Adzkar

Terjemahan Kitab Al Qirthos

DZIKIR YANG KE-13 DAN SYARAHNYA

Kemudian Sayyiduna Umar telah membawakan “kalimat ikhlas” yang akan membawa keselamatan dari segala kesulitan dan akan menyelamatkan pembacanya pada hari pembalasan. Beliau mengucapkan :

“TIADA TUHAN YANG PATUT DISEMBAH SELAIN ALLAH (100x) dan tepat pada hitungan yang ke 100 (ditambah) : “MUHAMMAD ITU RASUL-ALLAH” (1x).

Telah berkata Asy Syaikh All : Dzikir itu merupakan pintu masuk ke hadiratAllah SWT. dan dengan dzikir itu pula akan terpelihara darah dan harta benda, kecuali sesuai dengan haknya. Dan hak dari dzikir ini, adalah melakukan semua amal yang diperintah oleh Allah dan meninggalkan semua amal yang dilarang oleh Allah dan meninggalkan semua-amal-yang dilarang-Nya seperti berzina, mencuri, menuduh, minum arak, meninggalkan shalat, mengingkari perintah Allah dan menghalalkan apaapa yang diharamkan.

Adapun keutamaannya, adalah seperti yang diterangkan didalam Alqur’an, sesuai firman-Nya :

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Allah”. (QS. Muhammad : 19).

“(Laa ilaaha illalloh), adalah benteng-Ku dan barang siapa yang masuk kedalam benteng-Ku, ia akan aman dari siksa-Ku”, (Hadits Qudsi).

Setiap amal itu ada ketentuan pahalanya, kecuali kalimat ini. Kalay scandainya langit dan bumi di letakkan didalam daun timbangan dan kalimat ini di dalam daun timbangan yang lain, maka kalimat ini akan lebih berat dari langit dan bumi.

Telah bersabda Rasulullah SAW.: , —

“Talkinkan pada orang-orang yang akan mati dari keluargamu, kalimat  (  ), karena ia akan menghancurkan semua dosa. Ada yang berkata: ” Ya Rasulullah, ini pada orang-orang yang akan mati, bugaimanakah dengan orang-orang yang masih hidup?”. Maka bersabdalah Rasulullah SAW. : “Dia (kalimat itu) akan lebih menghancurkan …… lebih menghancurkan…..(segala dosa)”.

Dari Ibnu-‘Abbas r.a..dari Nabi SAW: beliau telah bersabda : “Allah membuka pintu-pintu syorga. dan ada-yang berseru dari bawah ‘Arasy : “Wahai syorga dan segala kenikmatan yang ada padamu, diperuntukkan untuk siapa?”. Syorga dan segala isinya berseru : “Kami adalah untuk ” ahli (   ), tidak ada yang memasuki kami kecuali ahli  (   ). kami diharamkan bagi orang yang belum mengucapkan   (   ) dan tidak beriman dengan (   ).Kerika itu neraka dan segala hentuk siksaan yang ada didalamnya berkata :”Tidak ada orang yang memasukiky, kecuali orang yang kufur dengan   (   ) dan aku tidak menuntut kecuali orang yang  mendustakan (  ) dan diharamkan bagiku orang yang mengucapkan (   ). dan aku tidak marah kecuali kepada  orang yang mengingkari (   ). dan aku tidak dipenuhi kecuali . dengan orang-orang yang mengingkari (   ). maka tidaklah datang ampunan dan rahmat Allah, kecuali berkata :”Kami untuk ahli   (  ) dan sebagai penolong bagi ahli (  ) dan kami memenuhi orang yang mengucapkan ( ) dan memberi rikmat kepada orang yang mengucapkan (  ) Allah Yang Maha Suci berfirman : “Aku perbolehkan syorga dihuni oleh orang yang mengucapkan (   ) dan Aku haramkan api neraka bagi orang yang mengucapkan (  ) dan Aku  mengampuni dosa orang y ang mengucapkan (   ), dan Aku tidak menutup ampunan-Ku dan syorga-Ku dari orang yang mengucapkan (   ). dan Aku tidak menciptakan syorga, kecuali untuk ahli   (   ) dan janganlah kamu sekalian bercampur dengan ahli  (   ) kecuali dengan tata cara ( ) yang sesuai dengan Telah bersabda SAW. : “Aku telah diperintahkan untuk memerangi  manusia hingga mercka mengucapkan (   ) dan apabila mereka telah mengucapkannya, maka mereka dilindungi baik darahnya maupun hartanya, kecuali yang sesuai dengan haknya, sedang perhitungan mereka ada disisi Allah”. Shahibur Ratib telah menetapkan jumlah bacaan 100x agar berguna dalam :   meng-Esakan dengan seluruh asma’-Nya yang bagus (  ) yang berjumlah 99 yang disempurnakan dengan (   ).

Karena itu di alam raya ini, tidak nampak suatu atsar baik rasa atau ma’nawi kecuali dari sumber asma’ ini. Karena itu siapa yang menghafalnya akan masuk syorga.

Ia berkata : “Sayyiduna Umar menyudahi dzikir itu dengan :

 yaitu agar apa yang ditetapkan oleh Rasulullah menjadi mantap dan apa yang disyariat oleh Allah akan menjadi tetap, seperti pula yang telah ditetapkan bagi seluruh para rasul.

Hendaklah orang berdzikir, ketika mengisyaratkan dengan ketetapan sesudah nafi, menoleh ke arah-kiri (  ) dan jika ia mengucapkan sesudah kalimat itsbaat  (  ), hendaklah menggelengkan wajahnya ke arah kanan.

Dari keutamaan-keutamaan kalimat ini, adalah mengangkat orang yang mendzikirkannya ketingkat kedekatan kepada Allah SWT. Dan kalimat itu melindungi orang yang mendzikirkannya dari jalan kekufuran, bid’ah, dan ma’siat, dan diantaranya pula kalimat itu akan memelihara orang yung menzikirkannya secara zhahir dari jalan-jalan keburukan scpecrti yang telul) diriwayatkan dari sebahagian saadah kita ahlil-bait, telah melenyapkan .kesukaan memakan barang yang haram dan syubhat seperti api melenyapkan karat dari besi.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker