(FAIDAH)
Disebutkan didalam Kitab” “dari Rasulullah S.A.W. beliau telah bersabda:”Barang siapa yang ada padanya S(lima) perkara, ia akan masuk syorga tanpa hisab ::
(1) Siapa yang perlindungannya adalah: (tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah)
(2) Siapa yang jika memulai pekerjaannya, ia mengucapkan : (Dengan menyebut rama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
(3) Siapa yang jika melakukan perbuatan dosa, ia mengucapkan: (aku mohon ampun kepada Allah).
(4) Siapa yang jika mendapat musibah, ia mengucapkan: (Kami ini adalah milik Allah, dan kepada-Nya kami akan kembali).
(5) Siapa yang jika menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan, in mengucapkan : (Tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).
(Dari Abi Sa’iid Alkhudri r.a. bahwasanya Jibril telah mendatangi Nabi SAW. sambil berkata:”Ya Muhammad, apakah ada yang engkau derita?”Beliau bersabda:”ya”. (Jibril a.s) mengucapkan :
(Dengan menyebut nama Allah, aku menjampimu dari segala sesuatu yang mengganggumu dan dari kejahatan setiap jiwa dan dari mata yang penuh kedengkian(semoga) Allah menyembuhkanmu, dengan menyebut nama Allah aku menjampimu). (HR. Turmudzi – Hadits Shahih).
(Didalam kitab” ” Abu Na’iim telah mengeluarkan didalam ” ” dengan sanadnya dari Adh-dhahhaak dari ibnu Abbaas, ia telah berkata :”Barang siapa yang mengucapkan “Bismillah”, berarti ia telah mengingat Allah. Barang siapa yang mengucapkan”Alhamdulillah”, berarti ia telah bersyukur kepada Allah. Barang siapa yang mengucapkan “Allahu Akbar”, berarti ia telah mengagungkan Allah. Barang siapa yang mengucapkan ”Laa ilaaha illa Allah”, berarti ia telah meng-Esakan Allah. Barang siapa yang mengucapkan:”Laa haula walaa guwwata illaa billaah”, berarti ia telah berserah diri dan menyerahkan diri kepada Allah, dan dengan ucapan itu, ia telah memiliki harta simpanan di syorga).
(Telah bersabda s.a.w.:”Jika sekiranya ada seseorang dari kamu sekalian yang mendatangi (mencampuri) isterinya dengan mengucapkan:
(Dengan menyebut nama Allah, jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari kurnia (anak) yang Engkau kurniakan pada kami) maka jika dari hubungan itu ditentukan (dikurniai) anak, maka syetan tidak akan bermadharrat baginya selamanya).
Sayyidi Alyaafi’ didalam kitabnya telah menghikayatkan tentang keutamaan dzikir, ia telah berkata :”Telah berkata sescorany dari sebahagian Ulama:”Pernah aku jatuh sakit keras, yang aku sendiri merasa berputus asa mengenai diriku, dan orang-orang yang melihatkupun merasa berputus asa pula. Ketika aku berada pada puncaknya tibatiba aku melihat dalam mimpiku pada malam Jum’at, seolah-olah ada seorang laki-laki yang masuk keruanganku lalu duduk disisik kepalaku, disusul oleh serombongan makhluk yang jumlahnya banyak sekali. Mereka berupa burung-burung, dan ketika duduk, mereka berubah rupa menjadi manusia. Ketika mereka memasuki ruanganku, mataku senantiasa terarah kearah pintu.
Dan ketika mereka telah masuk semuanya, tiba-tiba orang laki-laki yang tadi duduk disisi kepalaku, mengangkat kepalanya sambil berkata:”Tujuanku memasuki negeri ini, adalah untuk mengunjungi : 3(tiga) orang saja. Salah satunya ”Ini” sambil memberi isyarat dengan tangannya kepadaku. dan yang lainnya adalah Shalih Alkhalkhanii, yang sebelumnya aku sendiri tidak mengenalnya, dan yang seorang lagi seorang wanita yang tidak disebut namaya.
Kemudian ia meletakkan tangannya dilambungku sambil mengucapkan : .
(Dengan menyebut nama Allah, cukuplah Allah bagiku(sebagai pelindungku) aku bertawakkal kepada Allah, aku berpegang teguh dengan (agama) Allah, aku pasrahkan urusanku kepada Allah, (sesuai) apaapayang dikehendaki Allah, tidak ada kekuatan kecuali atas pertolongan Allah). Kemudian ia berkata kepadaku:”Perbanyaklah bacaan kalimat itu, karena didalamnya terdapat “penyembuhan” dari segala penyakit, kelapangan dari segala kesempitan(kesedihanjrasa duka, pertolongan atas setiap musuh. Adapun yang pertama kali mengucapkan kalimat ini, adalah “Malaikat Pembawa ‘Arasy” a.s. ketika diperintah oleh Allah untuk mengangkatnya. Dan mereka akan terus mengucapkannya hingga hari – kiamat.
Maka berkatalah orang yang ada disebelah kanannya atau pada sebelah kirinya :
(Ya Rasulullah, maka (bagaimana) jika diucapkan ketika menghadapi musuh?. Beliau bersabda:”Bagus, bagus, (itu merupakan) penaklukan, kemenangan dan khabar gembira).
Maka aku kira orang itu adalah Abubakar Shiiddig, lalu aku berkata:”Ya Rasulullah, ini Ash-shiddig ?”. Beliau bersabda : “Bukan,ini pamanku Hamzah”, kemudian beliau menunjuk kepada orang yang ada disebelah kirinya sambil bersabda:”Mereka adalah para syuhada”, kemudian beliau menunjuk kepada orang-orang yang ada dibelakangnya “sambil bersabda :”Mereka para shalihin”. Kemudian beliau keluar, maka bangkitlah aku, sedang penyakitku telah hilang lenyap. Alhamdu lillaah.









One Comment