SYARAT-SYARAT TAUBAT FARDHU-FARDHUNYA KESEMPURNANNYA DAN AP.-APA YANG DAPAT MENOLONG UNTUK MEMPEROLEH TAUBAT ITU
para Ulama yang arif berkata : “Syarat sahnya taubat itu ada 3 (tiga) perkara, yaitu :
- Adanya penyesalan atas perbuatan yang lalu.
- Melepaskan diri secara serentak dari keadaannya.
- Berniat tidak akan mengulangi kembali perbuatan itu.
Ada yang mengatakan bahwa sahnya taubat itu ada 4 (empat) termasuk (yang ke4 itu) ialah mengetahui ilmu tentang madharratnya dosa itu sendiri. Adapun yang fardhu (wajib)nya ada 4 (empat) perkara, yaitu :
- Mencegah diri dari kezaliman.
- Menjauhi hal-hal yang diharamkan.
- Melakukan yang baik.
- Berniat melaksanakan maksud tujuan dengan kuat.
Adapun kesempurnaannya ada 6 (enam) perkara, yaitu :
- Membuktikan ketagwaannya dengan sifat wara’
- Membuktikan istigamah dengan kejujuran
- Memperbaiki akhlak didalam pergaulan sesama makhluk disertai dengan sifat toleransi.
- Bersungguh-sungguh didalam amal.
- Memalingkan diri dari segala keburukan, kedurhakaan dan kemalasan.
- Meninggalkan semua sesembahan secara menyeluruh kecuali hanya kepada Allah SWT.
Adapun yang dapat membantu untuk memperoleh taubat yang sebenarnya ada 3 (tiga) perkara, yaitu :
- Meninggalkan keingin-tahuan dari segala sesuatu.
- Merasakan senantiasa berada didalam pengawasan Allah SWT.
- Meninggalkan segala sesuatu yang bersifat haram dan syubhat
Ada yang berkata: “Siapa yang telah memakan makanan yang halal, berarti ta telah mentaati Allah baik ia kehendaki atau tidak.
Dan siapa yang telah memakan makanan yang haram, berarti ia telah mendurhakai Allah, baik ia kehendaki atau tidak”. Adapun manusia itu menurut kebiasaannya mengikuti agama (kebiasaan) sahabatnya. Karena itu makanlah sesuka hatimu, bekerjalah sesuka hatimu, dan bersahabatlah dengan orang yang engkau senangi, maka engkau akan mengikuti agamanya (kebiasaannya). Orang mu’min itu jinak, dan dapat dijinakkan karena itu pandai-pandailah dan berhati-hatilah !.
Dan diantara yang dapat membantu seseorang untuk memperoleh taubat adalah (Dzikir kepada Allah dan bershalawat kepada Rasulullah SAW.) Dan jalan yang paling dekat jaraknya bagi orang-orang yang terputus dari Allah adalah “istighfaar” dan bershalawat kepada Rasulullah SAW. Dan jika dirinya telah terbiasa dengan istighfaar dan shalawat, maka ia akan berpindah kepada ucapan ( ), dan jika dirinya telah terbiasa pula dengan ucapan itu, ia akan berpindah pula kepada ucapan :
Dan jika dirinya telah terbiasa dengan ucapan itu, maka ia akan pindah kepada dzikir : ( ), yaitu :
“Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Tiada daya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah. Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung”.
Karena dzikir tersebut diatas adalah sebagai pensuci hati, dan pada dzikir itu pula terdapat tahapan awal dari : “Keterbukaan hati dan kesempurnaannya” yang akan tampak tanda-tanda keberuntungannya pada waktu yang tidak lama. Dari Abi Musa Al ‘Asy ‘ari r.a. ia telah berkata :
Telah bersabda SAW. :
“Tangan Allah senantiasa terbuka bagi orang yang berbuat salah dimalam hari untuk bertaubat disiang hari dan bagi orang yang berbuat salah disiang hari untuk bertaubat di malam hari, hingga matahari terbit dari Barat”.
“Takaran, Iman seseorang tidak bermanfaat lagi, manakala telah keluar yang 3 (tiga) ini : (1) Dajjal, (2) Binatang (keluar dari dalam bumi), dan (3) Matahari terbit dari sebelah Barat. |









One Comment