergerak.
Yang pertama berdo’a : “Ia bergembira, karena melihat ada tanda-tanda do’anya diterima”.
Yang kedua berdo’a : “Ia bergembira, karena ia melihat lebih dekat untuk bisa keluar”.
Yang ketiga berdo’a : “Ia bergembira, karena ia melihat batu besar itu telah bergerak dan bergeser hingga mereka dapat keluar semua”.








One Comment