FASAL KE-TIGA: TENTANG MANFA’AT WIRID DAN ANJURAN UNTUK MENEKUNINYA
A, Adapun ayat-ayat yang berhubungan dengan itu adalah : Firman Allah Ta’ala : ‘
(Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu Kitab Tuhanmu (Alqur’an). Tidak ada (seseorangpun) yang dapat merobah kalimat-kalimatNya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain dari padaNya.Dan bersabarlah kamu bersama sama dengan orang-orang yanp menyeru Tuhannya dipagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling.dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang batinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas). (OS. Alkahfi : 27-28)
(Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur). (OS. Alfurqaan:62) Ulama berkata bahwa ma’na : adalah berlawanan yang satu dengan yang lain, yaitu agar dengan demikian dapat diperbaiki pada hal-hal yang telah berlalu bila ada kekurangan disalah satunya (siang atau malamnya).Karena itu, rasa Syukur dalan bentuk dzikir adalah merupakan suatu penghargaan terhadap waktu dimana seseorang dapat melakukan bennacam-macam aktifitas dalan ketaatan dan kebajikan-kebajikan lainnya.
- Adapun hadits-hadits yang berhubungan dengan itu adalah : Sabda Rasulullah s.a.w. :
(Hamba Allah yang paling dicintai oleh Allah, adalah mereka yang memperhatikan (pergantian waktu) matahari, bulan dan bulan sabit untuk “mengingat Allah”
(Dan dari Mu’adz Aljuhni r.a. ia telah berkata :”Telah bersabda Rasulullah SAW:” Barang siapa yang duduk di Mushollanya setelah kembali dari shalat shubuh, kemudian melakukan shalat sunnah dhuha 2(dua) raka’at, lalu ia tidak mengucapkan kecuali yang baik-baik saja,maka Allah ampuni kesalahan-kesalahannya walaupun lebih banyak dari buih di lautan).(Dikeluarkan oleh Abu Dawud Al-Imam Alghazali r-a. didalam Kitab Tarbiatu! Auraad filauqast” telah berkata :” Ammaa ba’du, ketahuilah bahwa manusia di alam ini, merupakan manusia yang sedang dalam perjalanan rumah mereka yang pertama adalah ayunan, rumah terakhir adalah liang lahad, tanah air mereka adalah syorga atau neraka Adapun umur mereka suatu marhalah atau jarak sedang setiap tahunnya adalah suatu marhalah sejauh – 45 km setiap bulannya, adalah suatu farsakh – 8 km, setiap harinya adalah suatu mil & 11/2 km, setiap nafasnya adalah satu langkahnya, ketaatannya adalah hartanya, waktuwaktunya adalah modal perniagaannya, syahwat-syahwatnya adalah perampok-perampoknya, keuntungannya adalah keberuntungan dapat berjumpa dengan Allah Ta’ala di syorga Daarus-salaam dan kerugiannya adalah jauh dari Allah Ta’ala di lapisan api neraka jahim. Karena itu, seorang yang bijaksana tidak menghilangkan nafasnya tanpa ketaatan kepada Allah Ta’ala.
(WIRID KETETAPANNYA. DAN KEUTAMAANNYA):
Telah berkata Asysyaikh Al’ Umari didalam kitabnya ” BAHRUL ANWAR ” bahwa Alwirdu adalah adanya suatu kedatangan kejernihankejernihan hati dari Dzat yang Maha Dekat lagi Maha Menyaksikan. Adapun sebab-sebab yang dapat menyampaikan kepadaNya adalah wirid-wirid yang membersihkan kotoran-kotoran hati, kotoran-kotoran syahwat dan keraguan-raguan didalam dada. Firman Allah Ta’ala :
(Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram) (OS. Arra’d :28) Dan dalam hadits disebutkan :
(Jika kamu sekalian berlalu pada taman-taman syorga. maka hendaklah kalian bersenang-senang. (Para sahabat) bertanya, Ya Rasulullah, apakah taman-taman syorga itu?”. Beliau bersabda : Majlis-majlis dzikir”.) Maka dzikir itu merupakan penyebab untuk memperoleh kejernihan hati..
Kemudian Al’ Umari telah menerangkan secara panjang lebar dalam ucapannya (semoga Allah memberi manfaat kepada kita sekalian) : adalah telah diingatkan dan diperintahkan oleh beliau kepada kita sekalian untuk melaksanakan wirid yang bersumber dari para ahli wirid. Hal itu dikarenakan keagungan kedudukannya dalam agama.
Dan bahwasanya memelihara dzikir itu, termasuk dari sebaikbaik perangai orang-orang yang arif, orang-orang yang-memberi “ petunjuk,. orang-orang yang. benar lagi membenarkan. . Dan. ketahuilah, bahwa-dzikir itu adalah penyebab tercapainya kebersihan hati,.bahkan agama.itu sendiri merupakan dari rangkaian wirid-wirid:
Firman Allah Ta’ala :
(Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung). (OS. Ali-Imran : 200) Kelihatan ada sebuah tasbih melilit ditangan Aljunaid (rahimahullah), lalu ada seorang bertanya kepadanya : ” Dengan kemulian yang anda telah raih, masih jugakah anda memegang tasbih di tangan anda ? ”. Aljunaid menjawab : ” Ya benar, karena tasbih itulah penyebab kesampaianku kepada sesuatu yang telah kucapai, maka janganlah kita meninggalkannya untuk selama-lamanya.”
Setiap hari ia masuk ke tokonya. kemudian ia menurunkan kain gordennya, lalu shalat sebanyak 400 (empat ratus) raka:at, lalu ia pulang kerumahnya. Dia berkata : ” Pelibaralah waktu seng gangmu, karena waktu itu akan menghilang dan tak akan kembali, kemudian penyesalanpun akan terjadi setelah kesempatan itu tiada lagi. Kemudian teruskan wirid-wiridmu karena kalian akan memperoleh manfaatnya nanti di Negeri Abadi (Akhirat). Dan janganlah kamu sekali-kali disibukkan olch urusan duniawi hingga lalai kepada Allah Ta’ala, karena kesibukan dunia yang sedikit akan melalaikan dari urusan akhirat yang banyak. Dan in berkata pula : ” Tidaklah sescorang akan mencapai derajat yang tinggi, selagi ia tidak mengokohkan dasar-dasar yang kuat antara dia dengan Allah :
(amalan fardhu yang wajib ), komudian :
(wirid-wirid yang teratur ) sebagai kendaraan dan kemauan yang keras. Barang siapa yang mengokohkannya, Allah akan memberinya anugerah sesudah itu. Dan ia ( Aljunaid ) telah termimpikan oleh seseorang sesudah wafatnya, lalu orang itu bertanya kepadanya :” Apa yany telah diper lakukan Allah kepadamu wahai Aljunaid ? ”. Ia berkata : ” Ibarat-ibarat telah tiada, isyarat-isyarat telah musnah, gambaran-gambaran telah berganti, ilmu-ilmu telah hilang dan tidak ada yang bermanfaat bagiku kecuali beberapa raka’at yang aku lakukan diwaktu sahur. Telah berkata Aljunaid r.a : ” Ibadah bagi orang-orang arif lebih indah dari mahkota diatas kepala para raja ”.
(PERBEDAAN ANTARA ALWIRDU DAN ALWAARIDU,
Ibnu ‘Athaa’illah dalam ucapannya yang lalu telah menambahkan bahwa Alwirdhu (wirid) adalah ibarat suatu ibadah yang dilakukan seseorang baik zhahir maupun bathin, sedangkan Alwaarid adalah sesuatu, yang datang kepada bathin seorang hamba yang terdiri dari perasaan yang amat halus, nur/cahaya, rahasia dan penguakan (keterbukaan) tabir-tabir, hingga hatinya merasa lapang serta ber bahagia lalu berkilauanlah dengan nur dan rahasia.
Maka Alwirdu, adalah merupakan amalan seorang hamba dalan memonuhi huk Allah Ta’ala yang berbentuk perlakuan dan ibadah, sedang Alwaaridu adalah hak Allah Ta’ala untuk menganugerahkan kepada seorang hamba yaitu suatu karunia dan ke muliaan.
Maka Alwirdu lebih. layak dipelihara dari 2(dua) sisi yaitu : Yang pertama adalah khusus di dunia, dan ia akan terputus dengan terputusnya seorang hamba dari dunia (meninggal dunia). Karena itu scorang hamba hendaklah memperbanyak wirid selama masih ada kesempatan, karena kesempatan yang hilang tidak akan kembali. Yang Kedua : Alwirdu (wirid) adalah hak kewajibanmu terhadap Allah dan Alwaarid adalah bagianmu (Way dari Allah. Adapun pelaksana an terhadap hak-hakNya lebih utama dan lebih layak bagimu dari menuntut bagianmu.
Kemudian Asy-syaikh Al’ Umari berkata : ” Dan hendaknya seorang murid menyibukkan diri dengan bacaan Alfatihah terlebih dahulu seusai shalat yang lima waktu, dan sisa waktu siangnya beristighfaar 1000 (seribu) X, kemudian se sudah itu setiap hari nya 100 (seratus) X hingga hilanglah kekerasan hatinya.
Diriwayatkan dari Alghazali r.a. bahwa bacaan Alfatihah
( ) setiap hari seusai shalat 100 X yaitu :
21 X sesudah shalat Subuh, 22 X sesudah Shalat Dzuhur , 23 X sesudah shalat Ashar, 24 x sesudah shalat Maghrib, dan 10x sesudah shalat Isya, maka jumlah seluruhnya 100 X (seratus kali). Kemudian dilanjutkan dengan dzikir.
(PENYEMPURNAAN DARI PENUTUPAN INI) Aku berkata : ” Selayaknya engkau menjadikan surat-surat Alqur’un yang agung itu sebagai wirid.
- Surat Alkahfi engkau membacanya pada malam Jum’at dan siangnya. Menurut hadits SAW. bahwa surat itu menjadi penghalang antara orang yang membacanya dengan api neraka dan ia disebut juga pembatas/dinding. Telah diterangkan juga bahwa :
(Barang siapa yang membaca Surat Alkahfi pada Hari Jum’at akan bersinar baginya nur (cahaya) antara dua Jum’at). (HR. Alhakim ) Dan dalam hadits shahih beliau bersabda pula :
(Barang siapa yang mambaca Surat Alkahfi pada malam Jum’at akan bersinar baginya nur (cahaya) antara dia (diamana dia berada, dan (hingga ke) Ka’bah). (HR. Addarami dlm masnadnya)
- Surat Yaasiin engkau membacanya setiap usai shalas fardhu. Telah diterangkan didalam hadits-hadits shahih bahwa :
(Barang siapa yang mambaca Surat Yaasiin, ia bagaikan orang yang telah membaca Alqur’an sepuluh kali). Karena itu, siapa yang membacanya sesudah fardhu, maka seperti orang yang membaca Alqur’an setiap hari 50 X (lima puluh)kali maka hendaklah engkau memahami nya.
- “Surat Alwaaqiah hendaklah engkau membacanya setiap malam karena telah diterangkan didalam hadits bahwa Usman Bin Affan telah berkata kepada Abdullah bin Mas’ud ketika mengunjungi nya dalam keadaan sakit : ” Apakah yang anda rasakan ?”. berkata : “Dosa-dosaku”. Usman berkata pula :” Apakah yang anda ingin kan (sesuai seleramu) ? Ia berkata : “Aku inginkan rahmat Allah”. Usman berkata pula : ” Tidakkah aku panggilkan thabib untuk mengobatimu ?. Ia berkata : “Thabib telah menjadikan aku sakit”, Usman berkata pula :”Tidakkah anda ingin aku mem berimu hadiah ?”. Ia berkata : ” Aku tidak membutuhkannya” .Usman berkata pula : “Mungkin juga untuk putri-putrimu?”.la berkata :” Apakah anda takut kefakiran menimpa putri-putriku? sesungguhnya aku telah memerintahkan mereka membaca “Surat Alwagi ‘ah”. Setiap malam, karena sesungguhnya aku telah mendengar dari Rasulullah SAW telah bersabda :
(barang siapa yang membaca Surat Alwagi’ ah setiap malam ia tidak akan mendapatkan kefakiran selama-lamanya).
- Dan selayaknya juga bacaan-bacaan berikut ini dijadikan wirid bagimu setiap selesai shalat yaitu :
-Suratul-Fatihah
-Ayatul-Kursi
– Syahidalloohu lengkapnya adalah sebagai berikut ,
(Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak di sembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang-berhak disembah) melainkan: Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana). (OS. Ali. Imran 1 18) Oulillaahumma – lengkapnya adalah seabagai berikut :
(Katakanlah : ” Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau . cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki Engkau mulia kan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki.
Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang ‘mati,dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang engkau kehendaki tanpa hisab (batas) (OS. Ali ‘Imran : 26-27)
Maka yang diriwayatkan oleh Ali’Imam Albaghawi dalam tafsirnya dengan sanadnya kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a, sudahlah cukup. ia telah berkata : ” Telah bersabda Rasulullah .
(Sesungguhnya ” Suratul-Fatibah” dan ”Ayatul-Kursi dan 2(dua) A . ” ayat dari ” Surat Ali’Imran” yaitu : (sampai firmanNya )
(sampai firman Nya) bergantungan dan tidak ada penghalang antara ayat-ayat tersebut dengan Allah. Ayat-ayat itu berkata : ” Ya Tuhanku, Engkau turunkan kami ke bumi-Mu dan kepada orang-orang yang berma’siat kepadMu Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : ” Aku bersumpah, tiada seorang pun dari hamba-hambaKu yang membacamu seusai setiap shalat, kecuali Aku jadikan syorga sebagai tempat tinggalnya sesuai amalnya dan pasti akan Ku-tempatkan dia diharibaanKu dan Aku akan memandangnya dengan mataKu yang terpelihara setiap hari 70X, dan pasti akan Kupenuhi hajatnya (kebutuh annya) setiap hari 70 hajat (kebutuhan) yang paling rendah adalah maghfirah Ku (ampunan Ku). (Alhadits – Algudsi ). Dan hendaklah engkau jadikan wiridmu yang tetap pula bacaan ” RATIB yang masyhur dengan keberkahan dan nurnya ya’ni : RATIB SAYYIDINA UMAR’ setiap malam ba’da Isya’ yang ter akhir. Kami telah mengalami melaksanakannya yaitu ketika Sayyidina Alhusain bin ‘Umar masih hidup dan melakukannya sebagai kebiasaan dari Ayahnya Alhabib “Umar sebagai Shahibur-Raatib yang telah me merintahkan untuk melakukannya. Adapun ” Syarah ” mengenai Raatib tersebut diatas, akan diterang . kan kemudian yaitu setelah sempurna dasar-dasar mukadimahnya. Adapun wirid-wirid lainnya amatlah banyak dan jika engkau ingin mengamalkannya sesudah Shalat ‘Ashar bacalah :
dan sesudah shalat Shubuh, mambaca Raatib :
yaitu : membaca sebagai berikut:
(Dengan menyebut Nama Allah dan segala puji bagi Allah) 4X.
Surat-surat penyelamat :
Alkaafiruun, Idza Jaa’a, Tabbat, Al’ Ikhlas dan Almy awwadzatain (Oul a’uudzu birobbil-falag dan Oul a’uud, birobbinnaas) sekali-sekali, Kemudian mambaca : ,
dan seterusnya. .









One Comment