Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

FASAL KEDUA: MENGENAI SEBAGAIN FAIDAH AGUNG YANG MEMILIKI MANFAAT YANG BESAR

AZIMAH, SEBAIK-BAIK ‘AZIMAH, KEUNTUNGAN, SEBAIK-BAIK KEUNTUNGAN ADALAH ISTIGHFAAR YANG TERKENAL DENGAN SEGALA KEBAJIKAN DAN KESENANGAN HATI.

FAIDAH YANG PERTAMA : “Penghulu Istighfaar”, adalah sesuai yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari r.a. didalam Shahihnya dengan sanadnya kepada Syaddaad bin Aus ya. iatelah berkata : “Telah bersabda SAW., Sayyidul Istighfaar adalah engkau . mengucapkan :

Artinya : “Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan melainkan Engkau yang telah menciptakan, dan akulah hamba-Mu. Dan aku pun dalam ketentuan serta janji-Mu semampuku. Aku berlindung dari segala kejahatan yang telah aku lakukan, aku mengakui ni’mat-Mu yang-Engkau limpahkan kepadaku, dan aku pun mengakui dosaku, karena itu berilah ampunan kepadaku, sebab fidak ada yang dapat memberi ampunan kecuali hanya Engkau sendiri. Barang siapa yang mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, kemudian ia mati pada hari itu, sebelum tiba waktu sore, maka dia termasuk ahli syorga. Dan barang siapa yang mengucapkannya diwaktu malam, dengan penuh keyakinan, kemudian dia mati sebelum tiba waktu pagi, ia termasuk ahli syorga”.

FAIDAH KE-DUA : ISTIGHFAR AL KHAIDZIR

Istighfaar Nabi Al Khaidzir adalah seperti yang dikutip oleh Hujjatul Islam Al Ghazalii didalam “KITAB AL IHYAA”, ia telah berkata : “Seandainya engkau mempunyai dosa sebanyak tetesan-tetesan embun dan sebanyak buih dilautan, pasti akan terhapus (diampuni) jika saja engkau berdoa dengan do’a ini :

Artinya :”Ya Allah, sesungguhnya aku mohon ampunan-Mu dari setiap dosa yang pernah aku bertaubat dari padanyu kemudian aku ulangi kembali. Dan aku mohon ampunan-Mu dari setiap apa-apa yang pernah aku berjanji kepada-Mu dari tubuk hatiku, kemudian aku belum menepatinya. Dan aku mohon ampunan-Mu dari setiap amal yang aku tujukan untuk Dzat-Mu Yang Maha Mulia, kemudian aku campuri dengan selain Dzat-Mu. Dan aku mohon ampunan-Mu dari setiap yang Engkau anugerahkan kepadaku, kemudian aku pergunakan untuk bermaksiat kepada-Mu dan aku mohon “mpunan-Mu wahai Dzat Yang Maha Mengetahui yang Ghaib dan Yang Nyata, dari setiap dosa yang telah kuperbuat disiang hari bolong dan dikegelapan malam, baik ditempat yang ramai maupun di temput yang sunyi, baik secara tersembunyi maupun terang-terangan wahai Allah Dzat Yang Maha Penyabar”

(Telah berkata Al Ghazali r.a.: “Ada yang mengatakan bahwa istighfaar ini adalah istighfaar Al Khaidzir a.s.”).

FAIDAH KETIGA: ISTIGHFAR NABI ADAM AS.

Istighfaar bapak kita Adam a.s. atas Nabi kita SAW. adalah seperti yang dikutip oleh Al Imam Abu Thalib Al Makki, ia berkata : “Telah diriwayatkan kepada kami dari Hisyaam bin “Urwah dari bapaknya, dari datuknya dari Aisyah r.a. beliau telah berkata : “Ketika Allah ‘Azza wa Jalla akan memberi taubat kepada Adam a.s., beliau (Adam a.s. ) melakukan tawaf 7x mengelilingi Al Bait (Ka’bah) yang ketika itu belum berbentuk bangunan namun merupakan “sebuah tanah tinggi merah”, lalu beliau melakukan shalat 2 (dua) raka’at, kemudian mengucapkan :

Artinya : “Ya Allah, Engkau mengetahui rahasiaku dan kenyataanku, maka terimalah permohonan maafku. Dan Engkau mengetahui hajat keperluanku, maka berilah akan permohonanku. Dan Engkau mengetahui apa-apa yang ada pada diriku, maka ampunilah dosa-dosaku. Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kehadirat-Mu. keimanan yang senantiasa melekat dihatiku, dan keyakinan yang benar hingga aku mengetahui bahwa suatu musibah itu tidak akan menimpuku kecuali yang telah Engkau tentukan atas diriku. Dan aku mohon pula rasa ridha (pada diriku) atas apa-apa yang telah Engkau bagikan (anugerahkan) untukku wahai Dzat Yang Besar lagi Maha Pemurah”. Kemudian Allah mewahyukan kepada Adam a.s. : “Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosamu, dan tidak ada seseorang dari keturunanmu yang berdo’a kepada-Ku seperti yang telah engkau berdoa kepada-Ku, kecuali Aku akan angkat kesedihan hatinya dan Aku angkat kemiskinan dari padanya dan jadilah ia seorang tajir (saudagar) yang tidak ada bandingannya dari saudagar manapun juga dan akan datang kepadanya harta dunia yang berlimpah ruah meskipun ia sendiri tidak menghendakinya”.

FAIDAH KE- EMPAT : ISTIGHFAAR UMAR R.A.

Disebutkan bahwa Sayyidina Umar Ibnul Khattab r.a. disaat beristisgaa (shalat mohon turun hujan), beliau beristighfaar sesuai yang diriwayatkan Dari Asy Syibi bahwa Umar Ibnul Khattab r.a. telah keluar (rumah) untuk Incmohon turun hujan bersama-sama orang banyak. Mereka (jamaah) berkata kepadanya : “Kami tidak melihat anda memohon hujan”, Maka berkatalah Sayyidina Umar r.a. : “Aku telah meminta hujan dengan bintang-bintang di langit yang menyebabkan turunnya hujan, kemudian beliau membaca :

Maka aku katakan kepada mereka : “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai”, (QS. Nuh : 10-12)

Didalam “KITAB ARRIYAADH” disebutkan dari Khawat bin Jubair ia telah berkata : “Manusia telah tertimpa musim panas yang amat sangat dimasa Umar. Lalu mereka diperintahkan untuk keluar rumah, guna memohon hujan”.

Umar shalat bersama-sama mereka 2 (dua) raka’at, tak sengaja ia keliru menghamparkan sorbannya yang sebelah kanan ada dikiri dan sebelah kiri ada dikanan, kemudian ia menengadahkan kedua tangannya sambil

“Ya Allah, sesungguhnya kami mohon ampunan-Mu dan pembebasan-Mu dari dosa-dosa kami, (maka tak lama) mereka dianugerahi hujan). Dan ketika mereka dalam keadaan demikian, datanglah orang-orang Arab dari pegunungan mendatangi Umar. Mereka berkata: “Ya Amirul Muminin, ketika kami berada di perkampungan kami pada hari anu jam sekian…… tiba iba awan hitam menaungi kami, lalu kami mendengar ada suara: “Telah darang kepadamu seorang penyelamat (Abu Hafash), Telah datang kepadamu seorang penyelamat (Abu Hafash)……….”.

FAIDAH KELIMA :

Telah diriwayatkan oleh Arrabii’ bin Shabiih bahwa seorang laki-laki mendatangi Al Hasan, mengadukan tentang adanya kegersangan yang sialaminya.  Maka berkatalah Al Hasan : (  ) (Mohonlah ampun kepada Allah). Lalu ia (A’rrabi’) berkata pula : “Yang lain telah datang pula mengadukan perihal kekeringan kebun-kebunnya, dan Al Hasan berkata pula : (   ) ” (Mohonlah ampun kepada Allah!)”, Ia (A’rrabii’) berkata : “Orang-orang telah datang mengadukan kepadamu tentang berbagai hal dan meminta kepadamu bermacam-macam hajat, lalu kepada mereka semua engkau perintahkan agar beristighfaar”.

Al Hasan berkata : “Aku tidak mengatakan hal tersebut dari pribadiku, tetapi aku telah mengambil I’tibaar (pelajaran) dari firman Allah Ta’ala, mengenai hikayat Nabi-Nya Nuh a.s. yang telah mengatakan kepada kaumnya:

Maka aku katakan kepada mereka : “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai”. (QS. Nuh : 10-12).

(Telah disebutkannya oleh Al Imam Tsa’labi) (rahimahullah).

Telah berkata Asy Syarji didalam “Kitab Alfawaaid”: “Aku telah mendapatkan tulisan sebahagian Ulama bahwa : “Barang siapa yang mengucapkan setiap hari 25x :

“Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan (yang patut disembah) selain Dia Yang Maha Hidup lagi Kekal terus menerus mengurus makhluk-Nya, yang tiada mati selamanya dan aku bertaubat kepada-Nya. Ia tidak akan melihat hal-hal yang tidak menyenangkan selamanya, baik pada dirinya, hartanya, maupun anaknya”. (Mujarrab).

Didalam “Kitab Alfawaid” itu juga diriwayatkan bahwa sebahagian Orang-orang saleh telah jatuh sakit keras, lalu terkuaklah baginya “hal-hal yang ghaib”. Dilihatnya malaikat almaut dalam keadaannya ia berkata kepada orang saleh itu :   “Apakah aku tulis agar engkau memperoleh kebebasan dari api neraka?”. Orang yang sedang sakit itu berkata : “Ya”. Maka dituliskan untuknya pada selembar daun, dan  dijumpainya ada tulisan:   hingga memenuhi daun itu luar/dalam. Ia (Malaikatul-Maut) berkata kepadanya : “Inilah pembebasan dari api neraka”.

Lalu orang yang menderita sakit itu sadar dan sembuhlah ia dari penyakitnya, hingga dapat menikmati kehidupan ini untuk beberapa lama, sedang tulisan itu senantiasa disimpannya baik-baik.

Didalam “Kitab Al Fawaid” Al-Iman Al Bunni telah berkata : Didalam tafsir “Mafaatihul Ghaib” tentang istighfaar: “Ketahuilah bahwa setiap magaam itu, mempunyai karaamah dan barakah sendiri yang khusus, seperti melakukan istighfaar untuk memperoleh kemudahan rezki bagi orang yang sedang kesempitan dengan cara: berwudlu, kemudian melakukan shalat 2 (dua) raka’ar. Pada raka’at I (pertama): membaca Ummul-Our’an atau Al Fatihah, dan membaca firman-Nya Ta’ala :

Pada raka’at ke II (kedua) : membaca Ummul Our’an atau Al Fatihah dan membaca firman-Nya Ta’ala :   Sesudah melakukan shalat, berdzikir dengan ucapan :   dan hendaknya dzikir itu ditekuninya secara terus menerus tanpa henti hingga tercapai keleluasan rezki. Mungkin keleluasan rezki itu datangnya terlambat atau mungkin juga cepat. Mungkin juga seorang hamba terhambat memperoleh kemudahan rezki. karena masih adanya dosa pada dirinya sedang itu sebagai penghapus dosa-dosanya itu.

Atas hal itulah, Nabi Nuh a.s. telah mengisyaratkan dengan firman Allah Ta’ala :

Maka aku katakan kepada mereka : “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun”. (QS. Nuh : 10). Beliau (Nabi Nuh a.s.) telah memerintahkan kaumnya untuk mendzikirkan “istighfaar” yang dengan dzikir itu secara khusus Allah akan membukakan pintu kurnia-Nya. dan secara umum akan menampakkan keberkahan dzikir itu didalam memperoleh keleluasan rezki.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker