FASAL YANG KE-LIMA MENGENAI FAIDAH-FAIDAH ALASMA’UL-HUSNAA
Aku mengutipnya dari Kitab ” BAHRIL-ANWAAR’?” yang disusun oleh Assayyid Muhammad Al Umari dan lainnya. Adapun al-aayaat adalah sebagai berikut : (Allah mempunyai asma’ul-husnaa (Nama-nama yang Agung sesuai sifat-sifat Allah) maka berdo’a lah kepadaNya dengan menyebut asma’ulhusna). (OS. Al-a’raaf.: 18)
(Serulah Allah atau serulah Arrahman dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa’ul-husnaa (Nama-nama yang terbaik). (OS. Al-Isra : 110)
(Dia-lah Allah yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengumiakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dia-lah Allah yang menciptakan, yang Mengadakan, Yang membentuk rupa, Yang Mempunyai nama-nama yang paling baik. Bertasbilah kepada-Nya apa yang dilangit dan di bumi dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana)
Adapun Al-Hadits adalah sebagai berikut
(Talah diriwayatkan dalam hadts Shahih dari “Aisyah r.a. ia telah berkata “Aku telah berkata : “Ya Rasulallah ajari Asma’ Allah yang jika dia dimohon dengan Asma’ itu akan memenuhi” Beliau bersabda: “Bangunlah dan berwudhulah dan masuklah ke masjid dan solatlah 2(dua) rokaat, kemudian berdo’alah agar aku dapat mendengarnya” lalu aku kerjakan (kata Aisyah) dan diapun mengucapkan:
Yang artinya: “YA Allah, sesungguhnya aku mohon kehadiratMu dengan semua Asma’Mu yang terbaik, yang aku ketahui dan aku belum ketahui, dan aku mohon kehadiratMu dengan Asma’Mu yang paling agung, Yang Paling Agung, Yang paling Besar, yang paling besar yang jika seseorang berdoa kepadamu dengan Asma’ itu Engkau memenuhinya dan yang memohon kepadaMu dengan asma’ itu engkau memberinya.”
Maka bersabdalah SAW : “ Engkau Benar, engkau benar-benar
(telah bersabda SAW :”Barangsiapa yang telah bertumpuk rasa sedihnya, hendalah ia mengucapkan :
Yang artinya : “Ya Allah sesungguhnya aku adalah hambahMu, anak hambahMu dan anak hambah (perempuan)Mu, beradah dalam genggamanMu, ubun-ubun ku berada di tanganMu, telah berlalu(berada) dalam HukumMu, telah berlaku adil ketentuanMu padaku, aku mohon kehadiratMu dengan semua asma’ yang Engkau berikan pada DzatMu atau engkau turunkan didalam kitabMu (AlQur’an) atau Engkau ajarkan dari seorang makhlukMu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib disisiMu Jadikanlah Alqur’an sebagai cahaya mataku dan taman hatiku dan penghilang kesedihanku dan pelipur kecemasan dan kekalutan ku.
Maka tidaklah seorang mengucapkannya, kecuali akan dihilangkan Allah rasa dukanya dan akan digantinya dengan rasa gembira-ria.
(KHASIAT BEBERAPA ASMA’ ALLAH AL HUSNAH)
Inilah tahap permulaan dari maksud kami mengenai fasal dzikir kami yaitu manfaat beberapa asmaul husnah sebagai hadia untuk saudara-saudara kami, putra-putri kami dau saudara-saudara kami.
Telah berkata Asysyaikh Al Umari pada permulaan kitabnya . BAHRUL-ANWAAR. “Mengenai manfaat asmaa’ul-husnaa” yaitu .
- Ism yang perta?ia adalah : (Dzat yang melakukan) Barang siapa yang membacanya sebanyak 181X setiap hari akar terhindar dari bisikan hati yang tercela, dan jika secara terus menerus dibacanya setiap hari tanpa dihitung jumlahnya, maka akan lebih Cepat menghilangkan bisik-bisikan tersebut.
- Ism yang kedua adalah : (Dzat yang menciptakan) Barang siapa yang biasa membacanya, ia akan dapat berbicara dengan ilmu yang tidak difahami kecuali oleh orang yang men jalanj tharikatnya, dan dijadikan salah satu amalannya,khususnya bagi orang yang ingin mendapatkan ilmu hikmah.
- Ism yang ketiga adalah: (Dzat yang memulai).Barang Siapa yang biasa mendzikirkannya, ia akan dapat menyusun ilmu . “yang mulia dan dapat berbicara dengan ilmu.hikmah dan bersya’ir,
- Ism yang keempat adalah : (Dzat yang mematikan). Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, kemudian ia menyebut nama orang yang ingin dibinasakannya, (karena kejahatannya),maka Orang itu akan dibinasakan oleh Allah SWT.
- Ism yang kelima adalah : (Dzat tempat kita memohon). Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, ia tidak akan merasa lapar sama sekali selama ia tidak ingat kepad yang lain-Nya.
6+7 Ism yang keenam dan ketujuh (Dzat yang MahaMendengar lagi Maha Melihat). Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, maka akan mempercepat terkabul do’anya.
- Ism yang kedelapan adalah : (Dzat yang menyediakan makanan dan minuman). Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, maka ia akan dianugerahi Allah beraneka macam hikmah dari sumber yang amat banyak,dan ism itu telah ditambahkan pada do’a yang amat baik sebagai berikut
(Ya Allah Dzat yang memberi makantrezki), lindungilah kami den gan kelembutan nur-Mu dan tetapkanlah kami sebagai orang-orang yang memperoleh keajaiban-keajaiban rahasia-Mu). . .
- Ism yang kesembilan adalah : (Dzat yang meliputi) Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, ia akan diliputi oloh suatu hal keadaan tertentu, maka ia akan melihat dengan mata hati nya apa-apa yanp uda dihati orang lain. Dan tersebut termasuk dari yaitu ism yang dapat meny ingkap suatu rahasia) yang tidak dapat dipikulnya kecuali oleh orang-orang tertentu yang memiliki keistimewaan, karena ism itu akan memancar kan suatu nur yang berkilauan bagi mereka hingga dengan nur itu, mereka dapat melihat seluruh rahasia dan bukti-bukti kekuasaan Allah SWT.
- Ism yang ke sepuluh adalah : (Dzat Yang menciptakan) yaitu suatu ism yang hampir tidak diketahuinya kecuali oleh bebcrapa orang saja, dan itu termasuk yang tunggal, yang tidak memiliki saudara maupun saingan, dan itu termasuk ism yang dengan ism itu telah diciptakan tiang arwah. Maka jika seseorang saalik (orang yang berjalan menuju Allah) membiasakan mendzikirkannya, akan tergelarlah rahasianya dialam ini, dan akan tampak padanya bukti-bukti kecintaan Allah, akan terkabullah do’a-do’anya dan terlaksanalah segala urusannya di dunia ini.
- Ism yang kesebelas adalah : (Dzat Yang Maha Agung).
Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, akan ringan baginya segala musibah, akan tenang ruhnya, akan kuat jasadnya dan akan dianugerahi Allah rezki yang penuh berkah.
- yang ke dua belas : (Dzat Yang memiliki kebesaran) Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, ia akan ditakuti oleh orang yang memandangnya dan ja akan memiliki kisaran pada arwah yang layak baginya, dan ism itu termasuk dari ism yang indah.
- yang ke tiga belas adalah : (Dzat Yang Maha Mengetahui) Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, ia akan dapat berbicara dengan ilmu yang belum pernah diketahuinya,dan akan tampaklah ilmu bikmah pada lidahnya.
- Ism yang ke empat belas adalah: (Dzat Yang Maha Bijaksana) Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, ia akan berkuasa dialam arwah. Telah berkata Asysyaikh yang mulia Muhammad Al’Umari:
(Sesudah mendatangkan asma’-asma’ ini (maka) yang terbaik adalah ism yang membubung lagi tumbuh tinggi, dan dari sini terbukalah bagiku asma’ itu secara keseluruhan).
- Ism yang ke lima belas adalah : (Dzat Yang Menciptakan) Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, ia akan selalu dapat menciptakan ilmu-ilmu ketuhanan, dan Alllah akan memancarkan ilmu-ilmu melalui lisannya
- Ism yang ke enam belas adalah : (Dzat yang memiliki nur) suatu-ism yang sempurna dan barang siapa yang biasa mendzikir kannya, Allah akan penuhi hatinya dengan nur dan bersinarlah batinnya lalu akan diperlihatkan kepadanya makhluk-Nya.
- Ism yang ke tujuh belas adalah : (Dzat yang amat nyata) Barang siapa yang biasa mendzikirkannya, akan tampaklah bayinya para makhluk dan tidak tersembunyi sedikitpun.
- Ism yang ke delapan belas adalah: (Dzat yang Maha Ghaib) Barang siapa yang terus-menerus mendzikirkannya, maka ia akan bersahabat dengan alam sekitarnya, dan namanya akan selalu di sebut-sebut, maka tidaklah ia datang kesuatu tempat kecuali akan gemparlah penduduknya dan mereka akan tunduk patuh kepudanya.
- Ism yang ke sembilan belas : (Dzat Yang Maha Pemurah). Barang siapa yang mendzikirkannya, akan diberi rezki oleh Allah tanpa susah payah.
- Ism yang kedua puluh adalah : (Dzat yang memiliki kekayaan). Barang siapa yang ingin mendapatkan harta dunin dengan mudah, hendaklah ia berpuasa 3 hari berturut-turut dan terus menerus mendzikirkan ism tersebut, maka akan datanglah apa-apa yang dibutuhkan tanpa diminta. Dan barang siapa yang menulis ism itu 7x (tujuh kali)dalam 7 helai kertas selama 7 bulan dengan niat sesuai keinginannya (dengan dzikir itu) dalam ke-adaan suci, maka akan dimudah kan Allah segala sesuatu baginya. Dan barang siapa yang makan makanan yang halal selama 7 minggu dan tidur dalam keadaan suci (berwudhu) menghadap Kiblat dengan mengucapkan ia akan dapat melihat keajaiban rohani.
- Ism yang ke dua puluh satu adalah : (Dzat Yang Maha Pemberi). Barang siapa yang terus menerus mendzikirkannya, ia akan termasuk ahli suluk dan ia akan dapat melihat bagaimana rezki dibagi-bagikan kepada para makhluk, dan tidaklah ia meminta sesuatu dari seseorang kecuali akan diberinya.
(Telah berkata Umarah bin Yazid, salah seorang perawi hadits yang mendzikirkan “Asma2” tersebut, : “Aku telah mencari dan bertanya kepada ahli ilmu tentang Asma’ itu, tetapi aku tidak menjumpai seseorangpun yang memberi tahu kepadaku tentang “caranya” ,hingga akhirnya aku menjumpai seseorang yang bersemangat tinggi mencari ilmu, dan dia adalah dari keluarga Rasulullah SAW. Dia adalah seorang ‘alim, ‘aabid(ahli ibadah), wara” dan do’anya senan tiasa diijabah. lalu aku bertanya kepadanya tentang Asma’ ini. Dia telah berkata kepadaku setelah berusaha menghindar:”Kalau tidak karena kepercayaanku kepadamu, dan pengetahuanku tentang keinginanmu yang keras terhadap ilmu, aku tidak akan memberitahukan kepadamu. Janganlah engkau ajarkan kepada seseorang kecuali orang yang benar-benar engkau percayaikarena dalam Asma’ itu, terdapat (ism yang paling Agung) dan jika engkau ingin berdo’a dengan asma’ itu, maka hendaklah engkau berpuasa pada Hari Kamis, dan berdo’alah dengan asma’ itu pada malam Jum’at tepat waktu sahur, maka demi Allah yang tidak ada Tuhan yang patut pl embah kecuali Dia, tidaklah seorang mu’min yang berdo’a dengan Aroma? itu, kecuali akan diijabah(dikabulkan) oleh Allah Ta’ala, hingga ndaikata ia meminta kepada Allah agar dapat ber jalan diatas permukaan air atau diatas angin, niscaya akan dikabulkan.









One Comment