(ASMAA ‘UL-HUSNA DIDALAM ALOUR’AN)
Umarah bin Yazid telah berkata : ” Aku berkata kepadanya : “Jelaskan kepada ku tentang Asma’ ini, semoga Allah merahmatimu”. Dia berkata »Asma’ul-husnaa itu ada didalam Alkitab (Alqur’an) antara lain : 5 asma didalam Surat Alfatihah yaitu :
23 asma didalam Surat Albagarah yaitu :
4 asma didalam Surat Ali Imran yaitu :
6 asma didalam Surat Annisaa yaitu :
5 asma didalam Surat Al-An’am yaitu :
2 asma didalam Surat Al-a’raaf yaitu :
2 asma didalam Surat Al-unfaal yaitu :
7 nsma didalam Surat Huud yaitu :
2 asma didalam Surat Arra’du yaitu :
1 ism didalam Surat Ibrahim yaitu :
1 ism didalam Surat Alhijr yaitu :
2 asma didalam Surat Maryam yaitu : |
1 lsm didalam Surat Alhajj yaitu :
1 ism didalam Surat Almu’ minun yaitu :
3 asma didalam Surat Annur yaitu :
1 ism didalam Surat Alfurqan yaitu :
1 ism didalam Surat Assaba’ yaitu :
4 asma didalam Surat Almu’min yaitu :
3 asma didalam Surat Adzdzariyat yaitu : . – . ..
1 ism didalam Surat Aththuur yaitu :
2 asma didalam Surat Algomar yaitu :
3 asma didalam Surat Arrahinan yaitu :
4 asma didalam Surat Alhadid yaitu :
11 asma didalam Surat Alhasyr yaitu :
2 asma didalam Surat Alburuuj yaitu :
Umarah telah berkata :” Aku telah berdo’a dengan Asma’ulhusnaa bukan sekali saja, hingg aku mengetahuinya dekat sekali diijabah, dan Asma’ulhusnaa itu telah ditulisnya oleh seluruh jama’ah dan moreka memberitahukan kepadaku bahwa do’a itu cepat sekali dikabulkan Algadhi Majduddiin Asysyiraazi menerangkan menurut haditsnya.
(Demi Allah yang tiada Tuhan yang patut disembah selain Dia, aku telah berdo’a dengan asma’ul-husnaa berkali-kali, ketika aku berada dalan urusan penting yang aku takut akan terjadi suatu bencana padak, Kemudian Allah YAng Maha Memiliki keberkahan menyelamatkan aku, dari padanya. Dan Allah-lah yang Maha Mengetahui
Inilah permulaan syarah(keterangan) Raatib yang terikat kuat dan mutiar, yang tersusun rapih dan sumber air tawar yang senantiasa mengalir. kamj mulai dengan mengemukakan Khutbah (arahan) Syarah Asysyaikh Aj: bin Abdillah Baaroos, kemudian kami iringi dengan suatu fasal yang merupakan dasar dari Raatib dimaksud yaitu yang dinukil dari naskah yang dapat dipercaya lagi terpelihara yang bersumber dari mulut-mulu para sesepuh yang mulia dan ada keterkaitannya satu sama yang lain, Mereka telah mendapatkannya dengan cara mempelajarinya dari yang empunyai hak. Yang paling mulia diantara mereka adalah Maulana Alwalid Alhusain ibn Sayyidina Umar.
Alhamdulillah, kami telah mendengar dari padanya beberapa waktu yang lalu, dan dialah Syaikh kami yang dari padanya kami telah mengambil pelajaran itu, dan setelah kami bertawakkal kepada Allah dan RasulNya, kamipun bersandar pula kepadanya.
Secara keseluruhan, kami mohon dianugerahi keberkahan didalam pengamalan Raatib yang Agung ini, dan kami mohon kemurahan Allah SWT. Yang Maha Pemurah lagi Maha Baik kiranya kami dijadikan sebagai pencintanya yang dapat mengikuti jejak perjalanannya.
Telah berkata Asysyaikh Ali didalam syarahnya :
Wa ba’du. aku telah beristikharah kepada Allah Ta’ala dan berlindung kepadaNya dengan segala kefaqiran dan keterpaksaanku, dan sesungguhnya aku telah mendapatkan isyarat secara ghaib dengan kalimat-kalimat yang dapat mengingatkan orang-orang yang lalai dan menyampaikan kepada suatu tujuan yang meliputi sejumlah Raatib yang telah disusun oleh seorang Jutub pada zaman itu dan sumber ilmu yaitu Sayyidi ‘Umar bin Abdurrahman bin Abdullah ibn Asysyaikh Abdurrahman Assegaf Baa’alawi (semoga Allah memberi manfaat dengan mereka kepada kami).Kami telah menyusun Raatib itu dalam bentuk yang tolah dijalankan oleh mereka, kemudian beberapa orang saudara telah meminta dengan sangat kepada kami, yang tentu saja kami tidak dapat menolak bahkan tentu menyetujuinya.









One Comment