DO’A SESUDAH SHALAT TASBIH
Do’a ini diucapkan pada akhir shalat tasbih setelah sempurna tasyahhud dan sebelum salam, yaitu :
“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kehadiratMu taufiknya orang-orang yang memperoleh hidayat, dan amalnya orang-orang yang memperoleh keyakinan, dan kesadarannya orang-orang yang bertaubat, dan kemauan kerasnya orang-orang yang sabar. dan kesungguhannya orang-orang yang merasa takut (kehadirat-Mu), dan tuntutannya orang-orang yang berkeinginan keras, dan ibadahnya orang-orang yang wara’ dan ilmu pengetahuannya orang-orang yang ‘alim hingga aku merasa takut kehadirat-Mu”. :
“Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kehadirat-Mu rasa takut yang ukan mencegahku dari perhuatan maksiat kepada-Mu, hingga aku dapat berbuat taat kepada-Mu dengan amal yang layak memperoleh ridha-Mu, hingga aku mendapat petunjuk untuk bertaubat karena rasa takut kepadaMu, dan hingga aku dengan ikhlas dapat memberi nasihat kepada manusia ke jalan–Mu, karena rasa cinta kepada-Mu dan berserah diri kepada-Mu dalam segala urusan dengan berbaik sangka kepada-Mu. Maha Suci Engkau wahai Pencipta nur cahaya”.
WIRID BACAAN YANG SEPULUH YANG DIBACAAN SERBAH 7X (TUJUH KALI) DAN KEUTAMAANNYA
Pada wirid ini terdapat hadiah agung dan indah yang aku ingin sampaikan kepada anda yaitu apa yang disebut yang berjumlah sepuluh, yang masing-masing dibaca 7 x untuk memperoleh amalan yang kekal lagi saleh), karena banyak keutamaannya baik untuk masa kini maupun untuk masa nanti. Wirid tersebut merupakan hadiah dari Nabi Alkhaidhir a.s. kepada Ibrahim Attaimi (rahimahullah) yang dianjurkan untuk dibaca setiap pagi dan petang. Wirid itu telah mencakup kesempumaan pahala karena bersumber dari do’a-do’a yang ma’tsurah (dari Nabi SAW.) sebagaimana yang diisyaratkan oleh Hujjatul Islam di dalam “Kitab Al-Ihyaa”. Kami sampaikan dahulu kepada anda, yang kemudian kami akan susulkan “hikayat” yang menunjukkan atas keagungan dan keutamaannya. Insya Allah yaitu : hendaklah anda membacanya sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam.
- (Pertama) membaca “Suratul Fatihah” 7 x
- (Kedua) membaca “Suratul Falag” 7 x
- (Ketiga) membaca “Suratun Naas” 7 x —
- (Keempat) membaca “Surat Al Ikhlas”
- (Kelima) membaca “Surat Al Kaafiruun” 7 x
- (Keenam) membaca “Ayatul Kursi” 7 x
- (Ketujuh) membaca 7 x
- (Kedelapan) membaca do’a untuk dirimu dan kedua orang tuamu 7 x
- (Kesembilan) membaca do’a mohon ampunan bagi kaum mu’minin dan mu’minat 7 x
(Ya Allah, ampunilah (dosa) kaum mu’minin dan mu’minat baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat).
- (Ke-sepuluh) membaca do’a sebagai berikut : 7 x
“Ya Allah, lakukanlah apa yang menjadi hak-Mu (pancaran maghfirah dan rahmat) terhadap kami dan kaum beriman, cepat atau lambat, mengenai soal agama, baik di dunia maupun di akhirat kelak: dan janganlah Engkau lakukan terhadap diri kami sesuatu yang bukan menjadi hak kami. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Maha Pemurah lagi Maha Mulia”.
HIKAYAT MENGENAI AL MUSABBI’AAT
Adapun hikayat yang mendatangkan pahalanya, adalah : “Telah berkata hujjatul-Islam Alghozali : “Kurzi bin Wabirah termasuk salah seorang abdaal (pangkat kewalian) telah meriwayatkan : “Telah datang kepadaku salah seorang saudaraku dari Negeri Syam , ia telah memberi hadiah kepadaku sambil berkata : “Hai Kurzi, terimalah hadiahku ini, karena i merupakan sebaik-baik hadiah!”. Aku berkata : “Hai saudaraku, siapakah yang memberi hadiah ini kepadamu ?”. Ia berkata : “Yang memberikannyu kepadaku adalah Ibrahim Attaimi”. Aku berkata : “Apakah engkau tidak bertanya kepada Ibrahim siapakah yang memberinya hadiah ini ?”. Ia berkata : “Ya, aku telah menanyakan kepadanya”. Ibrahim berkata : “Ketika itu, aku sedang duduk-duduk di halaman Ka’bah sambil bertahlil, bertasbih (lan bertahmid, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki kepadaku, kemudian ia memberi salam dan duduklah disebelah kananku, sedang aku ketika itu belum pernah melihat dizamanku seseorang yang wajahnya lebih indah (ganteng) dari padanya dan pakaiannya lebih indah dari pakaiannya, dan kulitnya lebih putih dari padanya, dan baunya lebih harum dari padanya.
Kemudian akupun bertanya kepadanya : “Wahai hamba Allah, siapakah anda dan dari mana anda datang ?”. Ia berkata : “Aku adalah Alkhaidir”. Lalu aku berkata : “Ada urusan apa ?”. Maka iapun berkata : “Aku mendatangimu demi kesejahteraanmu, karena cintaku kepadamu karena Allah. Aku mempunyai hadiah yang ingin aku hadiahkan kepadamu”. Aku berkata : “Apakah hadiah itu ?”. Ia berkata : “Hendaklah engkau membaca “Almusabbi’aar” (yang tersebut di atas)
Aku berkata : “Aku ingin anda memberitahukan kepadaku, siapakah yang memberimu hadiah ini?”. Lalu ia berkata : “Orang yang memberikannya kepadaku adalah Muhammad SAW.”. Aku berkata : “Kalau begitu. beritahukanlah kepadaku tentang pahalanya!”. Ia berkata : “Jika engkau berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW., maka tanyalah beliau tentang pahalanya!”., maka sesungguhnya beliau akan memberitahukan kepadamu tentang hal itu”.
Kemudian Ibrahim Attaimi menyebutkan bahwa pada suatu malam, ta melihat dalam tidurnya seolah-olah para malaikat telah mendatanginya dan membawanya hingga dimasukkannya ke syorga. Di sana ia melihat segala isinya yang serba indah dan agung yang belum pernah dilihatnya. Ia berkata : “Maka akupun bertanya kepada para malaikat untuk apakah ini semua?” Mereka menjawab : “Untuk orang yang beramal seperti amalanmu’. Dan ta (Ibrahim Attaimi) menyebutkan bahwasanya ia telah memakan buah syorga yang diberi minum dari minumannya. Ia berkata : “Maka datanglah Nabi SAW.. kepadaku dengan 70 (tujuh puluh ) orang Nabi dan 70 (tujuh puluh) shaf (barisan) yang terdiri dari para malaikat. Setiap shaf, seperti antara Timur dan Barat, lalu beliau memberi salam kepadaku dan memegang tanganku. Kemudian aku berkata : “Ya Rasulullah, sesungguhnya Alkhaidir telah memberitahukan kepadaku, bahwa ia telah mendengar hadits ini dari Tuan”. Beliau bersabda : “Benar ucapan Alkhaidir itu dan apa-apa yang diceritakannya adalah benar, dan dia adalah orang ‘alim di muka bumi ini, dan dia adalah pemimpin abdaal (pangkat kewalian) dan dia termasuk salah seorang tentara Allah di bumi”. Lalu akupun berkata : “Ya Rasulullah, apakah orang yang mengamalkan (mengucapkan) “Almusabbi’aar” dan belum dapat melihat seperti apa yang kulihat dalam tidurku, akan diberikan kepadanya sesuatu seperti yang diberikan kepadaku?”.
Beliau bersabda : “Demi dzat yang mengutusku dengan hak sebagai Nabi, sesungguhnya Dia akan memberikan kepada orang yang mengamalkannya, walaupun ia belum pernah melihat dalam mimpi itu, dan belum melihat syorga.
Sesungguhnya Allah akan mengampuni semua dosa-dosa besarnya yang pernah diperbuatnya, dan Allah akan mengangkat kemurkaan dan kebencian-Nya dari orang itu. Dan pula Allah akan memerintahkan malaikat pencatat dosa untuk tidak mencatat keburukan-keburukannya selama satu tahun. Demi Dzat yang mengutusku dengan hak sebagai Nabi, tidak ada orang yang mengamalkan amalan ini, kecuali orang yang telah diciptakannya sebagai orang yang berbahagia (penghuni syorga), dan tidak ada orang yang meninggalkannya kecuali orang yang diciptakannya sebagai orang yang sengsara”.









One Comment